Minggu, 27 September 2026
07:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Ekspedisi Palembang Pertama

Ekspedisi Palembang Pertama

kampanye militer Belanda di Palembang

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Ekspedisi Palembang Pertama" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Ekspedisi Palembang
250px-Batterij_veldartillerie%2C_tirailleurs_en_staf._1860.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah ilustrasi pasukan artileri dalam Ekspedisi Palembang
Tanggal1819
Lokasi
Hasil Kemenangan Palembang dan Ekspedisi Belanda gagal
Pihak terlibat
40px-Flag_of_the_Netherlands.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger 40px-Flag_of_South_Sumatra.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kesultanan Palembang
Tokoh dan pemimpin
40px-Flag_of_the_Netherlands.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Constantijn Johan Wolterbeek 40px-Flag_of_South_Sumatra.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Sultan Mahmud Badaruddin II

Ekspedisi Palembang Pertama merupakan sebuah kampanye militer Belanda yang dilakukan pada tahun 1819, yang dimaksudkan sebagai balasan atas pengusiran orang-orang Belanda di bawah pimpinan Herman Warner Muntinghe oleh Sultan Mahmud Badaruddin II pada awal tahun 1819. Serangan dalam bentuk ekspedisi ini dilakukan oleh pasukan Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL) ke Palembang. Ekspedisi Belanda ini berhasil dipatahkan.

Pertempuran Kuto Besak

Pada 12 Juni 1819, pertempuran pun pecah, di mana sekitar 200 prajurit Belanda dikirim untuk menyerang pertahanan Kesultanan Palembang di Kuto Besak. Pertempuran terus berlanjut sampai hari esok, tetapi pertahanan Palembang masih sulit ditembus, sampai akhirnya Muntinghe kembali ke Batavia dengan kekalahan. Belanda merasa tidak terima dengan kekalahan ini, sehingga Muntinghe berdiskusi dengan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Van der Capellen. Hasilnya adalah Belanda akan melakukan serangan balik dengan kekuatan berlipat ganda

Pertempuran Sungai Musi

Pada 21 Oktober 1819, pertempuran kedua terjadi di Sungai Musi, yang kembali berakhir dengan kekalahan Belanda. Belanda, yang dipimpin oleh Wolterbeck, memutuskan untuk mundur ke Batavia, tetapi kembali ke Palembang pada 9 Mei 1821 di bawah pimpinan de Kock (Ekspedisi palembang II)

Pranala luar

  • (Belanda) 1900. W.A. Terwogt. Het land van Jan Pieterszoon Coen. Geschiedenis van de Nederlanders in oost-Indië. P. Geerts. Hoorn
  • (Belanda) 1900. G. Kepper. Wapenfeiten van het Nederlands Indische Leger; 1816-1900. M.M. Cuvee, Den Haag.'
  • (Belanda) 1876. A.J.A. Gerlach. Nederlandse heldenfeiten in Oost Indë. Drie delen. Gebroeders Belinfante, Den Haag.
Sejarah konflik di Nusantara
Pra-kolonial
Kolonial Portugis
Kolonial VOC
Kolonial Belanda
Pendudukan Jepang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan