Sabtu, 26 September 2026
19:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Orang Samaria

Orang Samaria

denominasi Yahudi

Artikel ini bukan mengenai Bangsa Sarmatia.
Orang Samaria
ࠔࠌࠓࠉࠌ‎
שומרונים
السامريون
330px-Samaritans_marking_Passover_on_Mount_Gerizim%2C_West_Bank_-_20060418.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Orang Samaria merayakan Paskah di Gunung Gerizim, dekat Nablus modern dan Shechem kuno, 2006
Jumlah populasi
~900 (2024)[1]
Daerah dengan populasi signifikan
 Israel (Holon)460 (2021)
Palestina[a] (Kiryat Luza)380 (2021)[1]
Bahasa
Bahasa percakapan:
Hebrew Israel and Levantine Arabic
Liturgi:
Samaritan Hebrew and Samaritan Aramaic
Agama
Samaritanisme
Kelompok etnik terkait
Yahudi and other Orang-orang berbahasa Semit yang lain
250px-Samaritans_on_Mount_Gerizim%2C_West_Bank_-_20060429.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Orang Samaria

Israelite Samaritan atau Orang Samaria adalah penduduk wilayah Israel bagian utara, yang dulunya menjadi wilayah Kerajaan Israel.[2] Sejak abad ke-6 SM, ada pertentangan antara orang-orang Samaria dengan orang-orang Yahudi, yang berlangsung hingga masa Perjanjian Baru.[2] Pertentangan tersebut terutama disebabkan alasan etnisitas, yang mana orang-orang Yahudi menganggap orang-orang Samaria tidak berdarah Israel murni karena merupakan hasil pernikahan campur orang Israel dengan non-Israel.[2] Orang-orang Samaria menolak disebut sebagai Yahudi, mengklaim mereka berasal dari Suku Yusuf dan Suku Lewi.

Selain itu, dalam hal keagamaan juga ada perbedaan di antara keduanya sehingga Yahudi menganggap ibadah Samaria tidaklah benar.[2] Disisi lain, Samaria juga melihat Yahudi secara negatif. Orang-orang Samaria menganggap diri mereka sebagai bangsa Israel asli, dan memisahkan diri dari kalangan bangsa Israel yang telah dicemarkan oleh imam Eli pada zaman Samuel.[3]

Letak Geografis

Daerah tempat tinggal orang Samaria terletak di tengah-tengah Yudea di Selatan dan Galilea di Utara, yang mana keduanya merupakan tempat tinggal bagi mayoritas orang-orang Yahudi.[4] Karena itu, orang-orang Yahudi yang terletak di Galilea sering terancam diserang oleh perampok-perampok Samaria bila hendak menuju ke Yudea, atau sebaliknya.[2] Alternatif lain bagi orang Yahudi di Galilea untuk ke Yudea adalah melewati jalan di sebelah Timur Sungai Yordan yang lebih panjang.[2]

Latar Belakang

Akar dari orang-orang Samaria adalah penduduk Israel Utara, yang pada tahun 722 SM ditaklukan oleh bangsa Asyur.[2] Kebijakan Asyur saat itu adalah membuang sebagian penduduk Israel Utara ke tempat lain, dan memasukkan penduduk bangsa-bangsa lain ke daerah Israel Utara.[2] Hal itu dilakukan untuk mencegah pemberontakan.[2] Orang-orang Samaria kemudian dianggap sebagai hasil asimilasi antara orang-orang Israel dengan penduduk bangsa lain yang ditaruh di sana.[2]

Pada saat orang-orang Yahudi yang berasal dari Kerajaan Yehuda kembali dari Pembuangan, mereka mulai merumuskan kembali identitas Yahudi dan disertai pelbagai peraturan keagamaan.[5] Mereka menekankan kemurnian darah Israel, sehingga memandang negatif orang-orang Samaria.[5] Hubungan keduanya semakin diperburuk ketika pada tahun 128 M, Yohanes Hirkanus, yang menjadi pemimpin orang Yahudi waktu itu, menghancurkan bait suci orang Samaria di bukit Gerizim dalam rangka memperluas daerah Yudea.[5] Karena itu, hubungan antara orang Yahudi dan orang Samaria yang penuh ketegangan terus berlanjut.[5]

Keagamaan

Pola keagamaan orang Samaria mirip dengan umat Yahudi dalam hal menyembah satu Tuhan Israel Yang Maha Esa / Satu satunya TUHAN/Allah Dari segala Tuhan Dunia (YHWH), perayaan hari Sabat, perayaan Paskah, dan sebagainya.[4] Akan tetapi, ada beberapa hal lain yang membedakan pola keagamaan orang Samaria dengan orang Yahudi.[4]

330px-Gerizim2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pusat Ibadah orang-orang Samaria di Gunung Gerizim

Pusat Ibadah di Gunung Gerizim

Orang-orang Samaria tidak mengakui Yerusalem sebagai tempat ibadah utama, melainkan mendirikan bait suci yang menjadi pusat peribadahan mereka di dekat Gunung Gerizim.[2] Gunung Gerizim mereka anggap sebagai tempat suci pilihan Allah dan di situlah mereka menyelenggarakan ibadah mereka sendiri.[4] Tidak diketahui dengan pasti kapan bait tersebut dibangun, tetapi pastinya telah berdiri sebelum tahun 128 SM ketika dihancurkan oleh Yohanes Hirkanus dari bangsa Hasmoni.[5]

250px-Shomroni_tora2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Orang Samaria dan Taurat Samaria.

Taurat Musa

Sebagai kitab suci, mereka hanya mengakui Taurat Musa yang disadur sedikit sesuai keyakinan mereka, yang disebut sebagai "Taurat Samaria".[4] Kitab-kitab para nabi dan kitab-kitab lain di dalam Kitab Suci Ibrani tidak mereka akui sebagai bagian kitab suci.[2] Kitab Taurat tersebut disusun kurang lebih abad ke-1 atau ke-2 SM, dan berisi legitimasi atas pentingnya Gunung Gerizim atau Sikhem sebagai tempat ibadah.[6] Sebaliknya, mereka menolak Yerusalem dan Bait Suci di sana sebagai tempat beribadah yang benar.[6]

Referensi

  1. 1 2 SamUp 2022.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 S. Wismoady Wahono.1986. Di Sini Kutemukan. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hal. 338-339
  3. ↑ (Inggris)Etienne Nobet. 1997. A Search for the Origins of Judaism: From Joshua to Mishnah. Sheffield: Sheffield Academic Press. P. 123.
  4. 1 2 3 4 5 C. Groenen. 1984.Pengantar Ke Dalam Perjanjian Baru. Yogyakarta: Kanisius. Hal. 39-40
  5. 1 2 3 4 5 (Indonesia)John Stambaugh, David Balch. 1997. Dunia Sosial Kekristenan Mula-Mula. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hal. 111-114.
  6. 1 2 (Inggris)Bernard M. Levinson. 2008. Legal Revision and Religious Renewal in Ancient Israel. Cambridge: Cambridge University Press. P. 127-128.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Samaritans.
Yesus Kristus
Injil
Individu
Kelompok
Para rasul
Kisah Para Rasul
Orang Romawi dan
Keluarga Herodes
Injil
Kisah Para Rasul
Surat-surat
Wahyu
  1. ↑ Samaritan residents in the West Bank have dual citizenship under the Palestinian National Authority (Sabella 2011, hlm. 75,n.4).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan