Senin, 26 Oktober 2026
08:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Hujan orografis

Hujan orografis

Bagikan:
250px-Fen_schemat.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Curah hujan orografis terjadi ketika udara lembap dipaksa naik oleh topografi.

Hujan orografis (juga dikenal sebagai presipitasi orografis dan presipitasi relief) adalah jenis hujan yang terbentuk ketika massa udara yang lembap dipaksa bergerak naik melewati rintangan topografi alami, seperti pegunungan atau perbukitan.[1]

Mekanisme

Ketika angin mendorong massa udara basah menaiki lereng gunung yang menghadap arah datangnya angin (windward slope), tekanan atmosfer yang semakin rendah di atas menyebabkan udara tersebut mengembang dan mendingin secara adiabatik. Ketika suhu udara turun hingga mencapai titik embun, uap air di dalamnya akan mengembun (kondensasi) membentuk awan konvektif dan menghasilkan hujan yang lebat di sisi lereng tersebut.

Setelah melewati puncak gunung, massa udara yang telah kehilangan sebagian besar kelembapannya akan bergerak turun ke lereng sebaliknya (leeward slope). Dalam proses turun ini, udara mengalami kompresi (pemampatan) sehingga suhunya memanas secara adiabatik dan kelembapan relatifnya turun drastis. Akibatnya, wilayah di balik pegunungan ini menjadi sangat kering, hangat, dan minim hujan. Fenomena daerah kering di balik gunung ini disebut sebagai daerah bayangan hujan.

Referensi

  1. ↑ Ahrens, C. Donald; Henson, Robert (2022). Meteorology Today: An Introduction to Weather, Climate, and the Environment (Edisi ke-13). Cengage Learning. ISBN 9780357452059.
Ikon rintisan

Artikel bertopik umum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan