Jumat, 25 September 2026
14:16 WIB
TERKINI
Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara
Pantalassa

Pantalassa

Superlautan yang mengelilingi Pangea selama era Mesozoikum

Pantalassa lautan global yang mengelilingi PangaeaTemplat:SHORTDESC:Pantalassa lautan global yang mengelilingi Pangaea
330px-Pangea_continents_and_oceans.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Panthalassa mengelilingi Superbenua Pangea selama transisi Paleozoikum-Mesozoikum, sebelum akhirnya pangea terpecah dua benua raksasa, yaitu Laurasia Di belahan bumi utara dan Gondwana di belahan bumi selatan.

Pantalassa, juga dikenal sebagai Samudra Pantalassik[1] atau Pantalassan (dari bahasa Yunani, πᾶν dan θάλασσα yang berarti semua lautan) adalah superlautan purba hipotetis yang mengelilingi super Benua Pangaea, dan merupakan nenek moyang dari Samudra Pasifik, terbentuk sekitar 250 juta tahun yang lalu, dan ukurannya menyusut sejak pecahnya Pangaea, sejak 180 juta tahun yang lalu.[2][3][4] Tethys adalah bagian kecil dari samudra ini.[5] Panthalassa terbentuk pada akhir Paleozoikum dan awal Mesozoikum sekitar 250 juta tahun yang lalu, yang menutupi hampir 70% permukaan bumi dan dianggap oleh beberapa ahli geologi telah menggabungkan semua samudra atau kerak samudra Bumi pada masa awal geologis masa lalu.[6][7] Dasar lautnya telah sepenuhnya hilang karena subduksi lempeng samudra terus menerus di sepanjang dasar kerak benua. Panthalassa juga disebut sebagai Paleo-Pasifik ("Pasifik Kuno") atau Proto-Pasifik karena Samudra Pasifik berawal dari super lautan ini sejak zaman Mesozoikum hingga saat ini.[8]

Pembentukan

330px-Panthalassa_250Ma.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi Pantalassa sekitar 250 juta tahun yang lalu, dengan beberapa batas lempeng yang terlihat (dalam bentuk garis putih), yang merupakan batas subduksi antarlempeng.

Panthalassa mulai terbentuk 700 juta tahun lalu, 50 juta tahun setelah Rodinia pecah sekitar 750 juta tahun. Luas Panthalassa pada awal perpecahan Rodinia sangatlah kecil. Ia berada di sela-sela daratan sisa Rodinia. Sebagian besar lautan saat itu bagian dari Mirovia. Selama Neoproterozoikum, Samudra Pan-Afrika meluas dan menggantikan Mirovia sebagai Superlautan pada masa itu hingga perpecahan Pannotia. Samudra Pan-Afrika menjadi Samudra yang dominan selama keberadaan Pannotia.

Saat perpecahan Pannotia sekitar 550 juta tahun yang lalu, terdapat 3 Samudra utama dunia, yakni Samudra Pan-Afrika, Mirovia, dan Panthalassa. Saat perpecahan Pannotia berlangsung, Samudra Panthalassa mulai meluas hingga mengecilnya Pan-Afrika dengan sisa - sisa Mirovia. Panthalassa meluas hingga manjadi sebuah Superlautan. Panthalassa menjadi Samudra utama hingga pembentukan Superbenua Pangea bersama dengan Samudra Paleo-Tethys dan Neo-Tethys. Selama Trias akhir, platform karbonat meluas di benua dan busur kepulauan dan merupakan evolusi penting terumbu karang.[9][10] Reorganisasi batas lempeng akibatnya menghasilkan pembentukan sistem tiga punggung yang stabil darimana Lempeng Pasifik yang baru lahir mengembang, yang saat itu dikelilingi oleh Lempeng Izanagi, Farallon, dan Phoenix.[4] Lempeng samudra Pasifik pada awal masa Jurassik awal di dalam samudra Panthalassa yang luas yang mengelilingi superbenua Pangaea, dan berisi litosfer tertua yang secara langsung dapat membatasi sejarak geodinamik Bumi mengelilingi Pangea.[10] Subduksi telah menghabiskan sebagian besar lempeng palaeo (Farallon, Izanagi, Phoenix, dan Pasifik) samudra yang pernah menempati Mesozoikum Paleo-Pasifik yang luas, atau Panthalassa,[11] sehingga rekonstruksi lempeng klasik berdasarkan anomali magnetik hanya dapat digunakan untuk membatasi sejarah sejak periode Cretaceous, dan evolusi tektonik lempeng Trias-Jura.[12] Platform karbonat runtuh pada awal Jura dan bertambahnya batas Asia Timur pada masa Cretacreous pada Akhir Jura.[13]

Sisa-sisa

Sekitar 200 juta tahun yang lalu, Pangea mulai terpecah dan Laurasia dan Gondwana mula berpisah.[12] Pantalassa berakhir menjadi wilayah Pasifik dan Atlantik karena proses geologi dari retakan yang menyebabkan pembentukan Cekungan Samudra Atlantik,[7] blok benua yang terpisah membentuk Samudra Hindia, Arktik, termasuk Atlantik.[14] Lautan Pantalassa pada ukuran terbesarnya menutupi lebih dari dari seluruh 70% permukaan bumi. Sebagian besar lempeng samudra dari Pantalassa sejak saat itu telah disubduksi di bawah Lempeng Amerika Utara dan Eurasia, Lempeng Pasifik saat ini telah terbentuk sejak pecahnya Pangea.[14] Dalam perkiraan, Samudra Pasifik hanya mengambil 40% - 50% bagian dari Panthalassa. Saat ini sisa-sisa dari Pantalassa adalah Samudra Pasifik, Arktik, Selatan, dan Atlantik. Samudra Hindia merupakan sisa-sisa dari Samudra Paleo-Tethys dan Neo-Tethys. Pantalassa menjadi salah satu Superlautan terluas di bumi.

Selain itu, para peneliti juga menemukan busur vulkanik sisa subduksi lempeng, yang sebelumnya terletak di utara hingga selatan kira-kira di tengah Samudra Pantalassa.[15]

Referensi

  1. ↑ "Panthalassa". Fossil Wiki (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-10-04.
  2. ↑ "What happened to Panthalassa, the large ocean?". www.liverpool.ac.uk. Diakses tanggal 2020-09-29.
  3. ↑ "Definition of Panthalassa | Dictionary.com". www.dictionary.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-09-29.
  4. 1 2 Park, Chris (2007). A Dictionary of Environment and Conservation (dalam bahasa American English). Oxford University Press. doi:10.1093/acref/9780198609957.001.0001. ISBN 978-0-19-860995-7.
  5. ↑ Allaby, Michael, ed. (2019). "A Dictionary of Plant Sciences". doi:10.1093/acref/9780198833338.001.0001.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  6. ↑ "Panthalassa". The Free Dictionary.
  7. 1 2 Mike. "What was Panthalassa?". Everything Dinosaur Blog (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-10-04.
  8. ↑ Korelitz, B. I.; Sommers, S. C. (1975-11). "Responses to drug therapy in ulcerative colitis. Evaluation by rectal biopsy and histopathological changes". The American Journal of Gastroenterology. 64 (5): 365–370. ISSN 0002-9270. PMID 2008.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  9. ↑ Peybernes, C.; Chablais, J.; Onoue, T.; Martini, R. (2016-08-05). "Mid-oceanic shallow-water carbonates of the Panthalassa domain: new microfacies data from the Sambosan Accretionary Complex, Shikoku Island, Japan". Facies. 62 (4). doi:10.1007/s10347-016-0475-7. ISSN 0172-9179.
  10. 1 2 Martindale, Rowan C.; Corsetti, Frank A.; James, Noel P.; Bottjer, David J. (2015-03-01). "Paleogeographic trends in Late Triassic reef ecology from northeastern Panthalassa". Earth-Science Reviews (dalam bahasa Inggris). 142: 18–37. doi:10.1016/j.earscirev.2014.12.004. ISSN 0012-8252.
  11. ↑ "(PDF) Resolving the early Mesozoic Panthalassa Ocean architecture with lower mantle slabs". ResearchGate (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-09-29.
  12. 1 2 van der Meer, D. G.; Torsvik, T. H.; Spakman, W.; van Hinsbergen, D. J. J.; Amaru, M. L. (2012-02-26). "Intra-Panthalassa Ocean subduction zones revealed by fossil arcs and mantle structure". Nature Geoscience. 5 (3): 215–219. doi:10.1038/ngeo1401. ISSN 1752-0894.
  13. ↑ Peybernes, Camille; Peyrotty, Giovan; Chablais, Jérôme; Onoue, Tetsuji; Yamashita, Daisuke; Martini, Rossana (2020-09). "Birth and death of seamounts in the Panthalassa Ocean: Late Triassic to Early Jurassic sedimentary record at Mount Sambosan, Shikoku, Southwest Japan". Global and Planetary Change. 192: 103250. doi:10.1016/j.gloplacha.2020.103250. ISSN 0921-8181.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  14. 1 2 Ornduff, Robert; White, Mary E. (1995-02). "After the Greening: The Browning of Australia". Taxon. 44 (1): 120. doi:10.2307/1222703. ISSN 0040-0262.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  15. ↑ van der Meer, D. G.; Torsvik, T. H.; Spakman, W.; van Hinsbergen, D. J. J.; Amaru, M. L. (2012-03). "Intra-Panthalassa Ocean subduction zones revealed by fossil arcs and mantle structure". Nature Geoscience (dalam bahasa Inggris). 5 (3): 215–219. doi:10.1038/ngeo1401. ISSN 1752-0908.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=

Lihat pula

Halaman terkait

Ikon rintisan

Artikel bertopik geologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan