Rabu, 14 Oktober 2026
11:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas

Pembantaian Manili

Peristiwa pembantain di Filipina (1971)

Bagikan:
Pembantaian Manili
osm-intl,6,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pembantaian_Manili&revid=29864428&groups=_bfc171080c7538da0d1843137d2b287e1797ef69&parser=parsoid
LokasiManili, Carmen, North Cotabato, Filipina
Tanggal19 Juni 1971
SasaranMuslim Filipina
Jenis serangan
Pembantaian
Tewas65-79

Pembantaian Manili adalah suatu kejadian pembunuhan massal 65-70 Muslim Moro, termasuk wanita dan anak-anak, yang terjadi di sebuah masjid di Manili, Carmen, North Cotabato, Filipina, pada 19 Juni 1971.

Kelompok militant Kristen Ilaga diduga berada di belakang penyerangan tersebut, tetapi terdapat tuduhan pula bahwa Konstabulari (polisi) Filipina juga terlibat atau berkolaborasi dengan Ilaga dalam insiden tersebut. Dalam kejadian tersebut, pihak berwajib tidak menemukan pihak yang dianggap bertanggung jawab.[1][2] Akibatnya, rasa ketidakpercayaan antara penduduk Muslim Moro terhadap tentara dan pemerintah Filipina yang mayoritas Kristen pun semakin memuncak.[3]

Kejadian tersebut menimbulkan reaksi keras dari Dunia Islam. Pemimpin Libya saat itu, Muammar Qaddafi, menanggapi kejadian itu dengan mengirimkan Menteri Penerangan Libya Saleh Buwaysir untuk menemui Presiden Ferdinand Marcos. Ia lalu menyatakan bahwa Libya berkeinginan memberikan bantuan kepada para pengungsi, dan bahwa Presiden Marcos telah menyambut baik isyarat ini.[4]

Dampak langsung dari kejadian itu ialah pada 15 Juli 1971, sekelompok 30 orang Muslim Filipina, yang terdiri dari senator, mantan senator, anggota kongres, pejabat tinggi pemerintah, pemimpin organisasi Islam, sarjana, intelektual agama, akademisi, profesional, dan pemimpin mahasiswa berkumpul dan menandatangani suatu manifesto kesepakatan untuk bersatu, yang pada 21 Juli 1971 diterbitkan di Manila Times. Pemimpin klan-klan Islam yang banyak bersaing secara politik dengan itu menyatakan bahwa kepentingan Bangsa Moro secara keseluruhan berada di atas kepentingan-kepentingan kelompok lokal mereka.

Di kemudian hari terbentuklah kelompok perjuangan Moro National Liberation Front (MNLF), Bangsamoro Liberation Organization (BMLO), Moro Islamic Liberation Front (MILF), dan organisasi lainnya yang melakukan perlawanan kepada pemerintah Filipina, yang mana banyak para pemimpin utamanya adalah dari penandatangan manifesto tersebut.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ http://www.usc.edu/dept/LAS/ir/cews/database/Moros/moros.pdf[pranala nonaktif permanen]
  2. ↑ "De Lima: "Oooops, sorry, it's Ampatuan Massacre not Maguindanao Massacre"". Minda2010.timonera.com. Januari 28, 2010. Diakses tanggal November 4, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Conflict Management and Dispute Settlement in East Asia. Ashgate Publishing, Ltd. 2013. hlm. 66. ISBN 1409489345.
  4. ↑ "Libya, Gaddafi and Mindanao | Newsbreak | Independent Journalism". Archives.newsbreak-knowledge.ph. Februari 21, 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-10-06. Diakses tanggal November 4, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan