Minggu, 08 November 2026
08:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Hujan orografis

Hujan orografis

Bagikan:
250px-Fen_schemat.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Curah hujan orografis terjadi ketika udara lembap dipaksa naik oleh topografi.

Hujan orografis (juga dikenal sebagai presipitasi orografis dan presipitasi relief) adalah jenis hujan yang terbentuk ketika massa udara yang lembap dipaksa bergerak naik melewati rintangan topografi alami, seperti pegunungan atau perbukitan.[1]

Mekanisme

Ketika angin mendorong massa udara basah menaiki lereng gunung yang menghadap arah datangnya angin (windward slope), tekanan atmosfer yang semakin rendah di atas menyebabkan udara tersebut mengembang dan mendingin secara adiabatik. Ketika suhu udara turun hingga mencapai titik embun, uap air di dalamnya akan mengembun (kondensasi) membentuk awan konvektif dan menghasilkan hujan yang lebat di sisi lereng tersebut.

Setelah melewati puncak gunung, massa udara yang telah kehilangan sebagian besar kelembapannya akan bergerak turun ke lereng sebaliknya (leeward slope). Dalam proses turun ini, udara mengalami kompresi (pemampatan) sehingga suhunya memanas secara adiabatik dan kelembapan relatifnya turun drastis. Akibatnya, wilayah di balik pegunungan ini menjadi sangat kering, hangat, dan minim hujan. Fenomena daerah kering di balik gunung ini disebut sebagai daerah bayangan hujan.

Referensi

  1. ↑ Ahrens, C. Donald; Henson, Robert (2022). Meteorology Today: An Introduction to Weather, Climate, and the Environment (Edisi ke-13). Cengage Learning. ISBN 9780357452059.
Ikon rintisan

Artikel bertopik umum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan