Rabu, 04 November 2026
17:32 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Pencemaran genetik

Bagikan:

Pencemaran genetik adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan aliran gen yang tidak terkendali[1][2] ke dalam populasi liar. Pencemaran genetik umumnya didefinisikan sebagai "penyebaran gen yang terkontaminasi dan termodifikasi dari organisme hasil rekayasa genetika ke organisme alami, khususnya melalui penyerbukan silang",[3] tetapi kemudian istilah dikembangkan untuk mencakup arti yang lebih luas. Pencemaran ini berkaitan dengan konsep genetika populasi aliran gen dan penyelamatan gen, di mana materi genetik diintroduksi untuk meningkatkan kecocokan populasi.[4] Peristiwa ini dapat dianggap sebagai pencemaran apabila hal tersebut memberi dampak negatif terhadap populasi aslinya, terutama melalui depresi perkawinan luar dan introduksi fenotipe yang tidak diinginkan, yang dapat menyebabkan kepunahan.

Selama bertahun-tahun, berbagai ahli biologi konservasi dan konservasionis telah menggunakan istilah pencemaran genetik untuk menjelaskan aliran gen dari populasi spesies pendatang, invasif, domestik, atau yang gennya telah direkayasa ke populasi spesies liar atau pribumi, yang dianggap sebagai suatu hal yang tidak diinginkan.[1][5][6] Sementara itu, pada bidang pertanian, wanatani, dan peternakan, istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan aliran gen di antara spesies hasil seleksi buatan dengan spesies kerabat liarnya. Penggunaan kata "pencemaran" digunakan untuk menyatakan bahwa pencampuran informasi genetik adalah hal yang buruk bagi lingkungan. Namun, mengingat pencampuran informasi genetik dapat menyebabkan hasil yang berbeda, maka kata "pencemaran" mungkin tidak selalu menjadi istilah yang tepat.

Referensi

  1. 1 2 Boffey PM (Desember 13, 1983). "Italy's Wild Dogs Winning Darwinian Battle". The New York Times. Although wolves and dogs have always lived in close contact in Italy and have presumably mated in the past, the newly worrisome element, in Dr. Boitani's opinion, is the increasing disparity in numbers, which suggests that interbreeding will become fairly common. As a result, genetic pollution of the wolf gene pool might reach irreversible levels, he warned. By hybridization, dogs can easily absorb the wolf genes and destroy the wolf, as it is, he said. The wolf might survive as a more doglike animal, better adapted to living close to people, he said, but it would not be what we today call a wolf.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Ellstrand NC (2001). "When Transgenes Wander, Should We Worry?". Plant Physiol. 125 (4): 1543–1545. doi:10.1104/pp.125.4.1543. PMC 1539377. PMID 11299333.
  3. ↑ "the definition of genetic pollution". Dictionary.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-04-30. Diakses tanggal 2018-04-30.
  4. ↑ Waller, Donald M. (Juni 2015). "Genetic rescue: a safe or risky bet?". Molecular Ecology. 24 (11): 2595–2597. Bibcode:2015MolEc..24.2595W. doi:10.1111/mec.13220. ISSN 1365-294X. PMID 26013990. S2CID 11573077.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Butler D (18 Agustus 1994). "Bid to protect wolves from genetic pollution". Nature. 370 (6490): 497. Bibcode:1994Natur.370..497B. doi:10.1038/370497a0.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Potts BM, Barbour RC, Hingston AB, Vaillancourt RE (2003). "Corrigendum to: TURNER REVIEW No. 6 Genetic pollution of native eucalypt gene pools—identifying the risks". Australian Journal of Botany. 51 (3): 333. Bibcode:2003AuJB...51..333P. doi:10.1071/BT02035_CO.
Ikon rintisan

Artikel bertopik ekologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Fenomena
Kata emas (Incilius periglenes), spesies kata yang telah dinyatakan punah (terakhir terlihat pada tahun 1989)
Pemodelan
Penyebab
Teori
dan konsep
Kepunahan massal
Besar
Lainnya
Spesies punah
Organisasi
Lihat pula
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan