Jumat, 30 Oktober 2026
11:31 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pengeboman Jolo 2020

Pengeboman Jolo 2020

Bagikan:
Pengeboman Jolo 2020
Bagian dari Konflik Moro
250px-Ph_locator_barmm.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokasi Bangsamoro di Filipina
osm-intl,6,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pengeboman_Jolo_2020&revid=24805932&groups=_9019a0dc5faf53373e65a48ef3b624a229177c6d&parser=parsoid
LokasiJolo, Sulu, Bangsamoro, Filipina
Tanggal24 Agustus 2020 (2020-08-24)
Jenis serangan
Pengeboman
Serangan bunuh diri
SenjataBom
Tewas15
Luka75

Pengeboman Jolo 2020 terjadi pada 24 Agustus 2020. Serangan yang dilakukan oleh militan Islam Abu Sayyaf itu menewaskan setidaknya 14 orang dan melukai 75 lainnya. Serangan pertama terjadi dekat truk tentara ketika Angkatan Darat Filipina sedang melakukan upaya kemanusiaan COVID-19.[1] Serangan kedua berupa bom bunuh diri, dilakukan di dekat Katedral Bunda Maria dari Gunung Karmel. Gereja itu sebelumnya dibom pada 2019, menewaskan sedikitnya 20 orang.[2]

Latar Belakang

Selama lebih dari tiga dekade, militan Islam Abu Sayyaf melancarkan serangkaian serangan untuk memerdekakan Sulu dari Filipina. Sulu berpenduduk mayoritas Muslim, sedangkan Filipina mayoritas Katolik. Pada tahun 2004, mereka melancarkan serangan teroris terburuk dalam sejarah Filipina, membom sebuah kapal feri yang menewaskan 116 orang. Pada 2016, mereka berbaiat kepada ISIS. Ciri khas mereka adalah penggunaan alat peledak improvisasi dan menculik orang asing untuk mendapatkan uang tebusan, terutama di provinsi Sulu.[3]

Pada Agustus 2020 sebelum pengeboman, pemerintah Filipina menangkap sejumlah militan yang tergabung dalam organisasi Abu Sayyaf. Pasukan keamanan di Sulu bersiaga ketat untuk mengantisipasi serangan balasan.[4][5][6]

Serangan

Pada 24 Agustus 2020, sekitar pukul 11:54 siang, sebuah bom sepeda motor yang ditempatkan di samping truk militer meledak di luar Paradise Food Plaza di pusat kota Jolo, Sulu, menewaskan sejumlah tentara dan warga sipil. Polisi dan militer lalu menutup dan menjaga daerah sekitar ledakan pertama. Seorang pengebom bunuh diri perempuan mendekati kerumunan aparat dan berusaha memasuki daerah yang dijaga, tetapi ketika dia dicegat oleh seorang tentara, dia meledakkan bom yang dia bawa, membunuh dirinya, tentara yang mencegatnya serta tentara dan warga sipil lainnya. Ledakan kedua terjadi sekitar 100 meter dari ledakan pertama. Secara keseluruhan, tujuh tentara, satu petugas polisi, dan enam warga sipil tewas; dan 21 tentara, enam petugas polisi, dan 48 warga sipil terluka. Lokasi pengeboman itu dekat dengan lokasi pengeboman Katedral Jolo tahun 2019.[4][5][6][7]

Akibat

Sehari setelah serangan terjadi, milisi Islam Abu Sayyaf menyatakan bertanggung jawab atas kejadian ini.[8] Aparat keamanan menduga Mundi Sawadjaan sebagai dalang yang membuat bom dan mempersenjatai pelaku serangan. Seluruh kotamadya di provinsi Sulu diisolasi segera setelah ledakan.[6][7]

Reaksi

Dalam negeri

Segera setelah serangan itu, juru bicara kepresidenan Harry Roque mengutuk pemboman tersebut dengan mengatakan "pihak berwenang sekarang sedang melakukan penyelidikan, yang termasuk mengidentifikasi individu atau kelompok di balik serangan pengecut ini."[9] Sekretaris Kabinet Karlo Nograles mengutuk serangan itu dengan "kata yang paling kasar" dan mengatakan bahwa terorisme "tidak memiliki tempat di dunia yang beradab".[10] Dia juga berjanji akan menegakkan keadilan bagi mereka yang melakukan "serangan yang tidak manusiawi".[10]

Referensi

  1. ↑ Petty, Martin; (ed.) Davies, Ed; (ed.) Richardson, Alex (Agustus 24, 2020). "Twin bombings kill 15, wound scores in Philippine south". Reuters. Diakses tanggal Agustus 24, 2020.{{cite news}}: |last2= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Gutierrez, Jason (Agustus 24, 2020). "Two Explosions Rip Through Philippines, Killing at Least 14". The New York Times. Diakses tanggal Agustus 24, 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Philippines unrest: Who are the Abu Sayyaf group?". BBC World News. BBC. Oktober 16, 2017. Diakses tanggal Agustus 24, 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 "Philippines: Twin explosions hit Jolo, killing at least 14". BBC News. BBC. Agustus 24, 2020. Diakses tanggal Agustus 24, 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 "Two Explosions Rip Through Philippines, Killing at Least 14". NY Times. 24 Agustus 2020. Diakses tanggal 24 Agustus 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 3 Lacuata, Rose Carmelle (24 Agustus 2020). "Philippine military eyes Abu Sayyaf as responsible for twin Jolo bombing". ABS-CBN News. Diakses tanggal 24 Agustus 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 Andrade, Jeanette I.; Alipala, Julie S. (25 Agustus 2020). "Abu Sayyaf leader hunted after 2 blasts rock Jolo". Inquirer.net. Diakses tanggal 25 Agustus 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Maitem, Jeoffrey (25 Agustus 2020). "IS militants claim responsibility for Sulu blasts". Inquirer.net. Philippine Daily Inquirer. Diakses tanggal 25 Agustus 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "Philippines: Twin explosions hit Jolo, killing at least 14". BBC News. Agustus 24, 2020. Diakses tanggal Agustus 24, 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. 1 2 Kabiling, Genalyn (Agustus 24, 2020). "Gov't vows to hold bombing perpetrators accountable". Manila Bulletin. Diakses tanggal Agustus 24, 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan