Jumat, 30 Oktober 2026
21:47 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pabrik ijazah

Pabrik ijazah

Bagikan:
250px-Graduation-1449488_1920.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kelulusan

Pabrik ijazah atau lembaga jual gelar (bahasa Inggris: diploma/degree mill) adalah organisasi pendidikan yang menganugerahkan gelar akademis dan diploma tanpa harus melalui banyak studi akademis, dan tidak diakreditasi secara resmi.[1][2] Meski lembaga-lembaga tersebut tidak terakreditasi secara resmi, mereka kerap mengklaim sebagai terakreditasi oleh badan pengakreditasi yang tidak resmi, yang khusus didirikan untuk memberikan akreditasi palsu tersebut.[3]

Pabrik ijazah dianggap sebagai ancaman terhadap integritas akademik.[4][5]

Terminologi

Menurut kamus Webster, diploma mill adalah "lembaga pendidikan tinggi yang beroperasi tanpa pengawasan dari negara atau badan profesi, yang memberikan diploma palsu atau yang tidak sesuai standar".[6]

Ciri-ciri

Biasanya lembaga jual gelar memiliki nama atau afiliasi kampus yang dimirip-miripkan dengan lembaga resmi yang terakreditasi dan terkenal, utamanya dalam kasus-kasus di Indonesia, universitas luar negeri. Dalam pemasarannya, biasanya lembaga jual gelar akan mengklaim bahwa mereka "terakreditasi", padahal, lembaga pengakreditasinya hanyalah lembaga palsu yang anggotanya adalah kumpulan lembaga jual gelar yang lain. Sering kali mereka mengaku dikenal oleh UNESCO, padahal UNESCO tidak berwenang untuk memberi akreditasi dan pengenalan untuk lembaga pendidikan tinggi.[7]

Lembaga jual gelar biasanya merendahkan atau meniadakan syarat-syarat yang diperlukan untuk lulus. Meski kadang mereka mengharuskan pembelian buku, pengambilan ujian atau pekerjaan rumah, tidak ada proses belajar mengajar atau pelaksanaan riset yang benar. Di Indonesia, lembaga jual gelar kerapkali tidak memiliki tempat perkuliahan dan administrasi yang layak untuk sebuah perguruan tinggi, seperti di ruko-ruko.

Banyak lembaga jual gelar yang menawarkan kredit kualifikasi akademis berdasarkan "pengalaman hidup". Biasanya mereka meminta pembayaran uang sekolah sebelum pemberian ijazah dan tanpa melampirkan dokumentasi pendidikan. Ijazah palsu ini sering digunakan untuk melamar pekerjaan atau untuk promosi jabatan, terutama di dinas pemerintahan.

Referensi

  1. ↑ "Diploma Mills | Consumer Information". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-12-08. Diakses tanggal 2015-12-04.
  2. ↑ "Diploma Mills and Accreditation - Diploma Mills". www2.ed.gov. 23 Desember 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Luca Lantero, Degree Mills: non-accredited and irregular higher education institutions Diarsipkan 2015-05-13 di Wayback Machine, Information Centre on Academic Mobility and Equivalence (CIMEA), Italy.
  4. ↑ Fake Degrees and Fraudulent Credentials in Higher Education (dalam bahasa Inggris). doi:10.1007/978-3-031-21796-8.
  5. ↑ Ezell, Allen (2023). Eaton, Sarah Elaine; Carmichael, Jamie J.; Pethrick, Helen (ed.). Yesterday, Today, and Tomorrow: A Tour of Axact, the “World’s Largest Diploma Mill” (dalam bahasa Inggris). Cham: Springer International Publishing. hlm. 49–94. doi:10.1007/978-3-031-21796-8_3. ISBN 978-3-031-21796-8.
  6. ↑ "Definition of DIPLOMA MILL". Merriam-Webster (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-09-29.
  7. ↑ "Bogus Institutions and Accrediting Bodies" (PDF).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan