Sabtu, 17 Oktober 2026
12:04 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Runcu

Runcu

famili mamalia

Bagikan:
Oposum celurut
Rentang waktu: Priabonian–Masa kini
~37.2–0 jtyl
250px-Caenolestes_sangay._Foto_Jorge_Brito.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Caenolestes sangay
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Infrakelas: Marsupialia
Ordo: Paucituberculata
Famili: Caenolestidae
Trouessart, 1898
Genus tipe
Caenolestes
Thomas, 1895
Genus
250px-Rhyncholestes_Range.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sinonim
  • Caenolestinae Sinclair 1906
  • Garzoniidae Ameghino 1890
Artikel takson sembarang

Famili Caenolestidae mencakup tujuh spesies runcu (atau caenolestid) yang masih hidup. Mereka adalah sejenis hewan marsupial mirip celurut yang hanya dapat ditemukan di pegunungan Andes di Amerika Selatan.[1] Ordo ini dianggap telah berpisah dari garis keturunan marsupial sangat awal. Studi genetik mengindikasikan bahwa mereka menjadi ordo marsupial paling basal kedua, setelah didelphimorphia.[2] Sampai 20 juta tahun lalu, terdapat setidaknya tujuh genera yang dapat ditemukan di Amerika Selatan. Sekarang, hanya tersisa tiga genera. Mereka hidup di daerah-daerah hutan dan padang rumput di dataran tinggi Andes yang sulit terjangkau.

Runcu berukuran sebesar tikus kecil (panjang 9–14 cm), dengan lengan dan kaki yang ramping, moncong yang panjang dan lancip, serta ekor yang langsing dan berambut. Mereka sebagian besar merupakan hewan karnivor, menjadi pemburu aktif, memakan serangga, cacing tanah dan vertebrata kecil pada waktu awal senja dan malam. Mereka menggunakan misai merkea yang panjang dan sensitif serta pendengaran mereka untuk berburu. Mereka memiliki mata yang kecil dan penglihatan yang buruk, dan tampaknya menghabiskan sebagian besar waktu mereka di lubang galian dan jalan-jalan kecil. Mereka tidak memiliki kantong, dan tampaknya betina tidak senantiasa membawa anakannya, kemungkinan meninggalkan mereka di galian tempat tinggalnya.[3]

Etimologi

Nama "runcu" merupakan pinjaman dari kata runchu, nama spesies ini di habitat aslinya dari rumpun Bahasa Quechua.[4]

Referensi

  1. ↑ Gardner, A.L. (2005). "Family Caenolestidae". Dalam Wilson, D.E.; Reeder, D.M (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Johns Hopkins University Press. hlm. 19–20. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494.
  2. ↑ Nilsson, M. A.; Churakov, G.; Sommer, M.; Van Tran, N.; Zemann, A.; Brosius, J.; Schmitz, J. (2010-07-27). "Tracking Marsupial Evolution Using Archaic Genomic Retroposon Insertions". PLOS Biology. 8 (7): e1000436. doi:10.1371/journal.pbio.1000436. PMC 2910653. PMID 20668664.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  3. ↑ Patterson (2008), page 126
  4. ↑ Wilmer E. Pozo R.1 and Fredy Trujillo G., Lista anotada de la fauna de la Laguna Loreto, Reserva Ecológica Cayambe Coca, Ecuador, Laboratorio de Zoología, Centro de Investigaciones Científicas del IASA, Facultad de Ciencias Agropecuarias, Sangolquí – Ecuador, p. 37
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan