Jumat, 23 Oktober 2026
21:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Peginterferon alfa-2b

Bagikan:
Peginterferon alfa-2b
Data klinis
Nama dagangPegIntron, Sylatron, ViraferonPeg, lainnya
AHFS/Drugs.com
MedlinePlusa605030
License data
Kategori
kehamilan
  • C, X (dengan ribavirin)
Rute
pemberian
subQ
Kode ATC
Data farmakokinetika
Waktu paruh eliminasi22–60 hrs
Pengenal
  • PEGylated human interferon alpha 2b
Nomor CAS
IUPHAR/BPS
DrugBank
ChemSpider
  • none
UNII
KEGG
ChEMBL
ECHA InfoCard100.208.164 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC860H1353N229O255S9
Massa molar19269.1 g/mol
 ☒NcheckY (what is this?)  (verify)

Peginterferon alfa-2b, dijual dengan merk dagang PegIntron, adalah obat yang digunakan untuk mengobati hepatitis C dan melanoma.[1] Untuk mengobati hepatitis C, obat ini digunakan bersamaan dengan ribavirin dan kemungkinan sembuhnya berkisar antara 33 hingga 82%.[1][2] Untuk mengobati melanoma, obat ini diberikan sebagai tambahan dari operasi.[1]

Obat ini disuntikkan ke dalam kulit.[1] Efek samping yang sering muncul adalah sakit kepala, rasa lelah, perubahan suasana hati, susah tidur, rambut rontok, mual, rasa sakit di tempat penyuntikan, dan demam.[1] Efek samping parah yang dapat terjadi adalah psikosis, gangguan hati, trombus, infeksi, atau detak jantung yang tidak tetap.[1]

Penggunaan obat ini diizinkan di Amerika Serikat pada tahun 2001.[1] Obat ini termasuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[3] Harga grosiran di negara berkembang berkisar antara 500 hingga 4.800 dolar Amerika untuk penanganan selama dua belas minggu.[4] Di Amerika Serikat, biayanya bisa mencapai 8.400 dolar Amerika,[5] sementara di Britania Raya biasanya hanya 1.595 poundsterling.[6]

Catatan kaki

  1. 1 2 3 4 5 6 7 "Peginterferon Alfa-2b (Professional Patient Advice) - Drugs.com". www.drugs.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Januari 2017. Diakses tanggal 12 Januari 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "ViraferonPeg Pen 50, 80, 100, 120 or 150 micrograms powder and solvent for solution for injection in pre-filled pen CLEAR CLICK - Summary of Product Characteristics (SPC) - (eMC)". www.medicines.org.uk. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Januari 2017. Diakses tanggal 12 Januari 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "WHO Model List of Essential Medicines (19th List)" (PDF). World Health Organization. April 2015. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 13 Desember 2016. Diakses tanggal 8 Desember 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Inclusion of the injectable formulation of peginterferon alfa-2a and -2b is proposed for the treatment of hepatitis C among adults" (PDF). who.int. hlm. 11. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 13 Januari 2017. Diakses tanggal 12 Januari 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Peginterferon alfa-2b (PegIntron) - Treatment - Hepatitis C Online". www.hepatitisc.uw.edu. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Desember 2016. Diakses tanggal 12 Januari 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ British national formulary : BNF 69 (Edisi 69). British Medical Association. 2015. hlm. 639. ISBN 9780857111562.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan