Jumat, 16 Oktober 2026
21:36 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Pembantaian Fokaia

Pembantaian Fokaia

genosida oleh Turki Utsmaniyah terhadap bangsa Yunani di Fokaia

Bagikan:
250px-Phocaea_massacre_Sartiaux_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fokaia yang terbakar selama pembantaian oleh ireguler Turki

Pembantaian Fokaia (bahasa Yunani:Η Σφαγή της Φώκαιας, I Sfagí tis Fókaias) terjadi pada Juni 1914 sebagai bagian dari kebijakan pembersihan etnis Kesultanan Utsmaniyah.[1] Pembantaian ini dilakukan oleh kelompok-kelompok Turki terhadap kota Fokaia (kini Foça) di pesisir timur Laut Aegea yang didominasi etnis Yunani. Peristiwa ini adalah bagian dari kampanye genosida anti-Yunani lebih besar yang dilancarkan oleh otoritas Utsmaniyah Turk Muda, yang meliputi boikot, intimidasi, deportasi paksa dan pembantaian masif,[2] serta merupakan salah salah satu serangan paling buruk dalam kampanye ini.[1]

Catatan kaki

  1. 1 2 Bjornlund, 2013: p. 40
  2. ↑ Lieberman, 2013: pp. 79–80

Rujukan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan