Rabu, 23 September 2026
22:17 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Perang Shifta

Perang Shifta
Tanggal1963–1967
(4 tahun)
LokasiProvinsi Timur Laut, Kenya
Hasil Gencatan senjata
Pihak terlibat

Kenya Kenya
Didukung oleh:

 Britania Raya

Gerakan Pembebasan Distrik Perbatasan Utara
Somalia Republik Somalia
Didukung oleh:

 Soviet Union
Korban
4.200+ tewas[1]

Perang Shifta (1963–1967) adalah konflik yang berlangsung setelah orang Somalia di Distrik Perbatasan Utara Kenya (wilayah yang dihuni oleh orang Somalia)[2][3][4] mencoba memisahkan diri dan bersatu dengan Somalia. Pemerintah Kenya menyebut konflik ini "shifta", yaitu istilah dalam bahasa Somalia yang berarti "maling".

Perang ini berakhir pada tahun 1967 setelah Perdana Menteri Republik Somalia Muhammad Haji Ibrahim Egal menandatangani gencatan senjata dengan Kenya di Arusha pada 23 Oktober 1967.[5]

Referensi

  1. Jacob Bercovitch and Richard Jackson, International Conflict : A Chronological Encyclopedia of Conflicts and Their Management 1945-1995 (1997)
  2. Africa Watch Committee, Kenya: Taking Liberties, (Yale University Press: 1991), p.269
  3. Women's Rights Project, The Human Rights Watch Global Report on Women's Human Rights, (Yale University Press: 1995), hlm.121
  4. Francis Vallat, First report on succession of states in respect of treaties: International Law Commission twenty-sixth session 6 May-26 July 1974, (United Nations: 1974), hlm. 20
  5. Standard, The. "Kenya's first secessionist war". The Standard (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-06-10.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan