Minggu, 18 Oktober 2026
08:46 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Patuntung

Bagikan:

Patuntung adalah agama atau kepercayaan pemujaan terhadap kekuatan alam dan arwah leluhur (animisme dan dinamisme) yang dianut oleh masyarakat tradisional Makassar. Walau raja Gowa masuk Islam di awal abad ke-17, banyak orang Makassar masih memegang sejumlah kepercayaan dan mengikuti sejumlah upacara dari masa sebelumnya. Orang tersebut menamakan dirinya "Patuntung" dan kepercayaannya disebut sebagai "Agama Patuntung".

Kepercayaan dan upacara Patuntung berbeda menurut daerahnya, tetapi nilai-nilai dasarnya sama. Penganut ajaran ini dapat ditemukan di Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, di lereng Gunung Bawakaraeng dan Gunung Lompobattang.

Lihat juga

Catatan

Sumber

  • Bougas, Wayne A., "Bantayan: An Early Makassarese Kingdom, 1200-1600 A.D", Archipel Volume 55, 1998. hal. 83-123
Artikel ini adalah bagian dari seri
Agama asli Nusantara
Kaligrafi kata Hyang dalam aksara Jawa
Sumatra
Ugamo Malim • Pemena • Arat Sabulungan • Fanömba adu • Melayu
Jawa
Sunda Wiwitan (Madraisme & Buhun) • Kapitayan • Kejawen • Hindu Jawa • Saminisme
Nusa Tenggara
Hindu Bali • Halaika • Wetu Telu • Marapu • Jingi Tiu • Koda Kirin
Kalimantan
Kaharingan • Momolianisme • Bungan
Sulawesi
Aluk Todolo • Tolotang • Tonaas Walian • Adat Musi • Masade • Hindu Sulawesi
Maluku dan Papua
Naurus • Wor • Asmat
Organisasi
Portal «Agama»


Ikon rintisan

Artikel bertopik agama atau kepercayaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan