Sabtu, 17 Oktober 2026
13:12 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Suku Belait

Suku Belait

suku bangsa di Brunei

Bagikan:
Belait
250px-2023_Majlis_Ramah_Mesra_Belait_127.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suku Belait tahun 2023
Daerah dengan populasi signifikan
Brunei
Bahasa
Belait, Melayu
Agama
Islam
Kelompok etnik terkait
Tutong

Suku Belait adalah sebuah suku bangsa di Brunei yang berasal sari Distrik Belait. Mereka aslinya menuturkan bahasa Belait. Mereka mayoritas beragama Islam.[1] Mereka secara resmi merupakan salah satu dari tujuh suku bangsa yang mencakup ras Melayu di Brunei.[butuh rujukan]

Asal-usul

Suku Belait berasal dari penggabungan dua suku hangsa, yaitu Belait jati (yaitu Belait 'asli') dan Lemeting atau Meting.[2][3] Yang kedua berasal dari Sungai Tinjar, anak dari Sungai Baram di Sarawak, Malaysia; mereka kemudian bermigrasi ke wilayah Belait 'asli' dan kemudian terintegrasi.[2][3]

Bahasa

Bahasa Belait, bahasa tradisional suku Belait, adalah sebuah bahasa Austronesia dalam sub-kelompok Melayu-Polinesia. Bahasa ini memiliki status "benar-benar" terancam punah; diklaim bahwa "hampir tidak ada penutur berusia muda".[4]

Kutipan

  1. ↑ Martin 1996, hlm. 200.
  2. 1 2 Martin 1996, hlm. 201.
  3. 1 2 Hughes-Hallett 1938, hlm. 102.
  4. ↑ McLellan 2014, hlm. 17.

Referensi


Templat:Asia-sukubangsa-stub

Brunei

Artikel bertopik Brunei ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan