Kamis, 22 Oktober 2026
02:11 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Pembantaian Hamid

Pembantaian Hamid

Bagikan:
Pembantaian Hamid
Bagian dari Penindasan orang Armenia
330px-1895erzurum-victims.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto orang Armenia yang dibunuh di Erzerum. Foto diabadikan pada November 1895 oleh William Sachtleben[1]
LokasiKesultanan Utsmaniyah
Tanggal1894–1896
SasaranWarga Armenia dan Asiria
Jenis serangan
Pembantaian, penjarahan
Tewas200.000–300.000
PelakuPemerintahan Sultan Abdul Hamid II

Pembantaian Hamid (bahasa Armenia:Համիդյան ջարդեր, bahasa Turki:Hamidiye Katliamı), juga disebut Pembantaian Orang-Orang Armenia 1892–1896[2] and Great Massacres,[2] adalah sejumlah pembantaian terhadap orang-orang Armenia yang dilancarkan pada pertengahan tahun 1890-an di Kesultanan Utsmaniyah. Jumlah korban jiwa diperkirakan berkisar dari 80.000 hingga 300.000,[3] dan 50.000 anak-anak menjadi yatim piatu.[4] Pembantaian ini dinamai dari Sultan Abdul Hamid II, yang telah menegakkan kembali Pan-Islamisme sebagai ideologi negara untuk mempertahankan kesatuan negaranya.[5] Walaupun pembantaian ini khususnya menyerang orang Armenia, peristiwa ini juga berujung pada pembantaian orang-Kristen di beberapa tempat, seperti di Diyarbekir pada tahun 1895 yang mengakibatkan tewasnya 25.000 orang Asiria (lihat genosida Asiria).[6]

Pembantaian ini dimulai di wilayah pedalaman Kesultanan Utsmaniyah pada tahun 1894 sebelum akhirnya menyebar luas pada tahun-tahun berikutnya. Sebagian besar pembunuhan terjadi dari tahun 1894 hingga 1896. Pembantaian ini mulai sirna pada tahun 1897 setelah dunia internasional mengecam Sultan Abdul Hamid. Meskipun begitu, selama terjadinya pembantaian ini, aparat Utsmaniyah tidak membedakan umur atau jenis kelamin.[7] Peristiwa ini terjadi saat telegraf dapat digunakan untuk menyebarkan berita ke seluruh dunia, dan pembantaian ini diulas oleh media-media di Eropa Barat dan Amerika Serikat.

Catatan kaki

  1. ↑ "The Graphic" (dalam bahasa Inggris). Desember 7, 1895. hlm. 35. Diakses tanggal 2018-02-05 – via The British Newspaper Archive.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Adalian, Rouben Paul (2010), Historical Dictionary of Armenia (Edisi 2nd), Lanham, MD: Scarecrow, hlm. 154.
  3. ↑ Akçam, Taner (2006) A Shameful Act: The Armenian Genocide and the Question of Turkish Responsibility hlm. 42, Metropolitan Books, New York ISBN978-0-8050-7932-6
  4. ↑ "Fifty Thousand Orphans made So by the Turkish Massacres of Armenians", The New York Times, Desember 18, 1896, The number of Armenian children under twelve years of age made orphans by the massacres of 1895 is estimated by the missionaries at 50.000{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link).
  5. ↑ Akçam 2006, hlm. 44. sfn error: tanpa target: CITEREFAkçam2006 (bantuan)
  6. ↑ Angold, Michael (2006), O'Mahony, Anthony (ed.), Cambridge History of Christianity, vol. 5. Eastern Christianity, Cambridge University Press, hlm. 512, ISBN 978-0-521-81113-2.
  7. ↑ Cleveland, William L. (2000). A History of the Modern Middle East (Edisi 2nd). Boulder, CO: Westview. hlm. 119. ISBN 0-8133-3489-6.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan