Kamis, 08 Oktober 2026
20:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Pantur Silaban

fisikawan, ilmuwan teori relativitas

Bagikan:
Ini adalah nama Batak Toba, marganya adalah Silaban.
Pantur Silaban
Lahir(1937-11-11)11 November 1937
Meninggal1 Agustus 2022(2022-08-01) (umur 84)[1]
Rumah Sakit Santosa, Bandung, Jawa Barat
Tempat peristirahatan terakhir
San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat
Almamater
Dikenal karenaDoktor Indonesia pertama dalam bidang Teori Relativitas Umum
Anak4
Karier ilmiah
Tempat kerjaInstitut Teknologi Bandung
DisertasiNull tetrad formulation of the equations of motion in general relativity (1971)
Peter Bergmann

Pantur Silaban (11 November 1937 – 1 Agustus 2022) adalah seorang akademisi dan fisikawan Indonesia. Ia terakhir menjabat sebagai Guru Besar pada Kelompok Keahlian Fisika Teoretik Energi Tinggi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung.

Kehidupan

Pantur Silaban menjadi guru besar fisika diInstitut Teknologi Bandung sejak Januari 1995. Ia dikenal sebagai fisikawan pertama di Indonesia (bahkan Asia Tenggara) yang menekuni teori relativitas, khususnya relativitas umum.

Pada tahun 1967, 3 tahun setelah diangkat menjadi staf pengajar Fisika (1964), Pantur Silaban berangkat ke Amerika Serikat untuk belajar relativitas umum dan ia diterima di pusat kajian gravitasi Universitas Syracuse Diarsipkan 2012-02-12 di Wayback Machine langsung di bawah bimbingan Peter Gabriel Bergmann dan Joshua N. Goldberg. Di sana Pantur Silaban memasuki isu paling hangat yakni mengawinkan Mekanika Kuantum dan Relativitas Umum untuk meminak Teori Kuantum Gravitasi. Itulah impian terkenal Albert Einstein yakni meramu keempat interaksi yang ada di alam semesta dalam satu formulasi yang gagal ia peroleh sampai akhir hayatnya: Grand Unified Theory. Pekerjaan ini diselesaikan dengan disertasi yang berjudul "Null Tetrad, Formulation of the Equation of Motion in General Relativity" pada tahun 1971.[2]

Setelah kembali ke Indonesia, Pantur Silaban menjadi orang pertama di Indonesia yang mempelajari relativitas Einstein sampai tingkat doktor. Sekian banyak makalahnya dimuat berbagai proceedings. Seniornya, Prof. Achmad Baiquni (almarhum), selalu menyebut nama Pantur Silaban sebagai otoritas bila menyinggung nama Einstein dan beberapa kali diundang sebagai pembicara di International Centre for Theoretical Physics (ICTP), Trieste, Italia, yang didirikan Nobelis Fisika, Abdus Salam. Pantur Silaban selalu mencermati indikasi akan keberhasilan Teori Kuantum Gravitasi hingga kini.

Di lingkungan keluarga ia menebang folklore, "rebung tak jauh dari rumpunnya". Keempat putrinya, buah perkawinan dengan Rugun Lumbantoruan, merupakan sarjana dari perguruan tinggi negeri. Anna Silaban lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran; Ruth Silaban dokter spesialis saraf lulusan Universitas Padjajaran; Sarah Silaban lulusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung dan magister Universitas Teknologi Chalmers, Swedia; dan si bungsu Mary Silaban adalah lulusan Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung.

Penghargaan

Atas kontribusi Pantur Silaban dalam dunia sains, khususnya fisika, Freedom Institute - Center of Democracy, Nationalism, and Market Economy Studies menganugerahkannya Achmad Bakrie Award pada tahun 2009.[3]

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ (), Anwar Siswadi. Prima, Erwin (ed.). "Fisikawan Pantur Silaban Wafat, Konsisten Meneliti Teori Einstein". Tempo.co. Diakses tanggal 2 Agustus 2022. {{cite news}}: |last= memiliki nama numerik
  2. ↑ keterangan abtrak disertasi doktoral, Pantur Silaban, Departemen Fisika, Universitas Syracuse, New York, 1971
  3. ↑ Diarsipkan 2012-01-20 di Wayback Machine Siaran Pers Penghargaan Achmad Bakrie 2009
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan