Sabtu, 24 Oktober 2026
21:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Pendidikan di Afrika Selatan

Bagikan:

Pendidikan di Afrika Selatan adalah penyelenggaraan pendidikan di Afrika Selatan yang mulai dirintis secara formal sejak tahun 1658 dalam masa perbudakan pribumi Afrika Selatan.[1] Komponen pendidikan di Arfika Selatan terdiri dari pemerintah, masyarakat, peserta didik, orang tua peserta didik dan satuan pendidikan.[2] Setelah berakhirnya Apartheid di Afrika Selatan pada awal dasawarsa 1990-an, pemerintah Afrika Selatan mengadakan pendidikan dengan prinsip keadilan, persamaan hak dan rekonsiliasi nasional.

Perintisan

Pendidikan di Afrika Selatan mulai dirintis sejak pembangunan sekolah sebagai sarana pendidikan formal pada tahun 1658. Namun sekolah formal hanya dibangun untuk kaum penjajah di wilayah Afrika Selatan. Penduduk pribumi di Afrika Selatan saat itu masih dalam kondisi perbudakan. Kondisi pendidikan formal di Afrika Selatan berlaku hanya untuk para penjajah di Afrika Selatan hingga 150 tahun berikutnya. Pendidikan formal mulai diberikan keapada pribumi setelah Inggris menjadikan Afrika Selatan sebagai wilayah jajahannya.[1]

Komponen pendidikan

Komponen pendidikan di Arfika Selatan terdiri dari pemerintah, masyarakat, peserta didik, orang tua peserta didik dan satuan pendidikan. Satuan pendidikan di Afrika Selatan meliputi komponen peserta didik dan teman sebaya, organisasi siswa intra sekolah, kepala sekolah, guru umum, guru pembimbng khusus, dan tenaga kepemimpinan. Komponen pendidikan lain dalam sistem pendidikan di Afrika Selatan adalah praktik pembelajaran serta ruang kelas dan sistem pendukung di dalam kelas dan pembelajaran.[2]

Kebijakan

Pada awal dasawarsa 1990-an, Apartheid yang berlangsung di Afrika Selatan telah berakhir sehingga pemerintahan di Afrika Selatan mengalami pembaharuan termasuk dalam bidang pendidikan. Bidang pendidikan diurusi oleh Pemerintah Afrika Selatan dengan prinsip keadilan, persamaan hak dan rekonsiliasi nasional. Pemerintah Afrika Selatan menerapkan pendidikan multikulutral untuk mengakhiri diskriminasi ras yang terjadi dalam bidang pendidikan pada masa Apartheid. Pendidikan di Afrika Selatan diadakan di sekolah sebagai penerapan prinsip persamaan hak di Afrika Selatan. Kemudian pada tahun 2005, Pemerintah Afrika Selatan menetapkan Kurikulum 2005 yang menganut prinsip hak asasi manusia, demokrasi dan penghormatan terhadap keberagaman.[3]

Referensi

  1. 1 2 Agustian, Murniati (2019). Pendidikan Multikultural. Jakarta: Penerbit Universitas Katolik Atma Jaya. hlm. 20. ISBN 978-602-5526-80-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 Dewi, E. M.. P., dkk. (Februari 2024). Pendidikan Indonesia di Era Globalisasi: Tantangan Dan Peluang. Klaten: Nas Media Pustaka. hlm. 21. ISBN 978-623-155-518-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Irnawati, dkk. (Mei 2025). Pendidikan Multikultural: Teori, Praktik, dan Transformasi Sosial. Pekalongan: PT. Nasya Expanding Management. hlm. 40. ISBN 978-623-115-865-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan