Kamis, 01 Oktober 2026
04:24 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Tergum

Tergum

Bagikan:
250px-Coromus_fg05.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tergit (dengan paranota lateral) seekor kelabang polydesmida.
330px-Wasp_morphology_Generic_Text.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tergum seekor tawon berlabel 19.

Tergum (Latin untuk "punggung"; jamak: terga, adjektiva tergal) adalah bagian dorsal (atas) segmen arthropoda selain kepalanya. Ujung anteriornya dikenal sebagai "dasar" sementara ujung posteriornya disebut "apeks" atau "margin". Suatu tergum dapat terbagi menjadi lempeng-lempeng keras atau sklerit yang dikenal sebagai tergit.[1]

Contohnya, dalam sebuah segmen torakik, tergumnya dapat terbagi menjadi sebuah notum anterior dan skutelum posterior. Perpanjangan lateral sebuah tergit dikenal sebagai paranota (Yunani untuk "di samping punggung") atau carinae (Latin untuk "lunas"), seperti pada kelabang punggung-pipih dalam ordo Polydesmida.

Kinorhyncha juga memiliki lempeng tergal dan sternal, tetapi tampaknya tidak homolog dengan yang ada di arthropoda.[2]

Referensi

  1. ↑ McCafferty, W. Patrick (1983). Aquatic entomology: the fishermen's and ecologists' illustrated guide to insects and their relatives. Jones and Bartlett. hlm. 20. ISBN 978-0-86720-017-1. Diakses tanggal 2020-04-30 – via Google Books.
  2. ↑ Sørensen, MV; Dal Zotto, M; Rho, HS; Herranz, M; Sánchez, N; Pardos, F; Yamasaki, H (2015). "Phylogeny of Kinorhyncha based on morphology and two molecular loci". PLOS ONE. 10 (7) e0133440. Bibcode:2015PLoSO..1033440S. doi:10.1371/journal.pone.0133440. PMC 4511640. PMID 26200115.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan