Minggu, 11 Oktober 2026
19:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Perlawanan Prancis

Perlawanan Prancis

Bagikan:
Perlawanan Prancis
Bagian dari Perlawanan selama Perang Dunia II
330px-Members_of_the_Maquis_in_La_Tresorerie.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para anggota Maquis di dekat Boulogne-sur-Mer pada bulan September 1944
TanggalJuni 1940–Oktober 1944
Lokasi
Hasil

Kemenangan Prancis

  • Penarikan pasukan Jerman dari Prancis
Pihak yang terlibat
    • Pasukan Kemerdekaan Prancis Kelompok perlawanan
    • (secara resmi berganti nama menjadi Pasukan Dalam Negeri Prancis setelah Juni 1944)
    • Didukung oleh:
    •  Britania Raya
    •  Amerika Serikat
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Jerman Nazi Otto von Stülpnagel
Jerman Nazi Karl-Heinrich von Stülpnagel
Prancis Vichy Philippe Pétain
Prancis Vichy Joseph Darnand
Pasukan Kemerdekaan Prancis Charles de Gaulle
Pasukan Kemerdekaan Prancis Jean Moulin Dihukum mati
Pasukan yang terlibat
250px-Croix_de_Lorraine2.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salib Lorraine, yang dipilih oleh Jenderal Charles de Gaulle sebagai simbol Perlawanan[1]

Perlawanan Prancis (Bahasa Prancis: La Résistance) adalah nama yang digunakan untuk menyebut gerakan pada Perang Dunia II yang melawan pendudukan Nazi dan rezim boneka Vichy di Prancis. Kelompok-kelompok perlawanan ini beranggotakan pria dan wanita bersenjata (biasa disebut maquis), penerbit koran dan pembuat film tersembunyi, dan jaringan untuk membantu tentara Sekutu. Perlawanan Prancis bekerja sama dengan agen rahasia dan pasukan khusus Sekutu, khususnya dalam bidang intelijen dan sabotase. Para anggota perlawanan ini berasal dari segala lapisan masyarakat Prancis, termasuk para émigré, akademisi, mahasiswa, aristokrat, penganut Katolik Roma konservatif (termasuk para imam), penganut Protestanisme, penganut agama Yahudi, penganut Islam, kaum liberal, kaum anarkis, komunis, bahkan sampai beberapa fasis.

Perlawanan Prancis memainkan peran penting dalam memfasilitasi laju cepat pasukan Sekutu ke Prancis pada Invasi Normandia tanggal 6 Junia 1944 dan Invasi Provence tanggal 15 Agustus 1944 dengan memberi intelijen militer tentang Tembok Atlantik, penyebaran pasukan, dan urutan tempur pasukan Jerman.

Setelah pendaratan Normandia dan Provence, komponen paramiliter dari Perlawanan Prancis diorganisasi lebih formal kedalam hierarki unit-unit operasional yang dinamakan Pasukan Interior Prancis (Forces françaises de l'Intérieur). FFI diperkirakan mempunyai kekuatan 100,000 prajurit pada tanggal 7 Juni 1944, dan terus meningkat sampai menyentuh angka 400,000 pada bulan Oktober. Walau terkadang bermasalah, tapi FFI sukses membangun kembali kekuatan Prancis dan menjadi kekuatan terbesar ke-4 di Eropa pada Hari Kemenangan 8 Mei 1945.

Bacaan lanjutan

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  1. ↑ Pharand 2001, hlm. 169. sfn error: tanpa target: CITEREFPharand2001 (bantuan)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan