Rabu, 04 November 2026
00:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Kebakaran Besar Smyrna

Bagikan:

Kebakaran Besar Smyrna atau Malapetaka Smyrna[1][2] (bahasa Yunani:Καταστροφή της Σμύρνης, "Malapetaka Smyrna"; bahasa Turki:1922 İzmir Yangını, "Kebakaran Izmir 1922"; bahasa Armenia:Զմյուռնիոյ Մեծ Հրդեհ) adalah kebakaran yang menghancurkan sebagian besar kota pelabuhan Smyrna (Izmir modern) pada September 1922. Saksi mata melaporkan bahwa kebakaran bermula pada 13 September 1922[3] dan berlangsung hingga sebagian besar apinya dapat dipadamkan pada 22 September. Peristiwa ini terjadi empat hari setelah pasukan Turki merebut kembali kota tersebut pada 9 September 1922, secara efektif mengakhiri Perang Yunani-Turki di medan laga, lebih dari tiga tahun sejak pasukan Yunani berlabuh di Smyrna pada 15 Mei 1919. Perkiraan korban jiwa orang Yunani dan Armenia yang disebabkan oleh kebakaran ini berkisar antara 10,000[4][5] hingga 100,000.[6][7]

Catatan kaki

  1. ↑ Stewart, Matthew. "Catastrophe at Smyrna." History Today, Volume: 54 Issue 7.
  2. ↑ Tsounis, Catherine (2010-09-08). "Remembering Smyrna: The Asia Minor Catastrophe". Queens Gazatte. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-15. Diakses tanggal 2011-05-13.
  3. ↑ Horton, George. The Blight of Asia. Indianapolis: The Bobbs-Merrill Company, 1926; repr. London: Sterndale Classics and Taderon Press, 2003, p. 96.
  4. ↑ Biondich, Mark. The Balkans: Revolution, War, and Political Violence Since 1878. Oxford University Press, 2011. p. 92
  5. ↑ Naimark, Norman M. Fires of Hatred: Ethnic Cleansing in Twentieth-Century Europe. Cambridge: MA: Harvard University Press, 2002, p. 52.
  6. ↑ Rudolph J. Rummel, Irving Louis Horowitz (1994). "Turkey's Genocidal Purges". Death by Government. Transaction Publishers. ISBN 978-1-56000-927-6.{{cite book}}: Periksa nilai |first=, p. 233.
  7. ↑ Naimark. Fires of Hatred, pp. 47-52.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Great Fire of Smyrna.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan