Senin, 26 Oktober 2026
02:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Peristiwa Lau

Bagikan:
Garis waktu grafis Silur
−444 —
–
−442 —
–
−440 —
–
−438 —
–
−436 —
–
−434 —
–
−432 —
–
−430 —
–
−428 —
–
−426 —
–
−424 —
–
−422 —
–
−420 —
–
−418 —
 
 
 
 
 
 
←
←
←
Subdivisi zaman Silur menurut ICS, pada tahun 2021.[3]
Skala sumbu vertikal: jutaan tahun silam.

Peristiwa Lau merupakan peristiwa kepunahan massal yang terakhir dari tiga peristiwa kepunahan kecil hingga menengah yang terjadi selama periode Silur, bersama dengan peristiwa Ireviken dan Mulde.[4] Peristiwa ini memiliki dampak signifikan terhadap fauna conodont, sementara graptolit tampak relatif tidak terpengaruh. Namun, kelompok graptolit mengalami kepunahan segera setelahnya dalam peristiwa yang dikenal sebagai peristiwa Kozlowskii. Beberapa peneliti berhipotesis bahwa peristiwa Kozlowskii mungkin sejaman dengan peristiwa Lau, dan ketidaksamaan waktu yang terlihat disebabkan oleh faktor tafonomi, yakni proses preservasi fosil yang tidak merata.[5]

Peristiwa Lau bertepatan dengan titik terendah global permukaan laut, yang dipicu oleh mekanisme glasioeustasi, yaitu penurunan permukaan laut akibat akumulasi es di kutub. Peristiwa ini juga diikuti oleh perubahan isotop geokimia dalam tahap fauna Ludfordianakhir, serta pergeseran waktu deposisi yang menandai perubahan kondisi lingkungan laut pada saat itu.[6]

Dampak Biologis

Peristiwa Lau dimulai pada awal Ludfordian akhir, sebuah subdivisi dari tahap Ludlow, sekitar 420 juta tahun yang lalu. Lapisan batuannya paling baik terekspos di Gotland, Swedia, dan peristiwa ini dinamai berdasarkan paroki Lau di wilayah tersebut. Titik awal peristiwa ditandai dengan datum kepunahan pertama pada lapisan Eke. Meskipun data fosil terbatas, analisis menunjukkan bahwa sebagian besar kelompok utama mengalami peningkatan laju kepunahan selama periode ini. Secara global, perubahan signifikan terlihat pada batuan yang berkorelasi, dengan indikasi krisis ekologis pada populasi conodont dan graptolit.[7]

Secara khusus, conodont mengalami dampak signifikan pada peristiwa Lau, sedangkan graptolit lebih terdampak pada ekskursi isotop, yaitu perubahan atau fluktuasi mendadak dalam rasio isotop tertentu dalam catatan geokimia batuan berikutnya.[6] Kepunahan lokal juga kemungkinan berperan di berbagai wilayah, terutama di cekungan laut yang semakin tertutup, seperti cekungan Welsh. Meski peristiwa ini diberi peringkat keparahan 6,2 dari skala kepunahan relatif, banyak bentuk kehidupan berhasil bertahan dan kembali muncul setelah peristiwa, kemungkinan melalui tempat perlindungan ekologis atau lingkungan yang tidak terawetkan dalam catatan geologi.[8]

Berdasarkan kronologi peristiwa, diduga peristiwa Lau turut menyebabkan punahnya kelompok palaeoscolecid.[9] Meskipun kehidupan laut bertahan pasca-peristiwa, struktur komunitas ekologi mengalami perubahan permanen, sehingga banyak spesies gagal mengembalikan posisi mereka dalam ceruk ekologis sebelumnya. Peristiwa Lau menyoroti bagaimana perubahan lingkungan global, seperti penurunan permukaan laut dan fluktuasi kondisi kimia laut dapat memicu kepunahan selektif dan secara signifikan memengaruhi dinamika evolusi fauna.[10]

Referensi

  1. ↑ Jeppsson, L.; Calner, M. (2007). "The Silurian Mulde Event and a scenario for secundo—secundo events". Earth and Environmental Science Transactions of the Royal Society of Edinburgh. 93 (02): 135–154. doi:10.1017/S0263593300000377.
  2. ↑ Munnecke, A.; Samtleben, C.; Bickert, T. (2003). "The Ireviken Event in the lower Silurian of Gotland, Sweden-relation to similar Palaeozoic and Proterozoic events". Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology. 195 (1): 99–124. doi:10.1016/S0031-0182(03)00304-3.
  3. ↑ "Chart/Time Scale". www.stratigraphy.org. International Commission on Stratigraphy.
  4. ↑ Bond, David P. G.; Grasby, Stephen E. (2017-07-15). "On the causes of mass extinctions". Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology. Mass Extinction Causality: Records of Anoxia, Acidification, and Global Warming during Earth's Greatest Crises. 478: 3–29. doi:10.1016/j.palaeo.2016.11.005. ISSN 0031-0182.
  5. ↑ Frýda, Jiří; Lehnert, Oliver; Joachimski, Michael M.; Männik, Peep; Kubajko, Michal; Mergl, Michal; Farkaš, Juraj; Frýdová, Barbora (2021-09-01). "The Mid-Ludfordian (late Silurian) Glaciation: A link with global changes in ocean chemistry and ecosystem overturns". Earth-Science Reviews. 220: 103652. doi:10.1016/j.earscirev.2021.103652. ISSN 0012-8252.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  6. 1 2 Loydell, David K. (2007). "Early Silurian positive δ13C excursions and their relationship to glaciations, sea-level changes and extinction events". Geological Journal (dalam bahasa Inggris). 42 (5): 531–546. doi:10.1002/gj.1090. ISSN 1099-1034.
  7. ↑ Urbanek, Adam (1993-07-01). "Biotic crises in the history of Upper Silurian graptoloids: A Palaeobiological model". Historical Biology. 7 (1): 29–50. doi:10.1080/10292389309380442. ISSN 0891-2963.
  8. ↑ Jeppsson, L. (1998). Silurian oceanic events: summary of general characteristics. Landing, E. & Johnson, M.E. (Eds). Silurian Cycles: Linkages of Dynamic Stratigraphy with Atmospheric, Oceanic, and Tectonic Changes. James Hall Centennial Volume, 491, hlm. 239–257.
  9. ↑ Howard, Richard J.; Parry, Luke A.; Clatworthy, Innes; D'Souza, Leila; Edgecombe, Gregory D. (2024). "Palaeoscolecids from the Ludlow Series of Leintwardine, Herefordshire (UK): the latest occurrence of palaeoscolecids in the fossil record". Papers in Palaeontology (dalam bahasa Inggris). 10 (3): e1558. doi:10.1002/spp2.1558. ISSN 2056-2802.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  10. ↑ Jeppsson, Lennart; Aldridge, Richard J. (2000-11). "Ludlow (late Silurian) oceanic episodes and events". Journal of the Geological Society (dalam bahasa Inggris). 157 (6): 1137–1148. doi:10.1144/jgs.157.6.1137. ISSN 0016-7649.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan