Rabu, 30 September 2026
05:17 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Pao An Tui

Pao An Tui

Bagikan:
Pasukan bela diri komunitas Tionghoa-Indonesia selama Revolusi IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Pasukan bela diri komunitas Tionghoa-Indonesia selama Revolusi Indonesia
Pao An Tui
Nama lainPoh An Tui, Po An Tui, Poh An Tuy, Po An Tuy
MarkasBatavia, Hindia Belanda
PeperanganRevolusi Nasional Indonesia
250px-Bandoeng_Rekruten_van_Pao_An_Tui_worden_d%2C_Bestanddeelnr_380-2-4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pao An Tui merekrut di Bandung
Pao An Tui
Hanzi tradisional: 保安隊
Hanzi sederhana: 保安队
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Bǎo'ān duì
- Wade-Giles: Pao3-an1 tui4
Min Nan
- Romanisasi POJ: Pó-an-tūi

Pao An Tui (Hanzi:保安隊; Pinyin:Bǎo'ān duì; Wade–Giles:Pao3-an1-tui4; Pe̍h-ōe-jī:Pó-an-tūi; harfiah: 'korps keamanan publik') terkadang dieja Po An Tui atau Poh An Tui dari pelafalan Hokkien, adalah pasukan bela diri komunitas Tionghoa-Indonesia selama Revolusi Nasional Indonesia dari tahun 1945 hingga 1949.[1][2] Kelompok ini telah dituduh oleh kaum nasionalis Indonesia menyembunyikan simpati pro-Belanda selama Revolusi, terutama selama aksi polisionil,[3] meskipun menerima senjata dan dukungan dari kedua belah pihak yang berkonflik.[4] Pao An Tui dibubarkan pada tahun 1949 dengan berhentinya kekerasan dan berakhirnya revolusi Kemerdekaan Indonesia.[5]

Sejarah

Pasca berakhirnya Perang Dunia II di Asia pada tahun 1945, beberapa Pao An Tui dibentuk oleh sejumlah kelompok Tionghoa-Indonesia. Sejumlah tokoh revolusioner Indonesia kemudian menuduh bahwa Pao An Tui pro-Belanda.[6] Pao An Tui antara lain dibentuk di Medan, Sumatera Utara pada tahun 1946, dan kemudian di Jawa pada tahun 1947.[7][6]

Untuk mengatasi kekacauan dan kekerasan terhadap dan oleh Tionghoa-Indonesia, "Chung Hua Tsung Hui" kemudian mengadakan konferensi di Jakarta, mulai tanggal 24 hingga 26 Agustus 1947.[8] Pada tanggal 29 Agustus 1947, konferensi tersebut menghasilkan pembentukan Pao An Tui secara resmi, dengan kantor pusat di Jakarta.[8][9] Komite Pusat Pao An Tui terdiri dari Loa Sek Hie (Chairman), Oey Kim Sen (Deputi Chairman), Khouw Joe Tjan (Sekretaris), dan Cong Fai-kim (Bendahara).[9]

Pao An Tui mengklaim bahwa mereka bersikap netral selama revolusi, karena pembentukan mereka mendapat dukungan dari Sutan Sjahrir, perdana menteri pertama Indonesia, dan mendapat senjata dari pasukan Sekutu pro-Belanda.[9] Pao An Tui dibubarkan pada tahun 1949 seiring dengan berakhirnya kekerasan dan berakhirnya Revolusi Nasional Indonesia.[6]

Kontroversi dan kritik

Netralitas Pao An Tui dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia telah beberapa kali dipertanyakan.[6][10] Pemerintah Indonesia, yang menuduh Pao An Tui pro-Belanda, pun menolak untuk mengakui Pao An Tui hingga tahun 1948.[6] Sebagian kecil Tionghoa-Indonesia sayap kiri saat itu juga sangat menolak Pao An Tui, karena Pao An Tui berhubungan erat dengan Tionghoa-Indonesia sayap kanan dan Kuomintang di Tiongkok.[6]

Pada tahun 2016, terjadi kehebohan di media massa yang disebabkan oleh peresmian monumen yang diduga didedikasikan untuk Pao An Tui oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Taman Mini Indonesia Indah.[8] Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam, pun menjadi salah satu tokoh yang sangat mengkritik peresmian monumen tersebut.[11] Padahal, monumen tersebut sebenarnya didedikasikan untuk milisi Tionghoa yang dibentuk pasca Geger Pacinan di Batavia. Bersama orang Jawa, milisi tersebut berperang melawan VOC.[8]

Sejumlah teori konspirasi juga tetap diasosiasikan dengan Pao An Tui.[8][10] Contohnya, dalam sebuah artikel opini pada bulan Mei 2017, penulis dan pengamat politik Batara Hutagalung menuduh keturunan Pao An Tui berkonspirasi dengan pemerintah Belanda, pendukung federalisme Indonesia, dan Partai Komunis Indonesia untuk mengacaukan Indonesia dengan berupaya mengendalikan sumber daya, pasar konsumen, serta posisi geopolitik dan geostrategis Indonesia sebagai bentuk 'balas dendam sejarah'.[12]

Referensi

  1. ↑ Tong, Chee Kiong (2010). Identity and ethnic relations in Southeast Asia racializing Chineseness. Dordrecht: Springer. ISBN 9789048189090. Diakses tanggal 16 Desember 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Willmott, Donald E (2009). The national status of the Chinese in Indonesia 1900–1958 (Edisi First Equinox). Jakarta: Equinox Publishing. ISBN 9786028397285. Diakses tanggal 16 Desember 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Subarkah, Muhammad (2016-02-28). "Pao An Tui, Sisi Kelam Masyarakat Cina di Indonesia". Republika Online. Diakses tanggal 2023-03-27.
  4. ↑ Setiono, Benny G. (2003). Tionghoa dalam pusaran politik. Jakarta: Elkasa. ISBN 9799688744. Diakses tanggal 16 Desember 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Willmott, Donald E (2009). The national status of the Chinese in Indonesia 1900–1958 (Edisi First Equinox). Jakarta: Equinox Publishing. ISBN 9786028397285. Diakses tanggal 16 Desember 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 3 4 5 6 Willmott, Donald E (2009). The national status of the Chinese in Indonesia 1900–1958 (Edisi First Equinox). Jakarta: Equinox Publishing. ISBN 9786028397285. Diakses tanggal 16 Desember 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Tong, Chee Kiong (2010). Identity and ethnic relations in Southeast Asia racializing Chineseness. Dordrecht: Springer. ISBN 9789048189090. Diakses tanggal 16 Desember 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 3 4 5 Supriyatna, Agus (2016-03-01). "Berita Po An Tui yang Menyesatkan - Analisis - www.indonesiana.id". Indonesiana (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-03-27.
  9. 1 2 3 Setiono, Benny G. (2003). Tionghoa dalam pusaran politik. Jakarta: Elkasa. ISBN 9799688744. Diakses tanggal 16 Desember 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. 1 2 Subarkah, Muhammad (2016-02-28). "Pao An Tui, Sisi Kelam Masyarakat Cina di Indonesia". Republika Online. Diakses tanggal 2023-03-27.
  11. ↑ Saleh, Ummi Hadyah (Juni 1, 2016). "Takut Ada PKI, FPI akan Jihad Segel Patung-patung Bau Komunis". suara.com. Suara.com. Diakses tanggal 28 September 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Hutagalung, Batara (Mei 15, 2017). "Pembentukan Citra Negatif Indonesia Di Luar Negeri". rmol.co. Rakyat Merdeka Online. Rakyat Merdeka Online. Diakses tanggal 28 September 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan