Rabu, 28 Oktober 2026
07:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Orang Brahui

Orang Brahui

kelompok etnik

Bagikan:
Brahui
براہوئی, Baloch
250px-Brahui_people_of_Quetta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto dari tahun 1910 dengan tulisan "Brahui dari Quetta"
Bahasa
Brahui
Balochi
Agama
Islam Sunni (Hanafi)

Brahui (Brahui: براہوئی,) atau Brahvi adalah kelompok etnis yang berjumlah sekitar 2,2 juta orang dan mayoritas tinggal di negara bagian Baluchistan di Pakistan.[1] Terdapat kelompok minoritas kecil di Afganistan, tetapi terdapat juga kelompok diaspora Brahui di negara-negara Timur Tengah.[2] Mereka menduduki wilayah yang terbentang dari Celah Bolan hingga Ras Muari (Tanjung Monze) di Laut Arab, sehingga memisahkan orang Baloch yang tinggal di timur dan barat.[3][4] Hampir semua orang Brahui menganut agama Islam Sunni.[5]

Sebagian besar orang Brahui menuturkan bahasa Brahui yang merupakan bagian dari rumpun bahasa Dravida. Bahasa-bahasa Dravida saat ini hanya ada di India selatan, sehingga muncul spekulasi mengenai asal mula suku Brahui. Menurut salah satu hipotesis, suku Brahui adalah sisa orang Dravida yang dikelilingi oleh penutur bahasa Indo-Iran, sementara hipotesis yang lain menduga bahwa mereka pindah ke Baluchistan dari wilayah pedalaman India pada abad ke-13 atau ke-14.[6] Menurut hipotesis ketiga, orang Brahui pindah dari India Tengah ke Balochistan setelah tahun 1000 M. Ketiadaan pengaruh bahasa Iran (Avestan) lama dalam bahasa Brahui mendukung hipotesis ketiga. Bahasa Iran yang paling banyak diserap oleh bahasa Brahui adalah bahasa-bahasa Iran barat laut, yaitu bahasa Balochi, Sindhi, serta bahasa Iran tenggara, yaitu bahasa Pashto.[7] Namun, suku Brahui tidak memiliki kekerabatan genetik yang lebih tinggi dengan populasi Dravida di India bila dibandingkan dengan orang-orang Indo-Iran di sekitar mereka. Pagani, et al., menyimpulkan bahwa walaupun suku Brahui menuturkan bahasa Dravida, komponen genetik mereka sudah digantikan oleh penutur bahasa Indo-Iran.[8] Namun, hal ini bertentangan dengan penelitian bahasa dan sejarah lisan orang Brahui.[9][10][11][12][13]

Terdapat tiga kelompok suku Brahui. Kelompok "inti"nya terdiri dari Achmadzai, Gurguari, Iltazai, Kalandari, Kambrani, Mirwari, Rodeni dan Sumalari, dan mereka semua jumlahnya tidaklah besar. Kelompok kedua adalah Jhalawan Brahui yang terdiri dari suku Bizanjar, Haruni, Muhammad Hasni, Mengal, Siapad, Nichari, Pandrani, Sajdi dan Zahri, sementara kelompok ketiga adalah Sarawan Brahui yang meliputi suku Muhammad Shahi, Bangulzai, Kūrd, Lahri, Langov, Raisani, Rustamzai, Sarparah, Satakzai, Shahwani dan Zagar-Mengal.[14]

Catatan kaki

  1. ↑ Venkatesh, Karthik (2017-02-18). "A slice of south India in Balochistan". livemint.com/. Diakses tanggal 2017-12-27.
  2. ↑ James B. Minahan. "Brahuis". Ethnic Groups of South Asia and the Pacific: An Encyclopedia. Diakses tanggal 21 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Shah, Mahmood Ali (1992), Sardari, jirga & local government systems in Balochistan, Qasim Printers, hlm. 6–7
  4. ↑ Minahan, James B. (31 Agustus 2016), "Brahui", Encyclopedia of Stateless Nations: Ethnic and National Groups around the World, 2nd Edition: Ethnic and National Groups around the World, ABC-CLIO, hlm. 79–80, ISBN 978-1-61069-954-9{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Dictionary of Languages: The Definitive Reference to More Than 400 Languages. Columbia University Press. 2004-03-01. ISBN 9780231115698. Diakses tanggal 2010-09-09.
  6. ↑ [Sergent, Genèse de l'Inde]
  7. ↑ Elfenbein, J. H. (1987). "A periplous of the 'Brahui problem'". Studia Iranica. 16: 215–233. doi:10.2143/si.16.2.2014604.
  8. ↑ Pagani, Luca; Colonna, Vincenza; Tyler-Smith, Chris; Ayub, Qasim (2017). "An Ethnolinguistic and Genetic Perspective on the Origins of the Dravidian-Speaking Brahui in Pakistan". Man in India. 97 (1): 267–278. ISSN 0025-1569. PMC 5378296. PMID 28381901.
  9. ↑ Pagani (2017) states in its "Conclusion" that there is "No historical or linguistic data support" the possibility that "the Brahui ancestors were Indo-European speakers, who later adopted a Dravidian language."
  10. ↑ Elfenbein, Josef (1987). "A periplus of the 'Brahui problem'". Studia Iranica. 16 (2): 215–233. doi:10.2143/SI.16.2.2014604.
  11. ↑ PP. 27, 142, Krishnamurti, Bhadriraju (2003), The Dravidian Languages, Cambridge University Press, ISBN0-521-77111-0.
  12. ↑ P. 12 Origin and Spread of the Tamils By V. R. Ramachandra Dikshitar
  13. ↑ P. 32 Ideology and status of Sanskrit: contributions to the history of the Sanskrit language by Jan E M Houben
  14. ↑ Scholz 2002, hlm. 28.

Daftar pustaka

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Brahui.
Wikisource logo
Wikisource memiliki teks artikel the 1911 Encyclopædia Britannica tentang Brahui.


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok etnik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan