Senin, 02 November 2026
04:21 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Orang Hindkowan

Bagikan:
Orang Hindkowan
Jumlah populasi
3,940,000[1]
Daerah dengan populasi signifikan
Peshawar, Kohat, Divisi Hazara, Khyber Pakhtunkhwa, Dataran Pothohar, Punjab, Murree, Azad Kashmir
Bahasa
Hindko
Agama
Islam (umumnya Sunni),[2] Kristen, Hindu, Sikh dan minoritas kepercayaan asli dengan ukuran tumpang tindih
Kelompok etnik terkait
Anak kelompok Punjabi lainnya

Hindkowan (bahasa Punjab:هِندکوان) adalah kelompok linguistik-kebudayaan yang berasal dari kawasan Khyber-Pakhtunkhwa, Dataran Pothohar dan Azad Kashmir di Pakistan. Hindkowan memiliki asal muasal campuran dan hampir semuanya memakai berbagai dialek Hindko. Mereka aslinya bermukim di kawasan-kawasan utara Pakistan yang utamanya terkonsentrasi di dekat perbatasan Pakistan-Afghanistan. Saat ini, Hindkowans utamanya mendiami Peshawar, Nowshera, Swabi, Mansehra, Abbottabad, Haripur dan Attock.[3] Orang-orang tersebut yang tinggal di Afghanistan dikenal sebagai Hindkis. Kebanyakan suku tersebut berdiam di Divisi Hazara dari Khyber Pakhtunkhwa seperti; Tareen, Tanoli, Jadoon, Tahirkheli, Dilazak, Mashwani, Swatis dan Utmanzais, memakai bahasa Hindko dan menjadi bagian integral dari Hindkowan. Orang-orang tersebut yang bermukim di pusat-pusat kota dari provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan seperti: Peshawar, Kohat, Nowshera dan Swabi secara alternatif disebut sebagai "Kharian/Kharay" atau penghuni kota. Beberapa orang Hindkowan meninggalkan kawasan tersebut dan sekarang tinggal di bagian-bagian lain dari Asia Selatan,[4] seperti; Jammu & Kashmir yang dikuasai India dan Azad Kashmir yang dikuasai Pakistan.

Referensi

  1. ↑ "Hindko, Northern". Ethnologue.
  2. ↑ "Hindko, Southern". SIL International. Diakses tanggal 2008-08-17.
  3. ↑ Qadeer, Mohammad A. (2006). Pakistan: Social and Cultural Transformations in a Muslim Nation. Taylor & Francis. hlm. 40. ISBN 978-0415375665.
  4. ↑ "Peshawarites still remember the Kapoor family". Daily Times. Diakses tanggal 2007-09-14.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan