Rabu, 04 November 2026
09:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Pakis, Magelang

Pakis, Magelang

kecamatan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

Bagikan:
Pakis
330px-Grenjengan_Kembar_waterfall_in_Magelang_Regency%2C_Indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Air terjun Grenjengan Kembar
Koordinat: 7°27′08″S 110°19′57″E / 7.45215218°S 110.33244315°E / -7.45215218; 110.33244315
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenMagelang
Populasi
 • Total54,666 jiwa (SP 2.020)[1] jiwa
Kode pos
56193
Kode Kemendagri33.08.16 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3308190 Suntingan nilai di Wikidata
Luas69,56 km²[2]
Kepadatan785 jiwa/km²
Peta interaktif
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pakis%2C_Magelang&revid=28399509&groups=_cb0dc37a0519e67e2467f397833e2e39d6012cce&parser=parsoid

Pakis (bahasa Jawa:ꦥꦏꦶꦱ꧀, translit. Pakis) adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 29 Km dari Kota Mungkid, ibu kota Kabupaten Magelang ke arah timur laut. Pusat pemerintahannya berada di Desa Pakis. Kecamatan Pakis berada di lereng barat Gunung Merbabu, dengan ketinggian rata-rata wilayahnya 841 mdpl. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani, yaitu petani sayur-mayur dan bunga mawar.[3]

Batas wilayah

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kecamatan Grabag dan
Kecamatan Ngablak
Timur laut Kecamatan Ngablak
Timur 20px-Seal_of_Semarang_Regency.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang
Tenggara 20px-Seal_of_Semarang_Regency.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang
Selatan Kecamatan Sawangan
Barat daya Kecamatan Candimulyo
Barat Kecamatan Candimulyo dan
Kecamatan Tegalrejo
Barat laut Kecamatan Tegalrejo

Pemerintahan

Desa/kelurahan

Tradisi

250px-Sungkem_Tlompak.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tradisi Sungkem Tlompak, Pakis, Magelang
250px-Pinusan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hutan Pinus Kragilan di Desa Pogalan

Masyarakat lereng barat Gunung Merbabu menjalani tradisi merayakan Lebaran yang disebut sebagai "Sungkem Telompak" bertepatan dengan 5 Syawal 1431 Hijriyah di Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah,[4] Karena ada tradisi itu, masyarakat kemudian merawat sumber air di Telompak, mereka tidak menebangi pohon sehingga mata air tetap lestari. Tradisi ini telah menjadi pendidikan lingkungan, pendidikan ekologi yang real dilaksanakan oleh masyarakat sebagai kepandaian lokal, setelah itu mereka menggelar kesenian tradisional "Campur Bawur" di mata air itu setelah selesai berdoa dan memasang sesaji dengan dipimpin juru kunci tempat itu.

Tempat itu berada di ketinggian sekitar 800 meter dari permukaan air laut, di lereng barat Gunung Merbabu. Dusun Keditan dengan Gejayan berjarak sekitar tujuh kilometer.

Dua sesepuh warga Keditan, masing-masing Partowiyoto dan Martodinomo, bersama puluhan orang yang berpakaian tarian tradisional Merbabu, "Prajuritan", berdiri di halaman rumah jurukunci sumber air Tlompak, Partowiyoto terlihat secara resmi meminta restu Purwosugito untuk melaksanakan tradisi turun temurun di kawasan itu.

Mereka kemudian berjalan kaki dipimpin Purwosugito yang mengenakan pakaian adat Jawa, "bebet", surjan, dan belangkon, menuju mata air Tlompak yang berjarak sekitar 500 meter dari pemukiman warga Gejayan. Seorang warga mengusung sesaji dengan wadah dari anyaman bambu, berisi antara lain tumpeng, lauk pauk, palawija, bunga mawar, rokok keretek, dan kemenyan. Tabuhan sejumlah alat musik seperti kenong, bende, jedor, dan truntung terdengar mengiring prosesi jalan kaki menuju mata air yang terletak di antara dua jurang di kawasan itu.

Lihat pula

Referensi

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik kecamatan di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan