Rabu, 14 Oktober 2026
19:24 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Pecut kuda

Pecut kuda

Bagikan:
Pecut kuda
250px-Stachytarpheta_jamaicensis_florida.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Lamiales
Famili: Verbenaceae
Genus: Stachytarpheta
Spesies:
S. jamaicensis
Nama binomial
Stachytarpheta jamaicensis
Sinonim[2]
  • Abena jamaicensis (L.) Hitchc.
  • Stachytarpheta bogoriensis Zoll. & Moritzi
  • Stachytarpheta pilosiuscula Kunth
  • Valerianoides jamaicense (L.) Kuntze
  • Valerianoides jamaicense (L.) Medik.
  • Valerianoides jamaicensis (L.) Medik.
  • Verbena americana Mill.
  • Verbena jamaicensis L.
  • Verbena pilosiuscula (Kunth) Endl.
  • Vermicularia decurrens Moench nom. illeg.
  • Zappania jamaicensis (L.) Lam.

Pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis) adalah salah satu tanaman liar yang hidup di Indonesia.[3] Nama pecut kuda adalah nama lokal tanaman ini di Indonesia, sedangkan nama ilmiah dari tanaman ini adalah Stachytarpheta jamaicensis.[4] Masyarakat Filipina menyebut tanaman pecut kuda dengan sebutan Kandikandilaan dan di Cina disebut dengan istilah Yulongbian.[3] Tanaman ini berasal dari daerah selata Florida.[5] Tanaman pecut kuda juga dikenal sebagai gulma di beberapa negara, keberadaan tanaman pecut kuda dapat mengganggu pertumbuhan tanaman lain yang dibudidayakan.[5] Tanaman ini, biasanya menjadi gulma pada area perkebunan.[5] Nama pecut kuda diambil dari bentuk tangkai bunga dan bunga yang membentuk seperti pecut pada kereta kuda.[6] Pecut kuda adalah bahasa jawa dari cemeti atau cambuk yang sering digunakan oleh kusir kereta kuda untuk memberikan perintah kuda supaya berjalan, berlari atau berhenti.[6]

Gambaran

Tanaman pecut kuda memiliki tinggi antara 1 meter hingga 3 meter.[5] Tanaman ini memiliki daun berwana hijau sepanjang tahun di semua musim.[5] Daun pecut kuda tersusun secara berlawanan pada batang utama.[5] Bentuk daunnya adalah mulai dari bulat hingga lonjong dengan tepi daun bergerigi kecil dan pangkal daunnya tidak berteoreh.[5] Permukaan daun pecut kuda, memiliki tekstur berkerut seperti kulit jeruk tetapi kerutannya lebih tajam.[5] Ukuran daun tidak terlalu besar, yaitu lebarnya antara 1 sampai 4,5 inchi dan panjang daun antara 3/4 sampai 2,5 inchi.[5] Daun pecut kuda yang terpapar sinar matahari seharian penuh akan berwarna hijau gelap atau hijau tua.[5]

Tanaman pecut kuda adalah tanaman yang berbunga sepanjang tahun, tetapi tanaman ini bunganya lebih sedikit saat bulan Desember hingga Februari.[5] Bunga pecut kuda berwarna ungu dan ada pula yang ungu kebiruan.[5] Kelopak bunga terletak pada sebuah tangkai berwarna hijau dan seperti bersisik.[5] Setiap satu tangkai panjang terdiri dari beberapa bunga yang mengumpul sepanjang tangkai.[5] Lebar bunga kurang lebih 03 inchi.[5] Mahkota bunga rata-rata terdiri dari kelopak bunga yang berjumlah lima atau ganjil.[5] Keunikan bungan pecut kuda adalah bunga awalnya berupa kuncup di sepanjang tangkai bersisik kemudian mulai dari bawah kuncup akan mekar beurutan terus sampai ke ujung tangkai.[5] Bunga yang sudah mekar hanya tahan dalam waktu sehari semudian digantikan oleh kuncup diatasnya yang mekar.[5]

Batang tumbuhan pecut kuda termauk ke dalam batang berkayu, meskipun kecil.[7] Seluruh permukaan batang berwarna hijau tua sama dengan warna daunnya.[7] Batang tanaman juga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan secara vegetatif buatan, sedangkan secara generatif tumbuhan ini berkembangbiak dengan menggunakna bijinya.[7] Akar pecut kuda termasuk jenis akar tunggang.[7]

Habitat

Tanaman pecut kuda dapat ditemukan di pinggir jalan dan kebun-kebun yang tidak terawat.[5] Pecut kuda biasa hidup di padang rumput dan area terbuka yang mendapatkan sinar matahari.[5] Tanaman tersebut juga biasanya ditemukan pada ketinggian Hingga 700 meter di atas permukaan laut.[5] Pecut kuda lebih tumbuh subur pada tanah berpasir.[5]

Manfaat

Pecut kuda memiliki beberapa manfaat bagi kehidupan manusia yaitu untuk obat.[8] Tumbuhan pecut kuda memiliki kanduangan kimia seperti alkaloid fan glikosa.[8] Alkaloid dan glikosa dapat menangani penyakit amandel, radang tenggorokan, batuk dan hepatitis A.[8] Bagian tanaman yang sering digunakan untuk pengobatan adalah bunga, akar dan daunnya.[8] Tanaman pecut kuda juga dapat digunakan untuk mengobati infeksi kencing batu, reumatik, haid tidak teratur dan keputihan.[6] Bunga dan tangkai pecut kuda dapat mengobati radang hati atau hepatitis A.[9] Keputihan yang sering dialami oleh wanita juga dapat diatasi menggunakan air rebusan akar pecut kuda.[6] Selain untuk obat, pecut kuda juga bisa digunakan untuk tanaman hias, kerena bunganya berbunga sepanjang tahun sehingga dapat lebih lama menghiasi rumah.[5]

Penyebaran

Tanaman pecut kuda terdistribusi ke beberapa negara di dunia.[7] Beberapa negara tersebut adalah Asia tenggara, Australia, Hawaii, Mikronesia, Kepulauan Cook dan Kepulauan Samudera Pasifik lainnya.[7] Pecut kuda juga tumbuh di Afrika Timur, tetapi tidak dalam keadaan dibudidayakan melainkan tumbuh liar.[7]

Referensi

  1. ↑ Bárrios, S.; Copeland, A. (2021). "Stachytarpheta jamaicensis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2021 e.T96816126A192132046. doi:10.2305/IUCN.UK.2021-3.RLTS.T96816126A192132046.en. Diakses tanggal 8 Desember 2022.
  2. ↑ "The Plant List: A Working List of All Plant Species". Diakses tanggal 25 September 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 "Pecut Kuda". Plantamorf. Diakses tanggal 21 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Synonym of Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl". United States Department of Agriculture. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-22. Diakses tanggal 21 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 "Stachytarpheta jamaicensis" (PDF). University of Florida. Diakses tanggal 21 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 3 4 "Pecut Kuda". Obat Herbal Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-23. Diakses tanggal 21 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 3 4 5 6 7 "Stachytarpheta jamaicensis". Tropical Biology. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-25. Diakses tanggal 21 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 3 4 "The Plant called Medicine" (PDF). Professor MacDonald Idu. Diakses tanggal 21 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "INTEGRATION OF MEDICINAL AND CULINARY HERBS IN AN AGROFORESTRY COMBINATION ON ST. CROIX, UNITED STATES VIRGIN ISLANDS" (PDF). University of Florida. Diakses tanggal 21 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]
Stachytarpheta jamaicensis
Verbena jamaicensis
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan