Senin, 19 Oktober 2026
12:38 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis

Partai Radikal Kiri

partai politik di Perancis

Bagikan:

Partai Radikal Kiri (Parti radical de gauche, PRG) merupakan partai politik berhaluan sosial-liberal di Prancis yang berakar pada tradisi radikalisme. Sejak 1972, PRG menjadi salah satu sekutu utama Partai Sosialis, yang merupakan kekuatan politik utama di spektrum kiri-tengah Prancis. Hubungan politik tersebut menjadikan PRG sebagai bagian dari tradisi kiri-tengah Prancis selama sebagian besar sejarah keberadaannya.[1]

Setelah pemilihan presiden dan pemilihan legislatif Prancis pada 2017, muncul upaya untuk menyatukan kembali PRG dengan Partai Radikal, yang sebelumnya menjadi asal-usul PRG setelah perpecahan pada 1972. Proses tersebut menghasilkan kongres pendirian yang diselenggarakan pada 9–10 Desember 2017 dan bertujuan menggabungkan kedua organisasi politik tersebut ke dalam Gerakan Radikal.[2]

Penyatuan tersebut tidak berlangsung secara permanen. Pada Februari 2019, sejumlah tokoh dan anggota yang sebelumnya berasal dari PRG memutuskan keluar dari Gerakan Radikal. Kelompok tersebut antara lain dipimpin oleh Sylvia Pinel, yang merupakan ketua terakhir PRG sebelum penyatuan. Perpecahan ini berkaitan dengan perbedaan pandangan mengenai arah politik partai, termasuk rencana membangun aliansi dengan La République En Marche dalam pemilihan Parlemen Eropa 2019. Setelah keluar dari Gerakan Radikal, kelompok tersebut menghidupkan kembali Partai Radikal Kiri sebagai organisasi politik yang terpisah. [3]

Sejarah

Partai Radikal Kiri berawal dari perpecahan dalam Partai Republik, Radikal, dan Radikal-Sosialis pada 1972. Perpecahan tersebut terjadi ketika sekelompok kaum Radikal menolak orientasi politik yang semakin berhaluan sentris di bawah kepemimpinan Jean-Jacques Servan-Schreiber. Kelompok ini kemudian memilih untuk mempertahankan kedekatan dengan kekuatan politik kiri dan bergabung dengan Persatuan Kiri.[2]

Dalam kerangka Persatuan Kiri, kelompok tersebut mendukung Program Bersama (Programme commun) yang disepakati oleh Partai Sosialis (PS) dan Partai Komunis Prancis (PCF). Langkah ini menempatkan organisasi baru tersebut dalam koalisi kiri yang berupaya membangun program politik bersama antara berbagai kelompok kiri Prancis.[1]

Pada tahap awal, organisasi tersebut menggunakan nama Gerakan Kiri Sosialis Radikal (Mouvement de la gauche radicale-socialiste, MGRS). Setelah 1973, namanya diubah menjadi Gerakan Radikal Kiri (Mouvement des Radicaux de Gauche, MRG). Perubahan nama tersebut menandai perkembangan identitas politik organisasi sebagai salah satu kelompok yang mewakili tradisi radikal di lingkungan kiri Prancis.[3]

Dipimpin oleh Robert Fabre selama tahun 1970-an, partai ini merupakan mitra ketiga dari Persatuan Kiri. Meskipun demikian, pengaruh elektoralnya tidak sebanding dengan pengaruh kedua sekutunya, yang bersaing memperebutkan kepemimpinan di kubu kiri. Robert Fabre berupaya menarik kaum Gaullis sayap kiri ke partai tersebut dan secara bertahap menjadi dekat dengan Presiden Valéry Giscard d'Estaing, yang menominasikannya sebagai Mediator Republik pada tahun 1978. Dia dan para pengikutnya dikeluarkan dari partai oleh mereka yang sangat mendukung aliansi dengan PS.[3]

Setelah Partai Radikal menempuh langkah hukum terhadap PRS terkait penggunaan nama dan identitas politik, organisasi tersebut kemudian mengganti namanya menjadi Partai Radikal Kiri. Perubahan tersebut mempertegas identitas partai sebagai organisasi politik yang terpisah dari Partai Radikal. Pada periode 1997–2002, PRG menjadi mitra junior dalam pemerintahan koalisi Kiri Plural yang dipimpin oleh Lionel Jospin. Partai tersebut turut berpartisipasi dalam pemerintahan bersama sejumlah kekuatan politik kiri lainnya.[2]

Dalam pemilihan presiden Prancis 2002, PRG untuk pertama kalinya sejak 1981 mengajukan kandidatnya sendiri. Partai mencalonkan Christiane Taubira, mantan anggota Parlemen Eropa dan mantan wakil dari Guyana Prancis. Namun, pencalonan tersebut tidak sepenuhnya memperoleh dukungan internal. Sejumlah tokoh PRG, termasuk Émile Zuccarelli dan senator Nicolas Alfonsi, memilih mendukung pencalonan Jean-Pierre Chevènement. Dalam pemilihan tersebut, Taubira memperoleh 2,32% suara. Nama Christiane Taubira juga dikaitkan dengan pengesahan undang-undang pada 2001 yang secara resmi mengakui perdagangan budak Atlantik sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Undang-undang tersebut kemudian dikenal luas sebagai Undang-Undang Taubira.

Ideologi

Dalam orientasi politiknya, Partai Radikal Kiri (PRG) mengusung sejumlah gagasan yang mencakup liberalisme sosial, radikalisme klasik, sekularisme, progresivisme, federalisme Eropa, dan perlindungan terhadap kebebasan individu. Dalam konteks Prancis, prinsip sekularisme tersebut dikenal sebagai laïcité, yang menekankan pemisahan antara agama dan kehidupan kelembagaan negara.[2]

Dari sisi ekonomi dan kepemilikan, PRG memiliki perbedaan dengan tradisi sosial-demokrasi yang dianut oleh Partai Sosialis. Salah satu ciri yang membedakannya adalah penekanan yang lebih kuat pada perlindungan hak milik pribadi. Dengan demikian, orientasi PRG memadukan gagasan kemajuan sosial dan kebebasan individu dengan dukungan terhadap kepemilikan pribadi serta prinsip-prinsip liberal dalam kehidupan ekonomi dan politik.[3]

Partai tersebut merupakan anggota Partai Liberal Demokrat dan Reformasi Eropa sebelum tahun 2012.[4]

Pemilihan presiden

Presiden Republik Prancis
Pemilihan Calon Babak pertama Babak kedua Hasil
Suara % Suara %
Tahun 1981 Michel Crépeau 642.847 2,21% - style="background:#FFC7C7; vertical-align:middle; text-align:center; " class="table-no"|Lost
Tahun 2002 Christiane Taubira 660.447 2,32% - style="background:#FFC7C7; vertical-align:middle; text-align:center; " class="table-no"|Lost

Pemilihan legislatif

French National Assembly
Election year No. of first round votes % of first round vote No. of seats Swing
1973 Classified as PS
13 / 490
[5]
New
1978 603,932 2.11%
10 / 491
 −3
1981 Classified as PS
14 / 491
[5]
 +4
1986 107,769 0.38%
7 / 577
[a]
 −7
1988 272,316 1.11%
9 / 575
 +2
1993 Classified as PS or DVG
6 / 577
 −3
1997 389,782 1.53%
12 / 577
 +6
2002 388,891 1.54%
7 / 577
 −5
2007 343,565 1.32%
7 / 577
2012 429,059 1.65%
12 / 577
 +5
2017 106,311 0.47%
3 / 577
 −9
2022 126,689 0.56%
1 / 577
 −2

Parlemen Eropa

Election Leader Votes % Seats +/− EP Group
1979[b] François Mitterrand 4,763,026 23.53 (#2)
2 / 81
New SOC
1984[c] Olivier Stirn 670,474 3.32 (#6)
0 / 81
Penurunan 2 −
1989[d] Laurent Fabius 4,286,354 23.61 (#2)
2 / 81
Kenaikan 2 SOC
1994 Bernard Tapie 2,344,457 12.03 (#4)
13 / 87
Kenaikan 11 ERA
1999[e] François Hollande 3,873,901 21.95 (#1)
2 / 87
Penurunan 11 PES
2004 Jean-Michel Baylet 121,573 0.71 (#14)
0 / 78
Penurunan 2 −
2009 Did not contest
0 / 74
Steady 0
2014[f] Jean-Christophe Cambadélis 2,650,357 13.98 (#2)
1 / 74
Kenaikan 1 S&D
2019[g] Raphaël Glucksmann 1,403,170 6.19 (#6)
0 / 79
Penurunan 1 −
2024[h] Guillaume Lacroix 63,006 0.26 (#17)
0 / 79
Steady 0

Referensi

  1. 1 2 Kempf, Udo (2007-11-24). Das politische System Frankreichs (dalam bahasa Jerman). Springer-Verlag. ISBN 978-3-531-90659-1.
  2. 1 2 3 4 Hurel, Charline (2017-09-17). "Les radicaux de gauche et de droite en voie de réunion pour peser au centre". Le Monde (dalam bahasa Prancis). ISSN 1950-6244. Diakses tanggal 2026-10-02.
  3. 1 2 3 4 Tristan Quinault-Maupoil (11 Februari 2019). "À gauche, les échéances électorales divisent les radicaux". Le Figaro. Diakses tanggal 18 Februari 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "ELDR Council: between a rock and some very hard places indeed..." Libdemvoice.org. 18 Mei 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 13 Juli 2014. Diakses tanggal 12 Maret 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 "Chronologie des radicaux de gauche MRG PRG". France-politique.fr. 17 Februari 2007. Diakses tanggal 12 Maret 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


  1. ↑ Including 5 elected on PS-MRG lists in various departments.
  2. ↑ Run in a joint list with PS, that won 22 seats in total.
  3. ↑ Run in a joint list with Ecologists and UCR, that won no seats.
  4. ↑ Run in a joint list with PS, that won 22 seats in total.
  5. ↑ Run in a joint list with PS and MDC, that won 22 seats in total.
  6. ↑ Run in a joint list with PS, that won 13 seats in total.
  7. ↑ Run in a joint list with PS, PP and ND, that won 6 seats in total.
  8. ↑ Run in a joint list with R&PS, Volt, MDP, MDC and CSDR, that won no seats.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan