| Pecut kuda | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Asteridae |
| Ordo: | Lamiales |
| Famili: | Verbenaceae |
| Genus: | Stachytarpheta |
| Spesies: | S. jamaicensis |
| Nama binomial | |
| Stachytarpheta jamaicensis | |
| Sinonim[2] | |
| |
Pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis) adalah salah satu tanaman liar yang hidup di Indonesia.[3] Nama pecut kuda adalah nama lokal tanaman ini di Indonesia, sedangkan nama ilmiah dari tanaman ini adalah Stachytarpheta jamaicensis.[4] Masyarakat Filipina menyebut tanaman pecut kuda dengan sebutan Kandikandilaan dan di Cina disebut dengan istilah Yulongbian.[3] Tanaman ini berasal dari daerah selata Florida.[5] Tanaman pecut kuda juga dikenal sebagai gulma di beberapa negara, keberadaan tanaman pecut kuda dapat mengganggu pertumbuhan tanaman lain yang dibudidayakan.[5] Tanaman ini, biasanya menjadi gulma pada area perkebunan.[5] Nama pecut kuda diambil dari bentuk tangkai bunga dan bunga yang membentuk seperti pecut pada kereta kuda.[6] Pecut kuda adalah bahasa jawa dari cemeti atau cambuk yang sering digunakan oleh kusir kereta kuda untuk memberikan perintah kuda supaya berjalan, berlari atau berhenti.[6]
Gambaran
Tanaman pecut kuda memiliki tinggi antara 1 meter hingga 3 meter.[5] Tanaman ini memiliki daun berwana hijau sepanjang tahun di semua musim.[5] Daun pecut kuda tersusun secara berlawanan pada batang utama.[5] Bentuk daunnya adalah mulai dari bulat hingga lonjong dengan tepi daun bergerigi kecil dan pangkal daunnya tidak berteoreh.[5] Permukaan daun pecut kuda, memiliki tekstur berkerut seperti kulit jeruk tetapi kerutannya lebih tajam.[5] Ukuran daun tidak terlalu besar, yaitu lebarnya antara 1 sampai 4,5 inchi dan panjang daun antara 3/4 sampai 2,5 inchi.[5] Daun pecut kuda yang terpapar sinar matahari seharian penuh akan berwarna hijau gelap atau hijau tua.[5]
Tanaman pecut kuda adalah tanaman yang berbunga sepanjang tahun, tetapi tanaman ini bunganya lebih sedikit saat bulan Desember hingga Februari.[5] Bunga pecut kuda berwarna ungu dan ada pula yang ungu kebiruan.[5] Kelopak bunga terletak pada sebuah tangkai berwarna hijau dan seperti bersisik.[5] Setiap satu tangkai panjang terdiri dari beberapa bunga yang mengumpul sepanjang tangkai.[5] Lebar bunga kurang lebih 03 inchi.[5] Mahkota bunga rata-rata terdiri dari kelopak bunga yang berjumlah lima atau ganjil.[5] Keunikan bungan pecut kuda adalah bunga awalnya berupa kuncup di sepanjang tangkai bersisik kemudian mulai dari bawah kuncup akan mekar beurutan terus sampai ke ujung tangkai.[5] Bunga yang sudah mekar hanya tahan dalam waktu sehari semudian digantikan oleh kuncup diatasnya yang mekar.[5]
Batang tumbuhan pecut kuda termauk ke dalam batang berkayu, meskipun kecil.[7] Seluruh permukaan batang berwarna hijau tua sama dengan warna daunnya.[7] Batang tanaman juga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan secara vegetatif buatan, sedangkan secara generatif tumbuhan ini berkembangbiak dengan menggunakna bijinya.[7] Akar pecut kuda termasuk jenis akar tunggang.[7]
Habitat
Tanaman pecut kuda dapat ditemukan di pinggir jalan dan kebun-kebun yang tidak terawat.[5] Pecut kuda biasa hidup di padang rumput dan area terbuka yang mendapatkan sinar matahari.[5] Tanaman tersebut juga biasanya ditemukan pada ketinggian Hingga 700 meter di atas permukaan laut.[5] Pecut kuda lebih tumbuh subur pada tanah berpasir.[5]
Manfaat
Pecut kuda memiliki beberapa manfaat bagi kehidupan manusia yaitu untuk obat.[8] Tumbuhan pecut kuda memiliki kanduangan kimia seperti alkaloid fan glikosa.[8] Alkaloid dan glikosa dapat menangani penyakit amandel, radang tenggorokan, batuk dan hepatitis A.[8] Bagian tanaman yang sering digunakan untuk pengobatan adalah bunga, akar dan daunnya.[8] Tanaman pecut kuda juga dapat digunakan untuk mengobati infeksi kencing batu, reumatik, haid tidak teratur dan keputihan.[6] Bunga dan tangkai pecut kuda dapat mengobati radang hati atau hepatitis A.[9] Keputihan yang sering dialami oleh wanita juga dapat diatasi menggunakan air rebusan akar pecut kuda.[6] Selain untuk obat, pecut kuda juga bisa digunakan untuk tanaman hias, kerena bunganya berbunga sepanjang tahun sehingga dapat lebih lama menghiasi rumah.[5]
Penyebaran
Tanaman pecut kuda terdistribusi ke beberapa negara di dunia.[7] Beberapa negara tersebut adalah Asia tenggara, Australia, Hawaii, Mikronesia, Kepulauan Cook dan Kepulauan Samudera Pasifik lainnya.[7] Pecut kuda juga tumbuh di Afrika Timur, tetapi tidak dalam keadaan dibudidayakan melainkan tumbuh liar.[7]
Referensi
- ↑ Bárrios, S.; Copeland, A. (2021). "Stachytarpheta jamaicensis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2021 e.T96816126A192132046. doi:10.2305/IUCN.UK.2021-3.RLTS.T96816126A192132046.en. Diakses tanggal 8 Desember 2022.
- ↑ "The Plant List: A Working List of All Plant Species". Diakses tanggal 25 September 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 "Pecut Kuda". Plantamorf. Diakses tanggal 21 April 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Synonym of Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl". United States Department of Agriculture. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-22. Diakses tanggal 21 April 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 "Stachytarpheta jamaicensis" (PDF). University of Florida. Diakses tanggal 21 April 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 "Pecut Kuda". Obat Herbal Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-23. Diakses tanggal 21 April 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 5 6 7 "Stachytarpheta jamaicensis". Tropical Biology. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-25. Diakses tanggal 21 April 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 "The Plant called Medicine" (PDF). Professor MacDonald Idu. Diakses tanggal 21 April 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "INTEGRATION OF MEDICINAL AND CULINARY HERBS IN AN AGROFORESTRY COMBINATION ON ST. CROIX, UNITED STATES VIRGIN ISLANDS" (PDF). University of Florida. Diakses tanggal 21 April 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]
| Stachytarpheta jamaicensis |
|
|---|---|
| Verbena jamaicensis | |