Rabu, 23 September 2026
04:02 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Pakkat

Pakkat

250px-Pakkat_pucuk_rotan.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pakkat dengan Sambal Tuktuk

Pakkat adalah Makanan tradisional khas Mandailing, Sumatera Utara. Pakkat itu sendiri adalah pucuk Rotan muda yang di bakar. Pakkat biasanya ramai pada saat bulan Ramadan sebagai menu lalapan saat buka puasa.[1]

Pakkat memiliki cita rasa pahit dan pekat ketika dicicipi dan biasanya dihidangkan sebagai pengganti nasi atau dimakan bersama arsik ikan mas atau ikan jurung santan.[2]

Diceritakan secara turun temurun oleh masyarakat Mandailing, bahwa Pakkat awalnya ditemukan secara tidak sengaja oleh masyarakat adat yang bekerja membangun jalan di kampungnya pada zaman kolonial. Saat itu, makanan sulit diperoleh dan mereka ke hutan untuk mencari sumber makanan.

Sekelompok pemuda menemukan tanaman dengan bagian bawah yang keras namun pucuknya lembut. Mereka kemudian memasak tanaman ini dengan cara memotong di bagian ujung, dikupas kemudian daging bagian dalam diambil dan merebusnya. Makanan ini lah yang menjadi makanan pokok bagi mereka ketika membangun jalan.

Referensi

  1. Pucuk Rotan Yang Jadi Menu Lalapan Khas Orang Mandailing. Tribunnews.com, diakses 13 Oktober 2015
  2. Saturi, Sapariah (2021-12-29). "Menjaga Pakkat, Merawat Tradisi Pangan Khas Mandailing". Mongabay.co.id. Diakses tanggal 2022-10-06.
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan