Senin, 26 Oktober 2026
04:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Partai 50 Sen

Bagikan:
Artikel ini mengandung Teks Tionghoa. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan Karakter Tionghoa.
Partai 50 Sen
Hanzi tradisional: 五毛黨
Hanzi sederhana: 五毛党
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: wǔmáo dǎng
Komentator internet
Hanzi tradisional: 網絡評論員
Hanzi sederhana: 网络评论员
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: wǎngluò pínglùn yuán

Partai 50 Sen, atau Pasukan 50 Sen (Hanzi:五毛党 wǔmáo dǎng), adalah istilah ejekan bagi para komentator troll Internet (Hanzi:网络评论员 wǎngluò pínglùn yuán) yang dituduh telah ditugaskan oleh otoritas propaganda Tiongkok untuk memanipulasi opini publik untuk kepentingan Partai Komunis Tiongkok[1][2] pada fase-fase awal Internet menyebar di masyarakat Tiongkok. Nama tersebut berasal dari sebuah tuduhan bahwa para komentator tersebut dibayar lima puluh sen (dalam Renminbi) untuk setiap pos.[3][4][5] Mereka membuat komentar-komentar atau artikel-artikel yang disukai pada jaringan-jaringan media sosial populer dengan tujuan untuk mengalihkan diskusi yang tak sejalan dengan Partai Komunis dan mempromosikan penjelasan yang menyajikan kepentingan pemerintah, bersama dengan komentar sinis dan informasi salah soal lawan-lawan politik dan kritikus-kritikus pemerintahan Tiongkok, baik di dalam dan di luar negeri.[6][7][8] Istilah tersebut juga digunakan sebagai istilah ejekan terhadap orang-orang dengan pandangan pro-PKT atau nasionalis Tiongkok.[9]

Berseberangan dengan asumsi umum, sebuah makalah Harvard University tahun 2016 menemukan bahwa Pasukan 50 Sen sebagian besar terdiri dari para birokrat bayaran yang menjalankan arahan-arahan pemerintahan pada masa krisis dan membanjiri media sosial Tiongkok dengan komentar-komentar pro-pemerintahan. Mereka juga jarang menyatakan argumen-argumen langsung, dan sekitar 80% pos yang dianalisis berisi pemberian semangat yang pro-Tiongkok dengan slogan-slogan inspirasional, dan 13% melibatkan pujian umum dan saran terhadap kebijakan pemerintah.[9][10]

Riset mengindikasikan bahwa sebuah "operasi rahasia masif" untuk memenuhi Internet Tiongkok dengan propaganda telah menghasilkan sekitar 488 juta pos yang dibuat oleh akun-akun media sosial palsu, mewakili sekitar 0.6% dari 80 miliar pos yang timbul di media sosial Tiongkok. Untuk memaksimalisasikan pengaruh mereka, komentar-komentar pro-pemerintah semacam itu sebagian besar dibuat pada masa perdebatan daring yang sengit, dan saat protes-protes daring memiliki kemungkinan mengubah sikap-sikap di kehidupan nyata.[9]

Riwayat

Pada Oktober 2004, Badan Kemasyarakatan Changsha mulai mempekerjakan para komentator Tiongkok, dalam salah satu pemakaian terawal yang diketahui dari komentator Internet profesional.[11][12]

Pada Maret 2005, Kementerian Pendidikan Republik Rakyat Tiongkok memberlakukan penyensoran sistematis terhadap sistem-sistem papan buletin perguruan tinggi Tiongkok. "Little Lily" BBS, yang dijalankan oleh Universitas Nanjing, dipaksa untuk ditutup. Saat sebuah sistem baru siap untuk diluncurkan, para karyawan sekolah mengundang para murid sebagai komentator web paruh waktu, dibayar dari bayaran pembelajaran universitas tersebut, untuk mencari forum yang berisi informasi tak diinginkan dan aktif melawannya dengan sudut pandang yang selaras dengan Partai. Pada bulan berikutnya, para pemimpin politik asal Jiangsu mulai membentuk tim-timnya sendiri.[13] Pada pertengahan 2007, tim-tim komentator web yang direkrut oleh sekolah-sekolah, dan organisasi-organisasi partai menjadi hal umum di belahan Tiongkok. Universitas Normal Shanghai mempekerjakan para murid pasca kelulusan untuk memantau tanda-tanda pembelotan dan ditugaskan di forum-forum universitas.[14] Para komentator tersebut tak hanya beroperasi dalam diskusi politik, tetapi juga dalam diskusi umum.[13][14] Setelah itu, beberapa sekolah dan pemerintahan daerah juga mulai membentuk tim-tim serupa.[15][16][17]

Pada 23 Januari 2007, pemimpin Tiongkok Hu Jintao menuntut "pemberlakuan pembangunan garis depan opini publik dan ideologi dan publisitas positif" di sesi ceramah ke-38 dari Politbiro.[18] Situs-situs Tiongkok besar dan pemerintahan-pemerintahan daerah diwajibkan untuk menerbitkan ujaran-ujaran Hu, dan memilih "para kamerad dengan kualitas politik yang bagus" untuk membentuk "tim-tim komentator Internet" oleh Komite Pusat PKT (中共中央办公厅) dan Jawatan Umum Dewan Negara (国务院办公厅).[13][19]

Sejak itu, laporan negatif dari otoritas-otortias daerah meningkat di Internet.[20] Contohnya, dalam China Digital Times, Biro Keamanan Masyarakat Kota Jiaozuo (Henan) membentuk mekanisme untuk menganalisis opini publik usai kritikan terhadap kepolisian dalam menangani insiden lalu lintas yang muncul di Internet. Biro tersebut menanggapinya dengan memerintahkan 120 karyawan untuk menyelaraskan opini publik, yang secara bertahap berubah dan kemudian malah mendukung pihak polisi, memalingkan perhatian dari sudut pandang aslinya.[20][21] Usai kerusuhan Guizhou 2008, forum-forum Internet diisi dengan pos-pos yang mengkritik otoritas-otoritas lokal; China News Weekly kemudian melaporkan bahwa "tugas besar dari kelompok propaganda adalah untuk menghimpun para komentator untuk memberikan pos-pos di situs-situs web untuk mengubah opini-opini masyarakat di dunia maya."[21]

Pada 2010, situs web resmi Liga Pemuda Komunis Shanghai menerbitkan sebuah ringkasan, yang menyatakan bahwa terdapat lebih dari 200 topik dari para komentator Internet dari Otoritas Daerah Shanghai yang dicantumkan di situs People's Daily, situs Xinhua, Eastday (东方网), Sina dan Tianya usai banyak insiden pada 2009, termasuk insiden Lotus Riverside, instalasi paksa perangkat lunak Green Dam Youth Escort, insiden Pemerintahan Kota Putuo, pengendalian H1N1, insiden penjebakan Shanghai (钓鱼执法), bakar diri Pan Rong (潘蓉), dll. Tindakan tersebut dipuji oleh Jawatan Publisitas Internet Shanghai.[22]

Pada Desember 2014, seorang blogger Tiongkok meretas dan menerbitkan arsip-arsip surat elektronik dari Badan Propaganda Internet Distrik Zhanggong di Ganzhou, yang meliputi lebih dari 2.700 surat elektronik dari para komentator Partai 50 Sen.[23][24] Contohnya, pada 16 Januari 2014, Shi Wenqing, sekretaris cabang Ganzhou dari PKT, mengadakan "pertukaran internet" yang ditayangkan di televisi di mana ia menjawab pertanyaan-pertanyaan dari sebuah forum situs web berita lokal; para komentator Partai 50 Sen diperintahkan untuk memberikan tujuh sudut pandang diskusi, seperti "Aku benar-benar menghormati Sekretaris Partai Shi, seorang Sekretaris Partai handal dan ulet! Aku berharap ia dapat menjadi bapak Ganzhou selama bertahun-tahun mendatang."[25]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Bristow, Michael (16 Desember 2008). "China's internet 'spin doctors'". BBC News Online. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Februari 2009. Diakses tanggal 30 Juni 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Internet Spin for Stability Enforcers", Sophie Beach, China Digital Times, 25 May 2010
  3. ↑ China employs army of piece-rate ‘netizens’ for online thought control. Tibetan Review. 2 January 2009
  4. ↑ Vembu, Venkatesan (2 Januari 2009). "Big Brother 2.0 is here". Daily News and Analysis. India. Diakses tanggal 11 Januari 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Cook, Sarah; Shum, Maggie (11 Oktober 2011). "China's growing army of paid internet commentators". Freedom House.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ http://www.newstatesman.com/politics/politics/2012/10/china’s-paid-trolls-meet-50-cent-party
  7. ↑ http://shanghaiist.com/2016/05/20/china_fakes_488_million_posts_yearly.php
  8. ↑ http://www.businessinsider.com/chinas-50-cent-party-2014-10?IR=T
  9. 1 2 3 Wertime, David (2016-05-19). "Meet the Chinese Trolls Pumping Out 488 Million Fake Social Media Posts". Foreign Policy (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Maret 2017. Diakses tanggal 2024-08-08.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ How the Chinese Government Fabricates Social Media Posts for Strategic Distraction, not Engaged Argument. Harvard University. June 1, 2016
  11. ↑ Zhang Lei (5 Februari 2010). "Invisible footprints of online commentators". Global Times English version. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Februari 2010. Diakses tanggal 7 Februari 2010.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |deadurl= diabaikan (|url-status= disarankan)Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Publicity Department of Hefei (24 Mei 2006). "关于南昌、长沙、郑州宣传文化工作的考察报告 (An Investigative Report Regarding Cultural Propaganda Work in Nanchang, Changsha, and Zhengzhou)" (dalam bahasa Tionghoa). Diarsipkan dari asli tanggal 12 Maret 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Screenshot Diarsipkan 17 Juli 2011 di Wayback Machine
  13. 1 2 3 Bandurski, David (Juli 2008). "China's Guerrilla War for the Web". Far Eastern Economic Review. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Januari 2009. Diakses tanggal 11 Januari 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. 1 2 French, Howard W. (2006-05-09). "As Chinese Students Go Online, Little Sister Is Watching". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2024-08-08.
  15. ↑ 宿迁26名网评员今上岗 (dalam bahasa Tionghoa). sohu. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Februari 2016. Diakses tanggal 10 September 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ 关于进一步加强互联网管理工作的实施意见 (dalam bahasa Tionghoa). Government of Golog, Qinghai. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Juli 2011. Diakses tanggal 10 September 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ 巴中市人事局采取四大措施加强网络舆情监控 (dalam bahasa Tionghoa). Sichuan Provincial People's Government. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Maret 2016. Diakses tanggal 10 September 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ 胡锦涛:以创新的精神加强网络文化建设和管理 (dalam bahasa Tionghoa). xinhua. Diarsipkan dari asli tanggal 30 Agustus 2010. Diakses tanggal 10 September 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. ↑ 特稿:党布阵网络人民战争 (dalam bahasa Tionghoa). dwnews. Diarsipkan dari asli tanggal 10 Juli 2011. Diakses tanggal 10 September 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. 1 2 Nan, Wu. Chinese Bloggers on the History and Influence of the “Fifty Cent Party” Diarsipkan 13 Juli 2011 di Wayback Machine. China Digital Times. 15 May 2008
  21. 1 2 Zhong, Wu. China's Internet awash with state spies Diarsipkan 6 Januari 2010 di Wayback Machine. Asia Times. 14 August 2008
  22. ↑ "市级机关团工委2009年度工作总结 (2009 summary of works of the Municipal Authorities Youth League Working Committee)" (dalam bahasa Tionghoa). Shanghai Communist Youth League official site. 20 Januari 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Desember 2015. Diakses tanggal 20 Januari 2010. 2009年,市级机关网评员在市网宣办的业务指导下,先后参与了莲花河畔景苑倒楼事件、强制安装"绿坝"网络屏蔽软件、普陀区城管打人事件、甲型 H1N1 流感防控、"倒钩"执法事件、闵行区潘蓉自焚事件、地铁事故频发等以涉沪舆情为重点的网上舆论引导工作,在人民网、新华网、东方网及新浪、天涯社区等国内重点网站、主要商业网站、大型网络社区。发帖、跟帖、转帖200余篇,东方网评论频道录用各类网评文章20余篇,工作得到市网宣办的肯定。{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. ↑ Thousands of Local Internet Propaganda Emails Leaked, China Digital Times, 3 December 2014.
  24. ↑ Zhanggong Leaks: History is the Best Judge, China Digital Times, 10 December 2014.
  25. ↑ Hacked emails reveal China’s elaborate and absurd internet propaganda machine, Quartz, 18 December 2014.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan