Minggu, 27 September 2026
08:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Palaeoloxodon

Palaeoloxodon

Palaeoloxodon
Rentang waktu: Early Pleistocene–Holocene
330px-Elephas_antiquus_Rom_%28cropped%29.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerangka gajah gading-lurus (Palaeoloxodon antiquus) di museum paleontologi Universitas Sapienza Roma
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Proboscidea
Klad: Elephantida
Superfamili: Elephantoidea
Famili: Elephantidae
Genus: †Palaeoloxodon
Matsumoto, 1924[1]
Spesies tipe
Elephas namadicus naumanni
Makiyama, 1924
Spesies

Lihat teks

Sinonim
  • Sivalikia Osborn, 1924
  • Pilgrimia Osborn, 1924
  • Hesperoloxodon Osborn, 1931
Artikel takson sembarang

Palaeoloxodon adalah sebuah genus gajah punah. Genus ini berasal dari Afrika pada Pleistosen Awal, dan menyebar ke Eurasia pada awal Pleistosen Tengah. Genus ini mencakup spesies gajah terbesar, dengan individu dewasa mencapai tinggi 4 meter (13 ft) di pundak, dan bobot lebih dari 13 ton (29.000 pon), mewakili salah satu mamalia darat terbesar yang pernah ada, termasuk Palaeoloxodon recki dari Afrika, gajah gading-lurus dari Eropa (Palaeoloxodon antiquus) dan Palaeoloxodon namadicus dari Asia Selatan. P. namadicus telah disarankan sebagai mamalia darat terbesar yang diketahui oleh beberapa ahli bedasarkan ekstrapolasi dari sisa-sisa fragmenter, meski perkiraan-perkiraan tersebut sangat spekulatif.[2] Selain itu, genus ini juga mencakup banyak spesies gajah kerdil yang berevolusi melalui dwarfisme pulau di pulau-pulau di Mediterania, seperti Palaeoloxodon falconeri yang tingginya kurang dari 1 meter (3,3 ft) di pundak saat dewasa, menjadikannya sebagai jenis gajah terkecil yang diketahui. Genus ini memiliki sejarah taksonomis yang panjang dan kompleks. Pada beberapa masa, genus ini dianggap termasuk dalam Loxodonta atau Elephas, tetapi saat ini Palaeoxodon umumnya dianggap sebagai genusnya sendiri yang sah.

Referensi

  1. ↑
  2. ↑ Larramendi, A. (2015). "Shoulder height, body mass and shape of proboscideans". Acta Palaeontologica Polonica. 60. doi:10.4202/app.00136.2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan