Senin, 19 Oktober 2026
15:09 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Jermanisasi

Bagikan:
Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Januari 2018)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
  • Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
  • Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
  • Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
  • Setelah menerjemahkan, {{Translated|en|Germanisation}} harus ditambahkan di halaman pembicaraan untuk memastikan kesesuaian hak cipta.
  • Untuk panduan lebih lanjut, lihat Wikipedia:Panduan dalam menerjemahkan artikel.

Jermanisasi adalah penyebaran bahasa, orang-orang dan budaya atau kebijakan tertentu yang memperkenalkan perubahan-perubahan menginduk pada budaya orang-orang Jerman. Hal ini merupakan inti utama dari pemikiran warga Jerman yang konservatif pada abad ke-19 dan abad ke-20, pada masa ketika konservatisme dan nasionalisme berjalan beriringan. Dalam ilmu linguistik, Jermanisasi juga terjadi ketika ada sebuah kata dari bahasa jerman yang diadopsi ke dalam bahasa asing.

Di bawah kebijakan-kebijakan dari negara-negara seperti Negara Kebiaraan Teutonic (yang berasal dari wilayah Kekaisaran Romawi Suci), Austria, Kekaisaran jerman, dan Jerman Nazi, non-Jerman seringnya dilarang menggunakan bahasa ibu mereka,[1] negara mendiskriminasi tradisi dan budaya aseli mereka. Bila langkah-langkah tersebut tidak berhasil dalam pemberantasan warga non-Jerman, penjajah dan pemukim akan digunakan sebagai alternatif untuk mengganggu keseimbangan populasi. Dengan berlakunya Jermanisasi (misalnya di Prussia pada abad ke-13 oleh Ordo Teutonik tidak memiliki dasar kebijakan itu diberlakukan), Kristenisasi dan peperangan demi peperangan yang dilaksanakan oleh orang-orang yang berbahasa jerman, yang setelah penaklukan memegang pernanan politik dan ekonomis - tapi Jermanisasi kemudian menjadi sebuah ideologi berkarakter nasionalis langsung pada era selanjutnya. Selama era Nazi, Jermanisasi berubah menjadi kebijakan pembersihan etnis dan kemudian ke genosida terhadap beberapa etnis non-Jerman tertentu.

Referensi

  1. ↑ Interdiction of French language accompanied with fines and or jail, and destruction of any representation of France after the occupation of Alsace
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan