Kamis, 15 Oktober 2026
08:30 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Papirus Magdalen

Papirus Magdalen

Bagikan:
Naskah
Papirus 64
Matius 26:7-8, 10, 14-15 pada Papirus 64
Matius 26:7-8, 10, 14-15 pada Papirus 64
Matius 26:7-8, 10, 14-15 pada Papirus 64
NamaPapirus Magdalen
Tanda P {\displaystyle {\mathfrak {P}}} {\displaystyle {\mathfrak {P}}}64
TeksInjil Matius pasal 3; 5;26:7-8, 10, 14-15, 22-23 dan 31
WaktuAkhir abad ke-2/awal abad ke-3; 50-70 M
Aksarabahasa Yunani
DitemukanCoptos, Mesir
Kini diBarcelona, Fundación Sant Lluc Evangelista, Inv. Nr. 1;
Oxford, Magdalen College, Gr. 17; Gr. 18
Jenisteks Aleksandria
KategoriI

Papirus Magdalen (bahasa Inggris:"Magdalen" papyrus, Oxford papyrus) dibeli di Luxor, Mesir pada tahun 1901 oleh Reverend Charles Bousfield Huleatt (1863–1908), yang mengidentifikasi potongan bertulisan Yunani sebagai bagian dari Injil Matius (Matius 26:23, 31) dan memberikannya kepada Magdalen College, Oxford, yang kemudian dimasukkan katalog dengan kode P. Magdalen Greek 17 (Gregory-Aland P {\displaystyle {\mathfrak {P}}} {\displaystyle {\mathfrak {P}}}64); nama inilah yang terus dipakai. Ketika fragmen ini akhirnya dipublikasikan oleh Colin H. Roberts pada tahun 1953, dengan gambar foto, tulisan tangan ini dikarakterisasi sebagai "pendahulu awal dari yang disebut jenis tulisan 'Biblical Uncial'" yang mulai muncul di akhir abad ke-2 M. Gaya uncial ini kemudian diperkuat dengan dua naskah besar Alkitab yang dibuat kemudian, yaitu Codex Vaticanus (Graecus 1209) dan Codex Sinaiticus. Analisis perbandingan paleografi tetap menjadi kunci metode penanggalan naskah: konsensusnya sekitar tahun 200 M.

Fragmen-fragmen ini ditulis di kedua sisi, membuat para ahli mengira asalnya dari suatu codex bukannya gulungan. Potongan-potongan lainnya yang diterbitkan tahun 1956 oleh Ramon Roca-Puig, diberi kode katalog P. Barc. Inv. 1 (Gregory-Aland P {\displaystyle {\mathfrak {P}}} {\displaystyle {\mathfrak {P}}}67), dipastikan oleh Roca-Puig dan Roberts berasal dari codex yang sama dengan Papirus Magdalen, suatu pandangan yang menjadi konsensus sampai sekarang.

Penanggalan

P {\displaystyle {\mathfrak {P}}} {\displaystyle {\mathfrak {P}}}64 asalnya dianggap dari abad ke-3 oleh Charles Huleatt, yang menyumbangkan naskah ini ke Magdalen College. Ahli papyrologis A. S. Hunt mempelajarinya dan memberi tanggal awal abad ke-4. Colin Roberts menganggap tanggal itu terlalu baru sehingga memublikasikan naskah itu dengan memberi tanggal ca. tahun 200, yang dikonfirmasi oleh tiga papyrologis terkemuka lainnya: Harold Bell, T. C. Skeat dan E. G. Turner,[1] sehingga tahun ini diterima secara umum untuk P {\displaystyle {\mathfrak {P}}} {\displaystyle {\mathfrak {P}}}64.

Di akhir tahun 1994, muncul publikasi besar dari sebuah tulisan oleh Carsten Peter Thiede yang mengusulkan penanggalan papirus Magdalen ke pertengahan abad pertama (37 - 70 M), oleh para wartawan yang optimistik. Artikel resminya muncul dalam Zeitschrift für Papyrologie und Epigraphik pada tahun berikutnya. Tulisan untuk orang awam dibuat bersama Matthew d'Ancona dan diterbitkan sebagai The Jesus Papyrus, Weidenfeld & Nicolson, London, 1996. (juga diterbitkan sebagai: Eyewitness to Jesus, 1996, New York: Doubleday). Pengubahan tanggal oleh Thiede belum diterima sepenuhnya oleh para pakar Alkitab.

Philip Comfort dan David Barret dalam bukunya Text of the Earliest NT Greek Manuscripts mengusulkan tahun 150–175 untuk naskah ini, naskah P {\displaystyle {\mathfrak {P}}} {\displaystyle {\mathfrak {P}}}4 dan P {\displaystyle {\mathfrak {P}}} {\displaystyle {\mathfrak {P}}}67, yang mereka anggap dari codex yang sama. P {\displaystyle {\mathfrak {P}}} {\displaystyle {\mathfrak {P}}}4 digunakan sebagai penambah isi untuk penjilidan sebuah “codex Filo, yang ditulis di akhir abad ke-3 dan ditemukan di sebuah pot yang bertumpuk di sebuah rumah di Coptos [tahun 250].”[2] Jika P {\displaystyle {\mathfrak {P}}} {\displaystyle {\mathfrak {P}}}4 adalah bagian dari codex ini, maka berarti codex tersebut ditulis kira-kira 100 tahun sebelumnya atau lebih awal lagi.[3] Comfort dan Barret juga menunjukkan bahwa P {\displaystyle {\mathfrak {P}}} {\displaystyle {\mathfrak {P}}}4/64/67 mempunyai kaitan dengan sejumlah papirus dari akhir abad ke-2.[4] Comfort dan Barret "cenderung menganggap penanggalan yang lebih tua bagi banyak naskah dalam volum mereka dibandingkan palaeografer yang lain."[5]

Novum Testamentum Graece, Referensi standar untuk naskah-naskah Yunani kuno, mendaftarkan P {\displaystyle {\mathfrak {P}}} {\displaystyle {\mathfrak {P}}}4 dan P {\displaystyle {\mathfrak {P}}} {\displaystyle {\mathfrak {P}}}64/67 terpisah, dengan tanggal abad ke-3 untuk naskah yang pertama, dan ca. tahun 200 untuk naskah yang kedua.[6] Charlesworth menyimpulkan 'bahwa P {\displaystyle {\mathfrak {P}}} {\displaystyle {\mathfrak {P}}}64+67 dan P {\displaystyle {\mathfrak {P}}} {\displaystyle {\mathfrak {P}}}4, meskipun ditulis oleh penulis yang sama, bukan dari codex yang sama'[7]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Colin Roberts, An Early Papyrus pp. 233-237
  2. ↑ Colin Roberts, Manuscript, Society, and Belief in Early Christian Egypt pp. 8
  3. ↑ Philip Wesley Comfort and David P. Barrett, The Text of the Earliest New Testament Greek Manuscripts (Wheaton, Ill.: Tyndale House, 2001), pp. 50–53
  4. ↑ i.e. P. Oxy. 224, 661, 2334, 2404 2750, P. Ryl. 16, 547, and P. Vindob G 29784
  5. ↑ Robinson, Maurice A. Review "Philip W. Comfort and David P. Barrett, eds. The Text of the Earliest New Testament Greek Manuscripts" (2001) TC: A Journal of Biblical Textual Criticism v. 8
  6. ↑ Nestle-Aland. Novum Testamentum Graece (1997). Barbara and Kurt Aland, eds. NA27 Stuttgart: Deutsche Bibelgesellschaft. pp. 684, 687
  7. ↑ Charlesworth (2007), p. 604

Pustaka tambahan

Gambar

Pranala luar

Kumpulan Naskah Papirus
Menurut penomoran Gregory-Aland ( P x {\displaystyle {\mathfrak {P}}^{x}} {\displaystyle {\mathfrak {P}}^{x}})
Tempat Penyimpanan Naskah Papirus
Koleksi foto naskah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan