
Hujan orografis (juga dikenal sebagai presipitasi orografis dan presipitasi relief) adalah jenis hujan yang terbentuk ketika massa udara yang lembap dipaksa bergerak naik melewati rintangan topografi alami, seperti pegunungan atau perbukitan.[1]
Mekanisme
Ketika angin mendorong massa udara basah menaiki lereng gunung yang menghadap arah datangnya angin (windward slope), tekanan atmosfer yang semakin rendah di atas menyebabkan udara tersebut mengembang dan mendingin secara adiabatik. Ketika suhu udara turun hingga mencapai titik embun, uap air di dalamnya akan mengembun (kondensasi) membentuk awan konvektif dan menghasilkan hujan yang lebat di sisi lereng tersebut.
Setelah melewati puncak gunung, massa udara yang telah kehilangan sebagian besar kelembapannya akan bergerak turun ke lereng sebaliknya (leeward slope). Dalam proses turun ini, udara mengalami kompresi (pemampatan) sehingga suhunya memanas secara adiabatik dan kelembapan relatifnya turun drastis. Akibatnya, wilayah di balik pegunungan ini menjadi sangat kering, hangat, dan minim hujan. Fenomena daerah kering di balik gunung ini disebut sebagai daerah bayangan hujan.
Referensi
- ↑ Ahrens, C. Donald; Henson, Robert (2022). Meteorology Today: An Introduction to Weather, Climate, and the Environment (Edisi ke-13). Cengage Learning. ISBN 9780357452059.