Minggu, 18 Oktober 2026
13:27 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Pendekar Bambu Kuning

Pendekar Bambu Kuning

film Indonesia tahun 1971

Bagikan:
Pendekar Bambu Kuning
250px-Pendekar_Bambu_Kuning_%281971%3B_reverse%3B_wiki%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SutradaraPitrajaya Burnama
ProduserTien Samatha
Ditulis olehPitrajaya Burnama
U Syahbudin
PemeranRatno Timoer
Rita Zahara
Fara Noor
Kandar Sinyo
Camelia Malik
S Parya
Nuke Maya Saphira
Ismar Lubis
Moh Mochtar
MS Derita
Nurnaningsih
Tutie Kirana
Penata musikIdris Sardi
Suparman Sidik
SinematograferAkin
EditorTantra Surjadi
DistributorPT Daya Istri Film
Durasi... Menit
NegaraIndonesia

Pendekar Bambu Kuning adalah film bergenre action Indonesia yang diproduksi pada tahun 1971 dengan disutradarai oleh Pitrajaya Burnama dan dibintangi antara lain oleh Ratno Timoer, Rita Zahara, Fara Noor dan pemain lainnya.

Sinopsis

Di lembah Merapi tumbuh sejenis jamur sakti yang bisa membuat orang muda terus dan memiliki kekuatan gaib. Pendekar Bambu Kuning (Ratno Timoer) diutus gurunya untuk mengambil bunga jamur ajaib itu yang hanya tumbuh sekali dalam sepuluh musim. Yang berniat sama banyak pendekar lain, baik dari kalangan hitam maupun putih. Karena tidak ada yang berhasil, maka rasa dongkol disalurkan dengan menghancurkan desa Batu Lumpang. Kekacauan desa diatasi oleh Bambu Kuning, tetapi anak pak lurah terbawa gerombolan iblis betina Dewi Biru (Rita Zahara), yang memulai kekacauan dan diikuti oleh gerombolan-gerombolan lain. Maka Bambu Kuning datang ke markas iblis betina itu dan dengan bantuan Dewi Hijau (Camelia Malik), Bambu Kuning bisa mengalahkan musuh-musuhnya dan membebaskan putri pak lurah.[1]

Referensi

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik film Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan