Minggu, 11 Oktober 2026
00:02 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Osmania

Bagikan:
Osmania
Lahir1928 (umur 97–98)
PekerjaanPelukis

Osmania (lahir di Kayutanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, tahun 1928) adalah seorang seniman Indonesia yang berprofesi sebagai pelukis.[1] Ia dipandang sebagai seorang pelukis yang selalu setia pada garis surealisme yang dianutnya.[2][3][4]

Riwayat ringkas

Osmania yang lahir di Kayutanam, Sumatera Barat, pernah berguru senirupa pada Wakidi, yang dikenal sebagai pelukis ternama. Sejak remaja ia telah mengembara ke berbagai kota dan daerah, serta hidup dengan bermacam jenis pekerjaan. Namun pekerjaan sebagai seniman jalanan adalah yang paling berkesan baginya. Sewaktu di kawasan Senen, Jakarta, ia bergaul dengan para seniman, bahkan berkawan dekat dengan penyair terkenal, Chairil Anwar.

Ia menghabiskan sebagian masa perantauannya di Karangasem, Bali, sekitar tahun 1958, sebelum kembali ke kampung halaman, Kayutanam, pada tahun 1972, karena ingin merawat ibunya yang lumpuh karena kecelakaan. Selama di Kayutanam ia tetap berkarya menumpahkan segala imaginasinya dalam bentuk lukisan di kanvas.

Referensi

  1. ↑ "Osmania". Diakses tanggal 2026-05-27.
  2. ↑ Wayan Sunarta (29 September 2002). "Pameran Tunggal "Garis Berbisik" Osmania dan Semangat "Binatang Jalang"". Gebyar. Bali Post. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-01-04. Diakses tanggal 4 Januari 2014.{{cite web}}: line feed karakter dalam |title= pada posisi 33Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ https://www.mutualart.com/Artist/Osmania/0F4D7B4D95F29F1F/Biography. Diakses tanggal 2026-05-27.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  4. ↑ https://ypi.or.id/ins-kayutanam-jalin-kerjasama-dengan-pelita-desa/. Diakses tanggal 2026-05-27.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong

Pranala luar


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan