Sabtu, 24 Oktober 2026
08:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Pendidikan di Kamerun

Pendidikan di Kamerun

Bagikan:
250px-Ecole_St_jean_bosco.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Douala
250px-Une_vue_de_l%27%C3%A9cole_publique_de_Mb%C3%B4_%28Bandjoun%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mbô (Bandjoun)
250px-CAM-Akonolinga-Entr%C3%A9e_de_l%27%C3%A9cole_primaire_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Akonolinga

Kamerun dianggap memiliki salah satu sistem pendidikan terbaik di Afrika. Sekolah tingkat dasar adalah cuma-cuma dan wajib. Menurut statistik, sekitar 70% dari anak-anak umur 6-12 tahun bersekolah. Tingkat melek huruf dewasa adalah 67,9%.[1] Di provinsi-provinsi selatan, sebagian besar anak usia sekolah dasar bersekolah. Namun di utara, bagian Kamerun yang terisolasi, persentasi ini lebih rendah. Kebanyakan anak sekolah di Kamerun tidak melanjutkan pendidikan setelah tingkat dasar. Dalam beberapa tahun terakhir ada kecenderungan anak-anak pintar bersekolah di luar negeri dan tinggal di sana, mengakibatkan "brain drain".

Dua sistem pendidikan terpisah digunakan di Kamerun setelah kemerdekaan. Sistem Kamerun timur didasarkan pada sistem Prancis, di barat pada sistem Inggris. Keduanya digabungkan pada 1976. Sekolah-sekolah Kristen adalah bagian penting dari sistem pendidikan. Kamerun juga memiliki sekolah guru dan pendidikan teknik.

Beberapa universitas di Kamerun:

Catatan

  1. ↑ UN human development indicators

Rujukan

Pranala luar

Pendidikan di Afrika
Negara
berdaulat
Afrika Utara
Afrika Barat
Afrika Tengah
Afrika Timur
Afrika Selatan
Negara dengan
pengakuan terbatas
Dependensi dan
wilayah lain
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan