Sabtu, 31 Oktober 2026
00:57 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Pantur Silaban

fisikawan, ilmuwan teori relativitas

Bagikan:
Ini adalah nama Batak Toba, marganya adalah Silaban.
Pantur Silaban
Lahir(1937-11-11)11 November 1937
Meninggal1 Agustus 2022(2022-08-01) (umur 84)[1]
Rumah Sakit Santosa, Bandung, Jawa Barat
Tempat peristirahatan terakhir
San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat
Almamater
Dikenal karenaDoktor Indonesia pertama dalam bidang Teori Relativitas Umum
Anak4
Karier ilmiah
Tempat kerjaInstitut Teknologi Bandung
DisertasiNull tetrad formulation of the equations of motion in general relativity (1971)
Peter Bergmann

Pantur Silaban (11 November 1937 – 1 Agustus 2022) adalah seorang akademisi dan fisikawan Indonesia. Ia terakhir menjabat sebagai Guru Besar pada Kelompok Keahlian Fisika Teoretik Energi Tinggi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung.

Kehidupan

Pantur Silaban menjadi guru besar fisika diInstitut Teknologi Bandung sejak Januari 1995. Ia dikenal sebagai fisikawan pertama di Indonesia (bahkan Asia Tenggara) yang menekuni teori relativitas, khususnya relativitas umum.

Pada tahun 1967, 3 tahun setelah diangkat menjadi staf pengajar Fisika (1964), Pantur Silaban berangkat ke Amerika Serikat untuk belajar relativitas umum dan ia diterima di pusat kajian gravitasi Universitas Syracuse Diarsipkan 2012-02-12 di Wayback Machine langsung di bawah bimbingan Peter Gabriel Bergmann dan Joshua N. Goldberg. Di sana Pantur Silaban memasuki isu paling hangat yakni mengawinkan Mekanika Kuantum dan Relativitas Umum untuk meminak Teori Kuantum Gravitasi. Itulah impian terkenal Albert Einstein yakni meramu keempat interaksi yang ada di alam semesta dalam satu formulasi yang gagal ia peroleh sampai akhir hayatnya: Grand Unified Theory. Pekerjaan ini diselesaikan dengan disertasi yang berjudul "Null Tetrad, Formulation of the Equation of Motion in General Relativity" pada tahun 1971.[2]

Setelah kembali ke Indonesia, Pantur Silaban menjadi orang pertama di Indonesia yang mempelajari relativitas Einstein sampai tingkat doktor. Sekian banyak makalahnya dimuat berbagai proceedings. Seniornya, Prof. Achmad Baiquni (almarhum), selalu menyebut nama Pantur Silaban sebagai otoritas bila menyinggung nama Einstein dan beberapa kali diundang sebagai pembicara di International Centre for Theoretical Physics (ICTP), Trieste, Italia, yang didirikan Nobelis Fisika, Abdus Salam. Pantur Silaban selalu mencermati indikasi akan keberhasilan Teori Kuantum Gravitasi hingga kini.

Di lingkungan keluarga ia menebang folklore, "rebung tak jauh dari rumpunnya". Keempat putrinya, buah perkawinan dengan Rugun Lumbantoruan, merupakan sarjana dari perguruan tinggi negeri. Anna Silaban lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran; Ruth Silaban dokter spesialis saraf lulusan Universitas Padjajaran; Sarah Silaban lulusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung dan magister Universitas Teknologi Chalmers, Swedia; dan si bungsu Mary Silaban adalah lulusan Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung.

Penghargaan

Atas kontribusi Pantur Silaban dalam dunia sains, khususnya fisika, Freedom Institute - Center of Democracy, Nationalism, and Market Economy Studies menganugerahkannya Achmad Bakrie Award pada tahun 2009.[3]

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ (), Anwar Siswadi. Prima, Erwin (ed.). "Fisikawan Pantur Silaban Wafat, Konsisten Meneliti Teori Einstein". Tempo.co. Diakses tanggal 2 Agustus 2022. {{cite news}}: |last= memiliki nama numerik
  2. ↑ keterangan abtrak disertasi doktoral, Pantur Silaban, Departemen Fisika, Universitas Syracuse, New York, 1971
  3. ↑ Diarsipkan 2012-01-20 di Wayback Machine Siaran Pers Penghargaan Achmad Bakrie 2009
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan