Jumat, 30 Oktober 2026
11:34 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Bandongan, Magelang

kecamatan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

Bagikan:
Bandongan
Koordinat: 7°27′49″S 110°11′21″E / 7.46360936°S 110.18916364°E / -7.46360936; 110.18916364
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenMagelang
Pemerintahan
 • Camat-
Populasi
 • Total62,326 jiwa
Kode Kemendagri33.08.14 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3308150 Suntingan nilai di Wikidata
Luas45,79 km²
Kepadatan1.247 jiwa/km²
Desa/kelurahan14
Peta interaktif
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bandongan%2C_Magelang&revid=29488994&groups=_5c08d5f9ab4885425b02189a09ea0708d5b295a6&parser=parsoid

Bandongan (bahasa Jawa:ꦧꦤ꧀ꦝꦺꦴꦔꦤ꧀, translit. Bandhongan) adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 20 Km dari Kota Mungkid, ibu kota Kabupaten Magelang, ke arah utara melalui Kota Magelang. Kecamatan Bandongan berada tepat di sebelah barat Kota Magelang. Pusat pemerintahannya berada di Desa Bandongan. Desa Gandusari merupakan desa terluas di Kecamatan Bandongan dengan luas 6,03 km² dan Desa Kedungsari merupakan desa terkecil di Kecamatan Bandongan dengan luas 1,54 km².[1] Kecamatan Bandongan merupakan satu-satunya berada di Lingkup Polresta Magelang Kota

Sejarah

Pada zaman dahulu konon setelah tertangkapnya pangeran Diponegoro di Magelang pada tanggal 28 Maret 1930 banyak para pengikutnya yang berpencar dan berlari menyelamatkan diri kearah barat. Tertangkapnya pangeran Diponegoro karena tipu muslihat Belanda yang waktu itu dipimpin oleh Jendral De Kock, sehingga menimbulkan kekecewaan dan kemarahan para pengikutnya, mereka bersumpah untuk tetap berjuang melawan penjajah Belanda sampai titik darah penghabisan, meskipun hanya dengan peralatan seadanya.

Pengikut pangeran Diponegoro kebanyakan para alim ulama dan tokoh agama, namun demikian mereka tetap gigih berjuang membela rakyat agar terhindar dari penindasan, penyiksaan, penderitaan, kemiskinan dan keterbelakangan. Dalam perjuangannya para pengikut pangeran Diponegoro sering mengadakan pertemuan-pertemuan di daerah Beran yaitu tanah tinggi dan lapang di area persawahan pinggir perkampungan, sambil berdakwah menyiarkan agama Islam dengan cara sesepuh ulama membacakan kitab dan yang lain mendengarkan, menyimak dan memaknai proses pembelajaran. Praktek seperti itu disebut "bandongan" yang sekarang menjadi nama Desa dan sekaligus nama Kecamatan di Magelang.

Geografi

Batas wilayah

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kecamatan Windusari
Timur laut Kecamatan Windusari dan
Kecamatan Secang
Timur 20px-Seal_of_the_City_of_Magelang.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang,
20px-Seal_of_the_City_of_Magelang.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, dan
20px-Seal_of_the_City_of_Magelang.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang
Tenggara Kecamatan Mertoyudan
Selatan Kecamatan Tempuran
Barat daya Kecamatan Kaliangkrik
Barat Kecamatan Kaliangkrik
Barat laut Kecamatan Windusari

Pemerintahan

Kecamatan Bandongan terdiri dari 14 Desa, 133 Dusun, 128 RW dan 411 RT.

Desa/kelurahan

Penduduk

Desa/Kelurahan dengan Jumlah Penduduk Terbanyak Desa Rejosari sebanyak 7.818jiwa.[2] Sebagian penduduk desa di Kecamatan Bandongan sebagai petani tanaman sayuran dan buah-buahan semusim yaitu, cabai, rawit, kacang panjang, ketimun, tomat, terong, dan pepaya,dll.[3]

Fasilitas

Pendidikan Formal

Kecamatan Bandongan memiliki 46 SD/MI, 10 SMP/MTs, 2 SMA/MA , 2 SMK yang tersebar di 14 Desa/Kelurahan.

  • SDN Bandongan 1
  • SDN Bandongan 2
  • SDN Bandongan 3
  • SDN Gardusari 1
  • SD IT Muhammadiyah Bandongan
  • MI Darul Falah
  • MI di Tonoboyo
  • SMPN 1 Bandongan
  • SMPN 2 Bandongan
  • SMP Syubbanul Wathon Bandongan
  • MTs Ma'arif Al-Munir Bandongan
  • SMA Negeri 1 Bandongan
  • SMA Sholihin Bandongan
  • SMK Muhammadiyah Bandongan
  • SMK Mutu Bandongan

Pendidikan Non Formal

Referensi

  1. ↑ Sholikhah, Heni Farikhatu (2021-06-24). "FENEMONA PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) DI KECAMATAN BANDONGAN KABUPATEN MAGELANG". TheJournalish: Social and Government. 2 (2): 30–35. doi:10.55314/tsg.v2i2.141. ISSN 2722-5402.
  2. ↑ Baihaqi, Akhmad; Zulaikhah, Anik; Rahmawati, Beta; Aini, Farida Nur; Indriastuti, Nola Noor Indah; Mutoharoh, Tri Apriliani (2021-02-18). "Pendampingan Rumah Baca dan Manajemen TPA di Dusun Wonorejo Bandongan Magelang Jawa Tengah". Community Empowerment. 6 (3): 347–351. doi:10.31603/ce.3860. ISSN 2621-4024.
  3. ↑ Syaharuddin, Syaharuddin (2018-02-07). "APLIKASI SISTEM INFORMASI DESA SEBAGAI TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK PENDATAAN PENDUDUK DAN POTENSI DESA". dx.doi.org. Diakses tanggal 2024-03-08.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik kecamatan di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan