Kamis, 05 November 2026
08:17 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Pannotia

Pannotia

Bagikan:
330px-Panotiaggg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokasi Pannotia yang berpusat di kutub selatan.
330px-Positions_of_ancient_continents%2C_550_million_years_ago.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pannotia (550 juta tahun yang lalu).

Pannotia (dari bahasa Yunani: pan- , "semua", -nótos , "selatan"; yang berarti "seluruh tanah selatan") juga dikenal sebagai Superbenua Vendia, Greater Gondwana dan Superbenua Pan-Afrika adalah benua super hipotetis yang ada dari masa orogeni Pan-Afrika atau sekitar 633 juta tahun yang lalu dan hanya bertahan akhir masa Prakambrium atau sekitar 550 juta tahun yang lalu. Superbenua ini pertama kali dideskripsikan oleh Ian W. D. Dalziel pada tahun 1997. Pannotia terbentuk setelah pecahnya Superbenua Rodinia sekitar 750 juta tahun lalu. Pecahan Pannotia membentuk benua baru, yaitu Protolaurasia (sebelum pecah menjadi Laurentia, Baltica, dan Siberia) dan Gondwanaland.[1]

Perpecahan

Samudra Lapetus mulai terbentuk di pusat kutub selatan Pannotia menandai perpecahan benua tersebut. Hal ini terjadi 200 juta tahun setelah perpecahan Rodinia. Pembentukan Lapetus dan laut Kambrium lainnya menyediakan habitat bagi metazoa bertubuh lunak yang baru mengalami tahap awal evolusi. Hal ini disebut sebagai Ledakan kambrium.[2]

Referensi

  1. ↑ "Pannotia". Palaeos. Diarsipkan dari asli tanggal 2006-03-13. Diakses tanggal 2006-03-12.
  2. ↑ Dalziel, Ian W. D. (1997-01-01). "OVERVIEW: Neoproterozoic-Paleozoic geography and tectonics: Review, hypothesis, environmental speculation". GSA Bulletin (dalam bahasa Inggris). 109 (1): 38. doi:10.1130/0016-7606(1997)1092.3.CO;2. ISSN 0016-7606. However, the Iapetus ocean basin formed within the Pannotian supercontinental assembly ≈200 m.y. later than the breakup of Rodinia, after the initial development of soft-bodied metazoans, notably the Ediacaran fauna (Grotzinger et al., 1995), and possibly after the divergence of metazoan phyla (Wray et al., 1996). The oxygen content of the atmosphere had passed a critical threshold (Knoll and Walter, 1992), and the advancing Cambrian seas appear to have opened up a myriad of unoccupied habitats, permitting the unique "explosion" of skeletalized metzaoans of phyla already established.

Lihat juga


Ikon rintisan

Artikel bertopik geologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan