Jumat, 25 September 2026
19:45 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia

Virus influenza A subtipe H1N1

Subtipe virus influenza A

Virus influenza A H1N1 merupakan virus influenza A yang umumnya menyebabkan flu kepada manusia pada tahun 2009, dan virus ini erat kaitannya dengan penyebaran virus Flu Spanyol pada tahun 1918.

Virus ini merupakan orthomiksovirus yang mengandung glikoprotein hemaglutinin dan neuraminidase. Oleh sebab itu, kandungan tersebut dideskripsikan sebagai H1N1, H1N2, dan seterusnya, tergantung pada jenis antigen H atau N yang dinyatakan dengan sinergi metabolisme. Hemaglutinin menyebabkan sel darah merah menggumpal dan mengikat virus itu dengan sel yang terinfeksi. Neuraminidase merupakan salah satu jenis enzim glikosida hidrolase yang membantu pemindahan partikel virus melalui sel yang terinfeksi dan membantunya dalam proses perkembangan dari sel inang.[1]

Beberapa efek dari H1N1 adalah flu pada manusia dan menyebabkan penyakit yang mirip dengan influenza dan influenza musiman. Efek H1N1 menyebakan persentase kecil dari semua infeksi flu pada manusia pada tahun 2004–2005.[2] Efek lainnya terjadi pada babi (flu babi) dan pada burung (flu burung).

Pada bulan Juni 2009, World Health Organization mendeklarasikan efek baru dari H1N1 dari babi sebagai pandemik. Kejadian ini dikenal dengan flu babi oleh media publik. Virus ini telah beredar ke seluruh dunia dan menyebabkan 17.000 kematian sejak awal tahun 2010. Pada tanggal 10 Agustus 2010, WHO mendeklarasikan bahwa pandemik H1N1 ini telah berakhir, dengan mengatakan bahwa pola flu dunia telah kembali menjadi pola flu musiman.[3]

Penamaan

250px-Influenza_subtypes.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Beberapa jenis virus influenza pada manusia. Bentuk segiempat menunjukkan munculnya jenis baru, menyebabkan perulangan pandemik influenza. Garis putus-putus menunjukkan tipe yang tidak dikenali.[4]

Virus influenza A dikelompokkan menurut dua protein yang terdapat pada virus: hemaglutinin (H) dan neuraminidase (N). Semua virus influenza A mengandung hemaglutinin dan neuraminidase yang disebabkan oleh mutasi genetik yang cocok dengan genom virus tersebut.

Virus ini diberikan satu nomor H dan satu nomor N berdasarkan bentuk dua protein tersebut. Ada 16 subtipe H dan 9 subtipe N yang ditemukan pada burung, tetapi hanya H 1, 2, dan 3, dan N 1 dan 2 yang ditemukan pada manusia.[5]

Referensi

  1. ↑ Lim, Boon H.; Mahmood, Tahir A. (2011). "Influenza A H1N1 2009 (Swine Flu) and Pregnancy". The Journal of Obstetrics and Gynecology of India. 61 (4). Springer Nature: 386–393. doi:10.1007/s13224-011-0055-2. Diakses tanggal 21 Mei 2017.
  2. ↑ "Weekly Report: Influenza Summary Update 20, 2004–2005 Season". cdc.gov. Diakses tanggal 21 Mei 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ "WHO says H1N1 pandemic is over". CIDRAP. Diakses tanggal 21 Mei 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Palese, Peter (2004). "Influenza: old and new threats". Nature Medicine. 10 (12s). Springer Nature: S82–S87. doi:10.1038/nm1141. Diakses tanggal 21 Mei 2017.
  5. ↑ Lynch, Joseph; Walsh, Edward (2007). "Influenza: Evolving Strategies in Treatment and Prevention". Seminars in Respiratory and Critical Care Medicine. 28 (2). Thieme Publishing Group: 144–158. doi:10.1055/s-2007-976487. Diakses tanggal 21 Mei 2017.

Pranala luar

Wikispecies mempunyai informasi mengenai H1N1 virus.

Non-teknis

Teknis


Ikon rintisan

Artikel bertopik virus ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan