Pacitan
ꦥꦕꦶꦠꦤ꧀ | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Gapura selamat datang di Jembatan Grindulu | |||||
| Koordinat: 8°11′28″S 111°05′37″E / 8.1911°S 111.0936°E / -8.1911; 111.0936 | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Pacitan | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Dita Widiapsari, S.STP., M.Si. | ||||
| Populasi (2025) | |||||
| • Total | 77.825 jiwa | ||||
| Kode pos | 63511 - 63519 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.01.04 | ||||
| Kode BPS | 3501040 | ||||
| Luas | 77,11 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 5 kelurahan 20 desa | ||||
| |||||
Pacitan (atau sering disebut Pacitan Kota) adalah kecamatan yang menjadi ibu kota dari Kabupaten Pacitan. Pacitan dilintasi jalan nasional dari arah Trenggalek di timur menuju Kota Solo dan Yogyakarta di barat. Sedangkan ke utara terdapat jalan provinsi menuju Ponorogo dan Madiun. Pacitan dilengkapi infrastruktur seperti alun-alun, masjid besar, rumah sakit, GOR, dan lainnya.[1] Kecamatan ini juga menjadi pusat perekonomian dari Kabupaten Pacitan dengan pasar yang ramai seperti Pasar Arjowinangun dan Pasar Minulyo.[2] Dari sektor transportasi, terdapat Terminal Pacitan yang cukup ramai dan melayani berbagai bus antar kota dan antar provinsi.[3] Kecamatan Pacitan memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua setelah Tulakan, yaitu sekitar 77 ribu jiwa pada tahun 2025.[4]
Pacitan juga dikenal sebagai kota pariwisata karena banyaknya destinasi populer. Terdapat berbagai pantai yang indah di kawasan Teluk Pacitan seperti Pantai Pancer Door dan Telengria. Pantai-pantai tersebut jaraknya sangat dekat dengan pusat kota dan dilengkapi berbagai spot kuliner hingga selancar.[5] Di daerah ini juga terdapat Pelabuhan Tamperan yang merupakan sentra perikanan terbesar di Pacitan.[6] Salah satu produk olahan ikan yang cukup populer adalah Tahu Tuna. Selain potensi baharinya, Pacitan juga dikenal sebagai kampung halaman Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bahkan kota ini juga memiliki ikon berupa Museum dan Galeri SBY-ANI dan rumah joglo masa kecil Bapak SBY yang dibuka untuk umum.[7]
Geografi

Pacitan adalah kecamatan di Kabupaten Pacitan yang terletak di pesisir selatan Pulau Jawa, tepatnya di kawasan Teluk Pacitan. Pacitan Kota terletak di sebuah lembah yang luas dan subur serta dikelilingi kawasan perbukitan. Walaupun Pacitan Kota memiliki banyak kawasan urban, areal persawahan juga masih sering ditemui. Sungai terpanjang di Pacitan yaitu Sungai Grindulu bermuara di kecamatan ini dan membelah wilayah kota menjadi dua.
Batas wilayah Kecamatan Pacitan adalah sebagai berikut:[4]
| Utara | Kecamatan Arjosari |
|---|---|
| Timur | Kecamatan Kebonagung |
| Selatan | Samudera Hindia |
| Barat | Kecamatan Pringkuku |
Sejarah

Berdasarkan cerita masyarakat setempat, asal-usul Pacitan dimulai dari kisah Siti Geseng. Beliau berasal dari Demak dan kemudian tinggal dan berguru kepada Adipati Ponorogo. Siti Geseng kemudian mendapatkan sebidang tanah di pesisir selatan untuk dibuka dan dijadikan pemukiman baru. Siti Geseng nantinya dijuluki Ki Ageng Petung karena beliau menancapkan bambu petung sebagai tanda dimulainya pembukaan pemukiman.[8] Salah satu keturunan dari Ki Ageng Petung nantinya menjadi Bupati pertama Pacitan di bawah kekuasaan Keraton Surakarta Hadiningrat. Pelantikan Bupati Tumenggung Notopuro pada 19 Februari 1745 sekarang diperingati sebagai Hari Jadi Pacitan.[9] Salah satu peninggalan dari Bupati Notopuro adalah Sumur Njero serta batu umpak yang sekarang berada di Dusun Ngerjoso, Desa Sukoharjo.[10] Wilayah Pacitan kemudian terbelah menjadi dua pasca Perjanjian Giyanti tahun 1755. Wilayah Ngerjoso ke timur masuk Surakarta, sedangkan Nanggungan ke barat masuk Kesultanan Yogyakarta. Kemudian pada masa kolonial Belanda, Pacitan dipisahkan dari kekuasaan keraton dan dimasukkan ke Karesidenan Madiun.[11] Pacitan menjadi satu dari 4 kawedanan yang membentuk Kabupaten Pacitan. Kawedanan lainnya adalah Lorog, Punung, dan Tegalombo. Kawedanan Pacitan membawahi Kecamatan Pacitan, Arjosari, dan Kebonagung.[12]
Galeri
- Lukisan Teluk Pacitan (gambar tengah) tahun 1782
- Sebuah mobil di Teluk Pacitan
- Hiu terdampar di Teluk Pacitan
- Teluk Pacitan dari atas
- Sebuah dermaga di Teluk Pacitan
Daftar kelurahan, desa, dan dusun
Kecamatan Pacitan terdiri dari 5 kelurahan dan 20 desa sehingga menjadi kecamatan dengan jumlah desa / kelurahan terbanyak di Kabupaten Pacitan. Kelurahan dan desa tersebut dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:[13]
| No. | Nama Wilayah | Tipe | Nama Dusun / Dukuh / Lingkungan | Ref |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Arjowinangun | Desa | Barang, Bowongan, Kauman, Pager | [13] |
| 2 | Baleharjo | Kelurahan | Kwarasan, Purwoharjo | [13] |
| 3 | Bangunsari | Desa | Krajan, Betulo, Jambu, Kradenan, Selare, Sundeng | [13] |
| 4 | Banjarsari | Desa | Krajan, Karangasri, Padangan | [13] |
| 5 | Bolosingo | Desa | Bedayu, Dayaan, Ngasem, Nglegok | [13] |
| 6 | Kayen | Desa | Krajan, Gundi, Jelok, Ngodong, Nogosari, Siwilan, Tileng | [13] |
| 7 | Kembang | Desa | Krajan, Bubakan, Jatirogo, Karang, Kiteran, Sedayu | [13] |
| 8 | Menadi | Desa | Menadi, Ngaglik, Nglebengan, Ngunut | [13] |
| 9 | Mentoro | Desa | Krajan, Duduhan, Kedawung | [13] |
| 10 | Nanggungan | Desa | Krajan Lor, Krajan Kidul, Bulu, Jatirejo, Tawang, Tegalrejo | [13] |
| 11 | Pacitan | Kelurahan | Krajan, Gantung | [13] |
| 12 | Ploso | Kelurahan | Krajan Lor, Krajan Kidul, Barehan, Blumbang, Kebon, Ngampel, Peden, Temon | [13] |
| 13 | Ponggok | Desa | Krajan Lor, Krajan Kidul, Banaran, Gamping, Siwalan, Sugihwaras, Sumber, Tubang | [13] |
| 14 | Pucangsewu | Kelurahan | Blimbing, Palihan, Pucangmulyo, Pucangrejo, Tukluk | [13] |
| 15 | Purworejo | Desa | Krajan, Demeling, Jati | [13] |
| 16 | Sambong | Desa | Krajan, Bareng, Bengle, Duren, Nglaban, Nglumbu, Pager Gunung, Sawahan, Sengon, Tukul, Turiayam, Weru | [13] |
| 17 | Sedeng | Desa | Krajan 1, Krajan 2, Krajan 3, Jeruk, Kebon, Kembang Kidul, Kembang Lor, Mloko | [13] |
| 18 | Semanten | Desa | Krajan, Duwetan, Ngawen | [13] |
| 19 | Sidoharjo | Kelurahan | Balong, Barak, Barean, Bleber, Caruban, Jaten, Kriyan, Plelen, Pojok, Tamperan, Teleng, Tuban | [13][14] |
| 20 | Sirnoboyo | Desa | Krajan, Mendole, Ngasem, Ngemplak, Suruhan | [13] |
| 21 | Sukoharjo | Desa | Jarum, Ngerjoso, Nitikan, Prambon | [13] |
| 22 | Sumberharjo | Desa | Craken Kulon, Craken Wetan | [13] |
| 23 | Tambakrejo | Desa | Klisat, Kwaron, Tambaan | [13] |
| 24 | Tanjungsari | Desa | Bengkal, Gemulung, Kebonredi, Ngledok, Tanjung | [13] |
| 25 | Widoro | Desa | Krajan, Karang, Ngetol | [13] |
Tempat terkenal



Pariwisata
- Alun-alun Pacitan
- Pantai Pancer Door
- Pantai Telengria
- Mentari Ocean View
- Museum dan Galeri SBY-ANI
- Rumah Masa Kecil SBY
- Kolam renang Jaten Garden
Institusi pendidikan
- Akademi Komunitas Negeri Pacitan (AKN)
- STKIP PGRI Pacitan
- Institut Studi Islam Muhammadiyah Pacitan (ISIMU)
- Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan (STAINU)
Fasilitas kesehatan
- RSUD Dr Darsono
- RSU Agung Mulia
- RSU Medical Mandiri
- Puskesmas Tanjungsari
- Puskesmas Pacitan di Mentoro
- Poskes DKT 05.10.25 Pacitan
Lainnya
- Masjid Agung Darul Falah
- Terminal Pacitan
- Pasar Arjowinangun
- Pasar Minulyo
- Stadion dan GOR Wijaya Krida
- Jembatan Grindulu JLS
Referensi
- ↑ "Alun-alun Pacitan yang Semakin Penuh Warna". PACITANKU. 2019-05-18.
- ↑ AZ (2018-05-20). "Pasar Minulyo Pacitan Tak Pernah Terlelap". HALO PACITAN.
- ↑ Robby Agustav (2014-08-27). "Usai Diresmikan, Pacitan Kini Memiliki Terminal Bus yang Nyaman". PACITANKU.
- 1 2 Kabupaten Pacitan Dalam Angka 2026. BPS Kabupaten Pacitan. 2026-02-27.
- ↑ Dody Bayu Prasetyo, ed. (2022-01-08). "Pancer Door, Pantai di Pacitan yang Pas untuk Berburu Sunset". TIMES INDONESIA.
- ↑ Ai Elsyafa Annur (2026-02-19). "Di Balik Ramainya Dermaga Tamperan Pacitan, Ratusan Kapal Bersandar Membawa Harapan". PACITANKU.
- ↑ Denza Perdana (2023-08-17). "Museum SBY-Ani di Pacitan Resmi Dibuka dengan Kemegahan Visual Cahaya". DETIK JATIM.
- ↑ Irma Budiarti (2025-02-17). "Ini Sejarah Pacitan yang Hari Jadinya Diperingati Setiap 19 Februari". DETIK JATIM.
- ↑ Irma Budiarti (2026-02-06). "Kabupaten dan Kota di Jatim Rayakan Hari Jadi Februari". DETIK JATIM.
- ↑ Faizal R Arief, ed. (2022-08-24). "Sejarah dan Kisah Mistis Petilasan Raden Tumenggung Notopuro, Bupati Pertama Pacitan". TIMES INDONESIA.
- ↑ Akhlis Sofan (2023-09-18). "Terungkap, Ini Alasan Sejarah Mengapa Pacitan Masuk Jawa Timur Meski Berbudaya Mataraman". PACITANKU.
- ↑ [Administratieve indeling van Java en Madoera] - sheet 3 (Oost Java). Leiden University Libraries Digital Collections. 1936.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 KEPUTUSAN BUPATI PACITAN NOMOR : 188.45/ 3 /KPTS/408.12/2018 TENTANG PENUNJUKAN PEMBANTU PEMBINA KELUARGA BERENCANA DESA DAN SUB PEMBANTU PEMBINA KELUARGA BERENCANA DESA KABUPATEN PACITAN TAHUN 2018 (PDF).
- ↑ Nurhalimah, Sri Marwanti, Heru Irianto (2017). "ANALISIS DAMPAK PEMBANGUNAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI DI TAMPERAN KECAMATAN PACITAN KABUPATEN PACITAN TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR". AGRISTA. 5 (1). Universitas Sebelas Maret.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
| Kecamatan | ||
|---|---|---|
| Kelurahan | |
|---|---|
| Desa | |
