Senin, 12 Oktober 2026
09:30 WIB
TERKINI
Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Lampung Cuaca Lampung 10 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Potensi Hujan Lokal Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Meroket di Akhir Pekan, Sentuh Rp2,5 Juta per Gram Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Lampung Cuaca Lampung 10 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Potensi Hujan Lokal Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Meroket di Akhir Pekan, Sentuh Rp2,5 Juta per Gram Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km

Pendidikan di Myanmar

Bagikan:

Pendidikan di Myanmar adalah penyelenggaran pendidikan di wilayah Myanmar yang mulai dirintis sejak masa pemerintahan Raja Mindon Min dari Dinasti Konbaung di Kerajaan Burma.[1] Pemerintah Myanmar menetapkan wajib belajar selama 11 tahun yang dimulai dari jenjang pendidikan dasar hingga jenjang pendidikan tinggi.[2] Sejak tahun 2003, Pemerintah Myanmar menetapkan kebijakan penggunaan teknologi komunikasi dan teknologi informasi mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga jenjang pendidikan tinggi.[3][4]

Perintisan

Perintisan pendidikan di Myanmar dilakukan oleh Raja Mindon Min dari Dinasti Konbaung ketika Myanmar masih berbentuk kerajaan bernama Kerajaan Burma. Raja Mindon Min memulai reformasi skala massal di Kerajaan Burma termasuk dalam bidang pendidikan. Reformasi dilakukan karena kekuasaan Dinasti Konbaung di Kerajaan Burma sedang terancam runtuh akibat tekanan politik oleh bangsa-bangsa dari Eropa khususnya Britania Raya. Selama masa pemerintahan Raja Mindon Min, berbagai sekolah untuk pendidikan dasar dibangun di wilayah Myanmar dengan anak-anak sebagai peserta didik. Selain itu, ia mengirim para pemuda yang merupakan rakyat di wilayah kekuasaan Kerajaan Burma untuk belajar di negara-negara yang ada di Eropa untuk menjadi guru di wilayah Myanmar setelah menyelesaikan pendidikan di luar negeri.[1]

Masa tempuh pendidikan

Pemerintah Myanmar menetapkan wajib belajar selama 11 tahun. Kewajiban belajar di Myanmar terbagi menjadi tiga yaitu kewajiban belajar selama lima tahun untuk pendidikan dasar, selama empat tahun untuk pendidikan menengah, dan selama dua tahun untuk pendidikan tinggi. Pengelolaan pendidikan di Myanmar diurusi oleh dua departemen pemerintahan yaitu Departemen Pendidikan Dasar dan Departemen Pendidikan Tinggi.[2]

Kebijakan

Pemerintah Myanmar menetapkan kebijakan penggunaan teknologi komunikasi dan teknologi informasi mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi di Myanmar.[3] Kebijakan ini telah berlaku sejak tahun 2003. Penggunaan teknologi komunikasi dan informasi menjadi kebijakan resmi di Myanmar untuk jenjang pendidikan dasar hingga jenjang perguruan tinggi. Para peserta didik diupayakan memiliki keterampilan berkaitan dengan teknologi komunikasi dan teknologi informasi setelah menempuh pendidikan pada jenjangnya masing-masing.[4]

Referensi

  1. 1 2 Wening, Laras (Juli 2025). Warisan Legenda Myanmar: Cerita Rakyat yang Abadi dan Memikat. HGU Publishing. hlm. 27–28.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 Marfauzi (Oktober 2021). Seri Negara ASEAN: Myanmar. Jakarta: Bumi Aksara. hlm. 60. ISBN 978-602-444-995-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 Waruwu, Y., dkk. (April 2024). Teknologi Pendidikan: Transformasi Pembelajaran di Era Digital. Badung: CV. Intelektual Manifes Media. hlm. 179. ISBN 978-623-8528-24-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Nata, Abuddin (Februari 2020). Pendidikan Islam di Era Milenial. Jakarta: Kencana. hlm. 271. ISBN 9786232183087.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan