Senin, 02 November 2026
07:23 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Suku Penan

Suku Penan

suku bangsa di Malaysia

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Suku Punan.
Penan
250px-Penan_woman.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang wanita Penan tua asal Ulu Baram, Sarawak.
Jumlah populasi
16,000[1]
Daerah dengan populasi signifikan
Malaysia
(Sarawak) Brunei
Bahasa
Penan, Melayu
Agama
Animism, Kristen dan Islam
Kelompok etnik terkait
Suku Dayak

Penan adalah penduduk asli nomadik yang tinggal di Sarawak dan Brunei, meskipun hanya ada komunitas kecil di Brunei; setengah bagian dari komunitas tersebut di Brunei berpindah ke Islam. Penan adalah salah satu suku terakhir yang masih berburu dan meramu. Penan dikenal karena praktik 'molong' mereka yang artinya tidak pernah mengambil lebih dari keperluan. Kebanyakan Penan adalah pemburu-peramu nomadik sampai para misionaris pasca-Perang Dunia II bermukim ke beberapa pemukiman Penan, terutama di distrik Ulu-Baram tetapi juga distrik Limbang. Mereka memakan tumbuh-tumbuhan, yang juga digunakan sebagai pengobatan, dan hewan dan menggunakan kulit, bulu, dan bagian-bagian lainnya untuk pakaian dan tempat tinggal.

Catatan

  1. ^ Sarawak Peoples Campaign, Ian Mackenzie, accessed 2005-04-05
  2. ^ Nomads of the Dawn, The Penan of the Borneo Rainforest, Chapter

Referensi

  1. ↑ "Main_Penan_Settlements.html". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-15. Diakses tanggal 2017-01-14.

Pranala luar

Videos
  • Balmer, Yves (2003–2009). "Penan Video Site. Sarawak / Borneo". Ethnological videos clips. Living or recently extinct traditional tribal groups and their origins. Andaman Association. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-07-11. Diakses tanggal 2017-01-14.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan