Senin, 28 September 2026
16:47 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Pengepungan Yorktown

Pengepungan Yorktown

330px-Surrender_of_Lord_Cornwallis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menyerahnya Cornwallis di Yorktown

Pengepungan Yorktown atau Pertempuran Yorktown tahun 1781 adalah kemenangan tentara Amerika Serikat di bawah pimpinan George Washington dan tentara Prancis di bawah Comte de Rochambeau terhadap tentara Britania Raya di bawah pimpinan Jendral Lord Cornwallis. Pertempuran ini merupakan pertempuran terakhir dalam Perang Revolusi Amerika.

Awal pengepungan

Pada tahun 1780, 5.500 tentara Prancis mendarat di Rhode Island untuk mendukung sekutu mereka tentara Inggris yang mengontrol New York City.

Tentara Prancis dan tentara Amerika bertemu di sebelah utara dari New York City pada musim panas tahun 1781. Waktu Comte De Grasse, pimpinan Angkatan Laut Prancis menyatakan keputusannya untuk menyerbu Yorktown, gabungan tentara Amerika Serikat dan Prancis bergerak menuju Virginia, untuk menipu tentara Inggris, seolah-olah mereka akan mengepung New York. De Grasse bergerak dari West Indies dan tiba di Teluk Chesapeake pada bulan Agustus, membawa pasukan bantuan dari melakukan blokade laut atas Yorktown.[1][2][2]

Pengepungan

Pada 26 September, pasukan Washington yang terdiri dari 8,000 Continentals, 7,800 orang Prancis, dan 3,100 milisi tiba untuk mengepung Yorktown.[3] Pada 5 Oktober, Washington melakukan pencangkulan pertama untuk pembangunan parit pengepungan.[4] Pada 7 Oktober, parit pengepungan Amerika-Prancis sudah mendekati garis Inggris, dan hanya berada sedikit diluar jangkauan senapan pasukan Inggris.[5] Pasukan Inggris mengalami ketakutan dan tembakan mereka melemah ketika melihat jumlah meriam yang dimiliki oleh Amerika-Prancis.[6] Pada 9 Oktober, pasukan Amerika-Prancis telah selesai mempersiapkan meriam-meriam mereka.[6] Tembakan dari meriam-meriam Amerika ini cukup efektif menghancurkan pertahanan Inggris.[7] Sebuah rumah besar di Yorktown yang diduga menjadi pusat komando dari Cornwallis ditembaki meriam dan dihancurkan.[8]

Penyerbuan dan akhirnya pertempuran

Setelah persiapan, tentara Amerika dan tentara Prancis memulai pengeboman atas Yorktown. Pada bulan Oktober, 1781, Washington mengirimkan dua kolom pasukan untuk menyerbu pertahanan luar Inggris yang terakhir, setelah kedua pertahanan luar ini ditembaki oleh meriam sepanjang hari untuk melemahkan mereka.[9] Tentara Prancis berhasil merebut Redoubt No. 9, sedangkan tentara Amerika di bawah komando Alexander Hamilton merebut Redoubt No.10.[10] Setelah dua pertahanan ini direbut, pasukan gabungan Amerika dan Prancis dapat melancarkan pengeboman yang lebih hebat. Pada tanggal 17 Oktober, Cornwallis menanyakan syarat penyerahan,[11] dan 2 hari kemudian, pada 19 Oktober, Cornwallis menyerahkan 7,000 tentara Inggris di Yorktown.[12] Negosiasi antara Amerika dan Inggris dimulai, yang berakhir dalam Perjanjian Paris (1783).[13]

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ Chávez p. 225
  2. 1 2 Lengel p. 335
  3. ↑ Davis p. 189
  4. ↑ Davis p. 208
  5. ↑ Davis p. 216
  6. 1 2 Davis p. 217
  7. ↑ Davis p. 218
  8. ↑ Davis p. 221
  9. ↑ Lengel p. 338
  10. ↑ Lengel p. 339
  11. ↑ Lengel p. 342
  12. ↑ Davis p. 265
  13. ↑ Fleming p. 312


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan