Minggu, 08 November 2026
03:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Pahit

Pahit

Bagikan:
330px-Adriaen_Brouwer_-_The_Bitter_Potion_-_Google_Art_Project.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
The Bitter Draught ("Sesapan Pahit") oleh Adriaen Brouwer.

Pahit adalah salah satu rasa yang paling sensitif. Kebanyakan menganggapnya tidak nyaman dan tajam, tetapi terkadang diinginkan dan sengaja ditambahkan dalam hidangan melalui pemahit makanan. Contoh makanan dan minuman pahit mencakup zaitun yang belum matang, beberapa jenis keju, kopi, dan kakao yang belum dimaniskan.

Rasa pahit menjadi perhatian bagi peneliti bidang evolusi begitu juga banyak ahli kesehatan[1][2] karena banyaknya jumlah senyawa pahit beracun yang ditemukan di alam. Kemampuan untuk mendeteksi senyawa pahit yang beracun pada jumlah sedikit diyakini berperan penting dalam perlindungan diri.[1][2][3] Tumbuhan umumnya mengandung daun matang yang beracun, dan terdapat kecenderugan untuk memakan daun muda pada primata pemakan daun, yang cenderug lebih tinggi protein dan lebih rendah serat dan zat beracun dari pada daun tua.[4] Pada manusia, berbagai metode pengolahan makanan telah digunakan di seluruh dunia untuk menghilangkan racun dari makanan-makanan yang sebelumnya tidak dapat dimakan.[5] Terlebih lagi, penggunaan api, perubahan pola makan, dan penghindaran dari zat beracun telah mengarah ke evolusi netral dari sensitivitas kepahitan manusia. Hal ini memungkinkan terjadinya mutasi yang dapat menghilangkan fungsi, yang telah menyebabkan kepada berkurangnya kapasitas sensorik untuk rasa pahit pada manusia, ketimbang spesies lainnya.[6]

Referensi

  1. 1 2 Guyton, Arthur C. (1991) Textbook of Medical Physiology. (8th ed). Philadelphia: W.B. Saunders
  2. 1 2 Logue, Alexandra W. (1986). The Psychology of Eating and Drinking. New York: W.H. Freeman & Co. ISBN 978-0-415-81708-0.[halaman dibutuhkan]
  3. ↑ Glendinning, J. I. (1994). "Is the bitter rejection response always adaptive?". Physiol Behav. 56 (6): 1217–1227. doi:10.1016/0031-9384(94)90369-7. PMID 7878094. S2CID 22945002.
  4. ↑ Jones, S., Martin, R., & Pilbeam, D. (1994) The Cambridge Encyclopedia of Human Evolution. Cambridge: Cambridge University Press[halaman dibutuhkan]
  5. ↑ Johns, T. (1990). With Bitter Herbs They Shall Eat It: Chemical ecology and the origins of human diet and medicine. Tucson: University of Arizona Press[halaman dibutuhkan]
  6. ↑ Wang, X. (2004). "Relaxation Of Selective Constraint And Loss Of Function In The Evolution Of Human Bitter Taste Receptor Genes". Human Molecular Genetics. 13 (21): 2671–2678. doi:10.1093/hmg/ddh289. PMID 15367488.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan