Artikel atau bagian ini sedang dipersiapkan dan dikembangkan sehingga mungkin terjadi perubahan besar. Anda dapat membantu dalam penyuntingan halaman ini. Jika artikel atau bagian tidak disunting dalam beberapa hari, silakan hapus templat ini. Jika Anda adalah pengguna yang menambahkan templat ini dan Anda sedang aktif menyunting, pastikan untuk mengganti templat ini dengan {{sedang ditulis}} saat hendak menyunting. Klik pranala untuk parameter templat yang akan digunakan.
Artikel ini terakhir disunting oleh Argo Carpathians (bicara | kontrib) 6 hari lalu. (Perbarui pewaktu) |
| Operasi Sugili | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari Terorisme di Indonesia | |||||||
| |||||||
| Pihak yang terlibat | |||||||
|
|
| ||||||
| Pemimpin atau tokoh terkemuka | |||||||
|
|
| ||||||
| Pasukan yang terlibat | |||||||
| |||||||
| Korban jiwa dan kerugian | |||||||
|
| ||||||
Operasi Sugili adalah nama sandi yang digunakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk operasi penegakan hukum terkait kasus-kasus terorisme di Kabupaten Poso. Nama tersebut digunakan Polri untuk merujuk kepada operasi pemulihan keamanan pasca kejadian tanggal 22 Oktober 2006 di Tanah Runtuh.[4] Operasi tersebut berlangsung hingga Januari 2007, dengan tujuan untuk menangkap anggota kelompok teroris lokal Poso yang berafiliasi dengan Jemaah Islamiyah (JI), yaitu Mujahidin Tanah Runtuh (MTR). Operasi ini dilaksanakan oleh Satuan Tugas Badan Reserse Kriminal Poso beserta satuan kepolisian dari tingkat pusat hingga daerah. Operasi Sugili berakhir dengan sukses, dengan penangkapan atau tertembaknya sejumlah anggota MTR yang masuk daftar pencarian orang (DPO), serta merupakan titik penting yang menandai berakhirnya pengaruh JI di Poso.
Referensi
- 1 2 3 International Crisis Group 2008, hlm. 1: "Fourteen militants and one policeman died in the process, but Poso is quieter and safer, by all accounts, than it has been in years."
- ↑ Jones 2015, hlm. 151: "The Poso affiliate of Jemaah Islamiyah, the group responsible for the 2002 Bali bombings, continued its one-sided attacks until the January 2007 clash."
- ↑ Jones 2011: "It led directly to the arrests of senior leaders in the central command on Java..."
- 1 2 Karnavian 2008, hlm. 255: "Pimpinan pertemuan adalah Brigjen. Guntur Ariyadi selaku Ka Satgas Operasi Sugili, nama sandi operasi Polri untuk pemulihan keamanan di Poso pasca insiden 22 Oktober 2006 di Tanah Runtuh."
- 1 2 Jones 2015, hlm. 148: "...the beheading of three Christian schoolgirls stirred such public outrage that police assigned a special taskforce under Detachment 88 officer Tito Karnavian to find the killers and ensure their prosecution."
- ↑ International Crisis Group 2007, hlm. 12: "Police believed that Basri, their top target, was one of the killers..."
- ↑ International Crisis Group 2007, hlm. 2: "Ustadz Riansyah alias Rian was killed in the 11 January operation. He was a JI member..."
- ↑ International Crisis Group 2007, hlm. 7: "The killing of the Palu prosecutor, carried out by several Tanah Runtuh members including Dedi Parsan, one of the two who died in the 11 January raid..."
- ↑ Karnavian 2008, hlm. 272: "Bahkan, sebagian jaringan Kompak yang selama ini lebih banyak diam mulai bergabung karena terprovokasi oleh Kelompok Tanah Runtuh."
- 1 2 Jones 2011: "By the end of the day, one police officer and 14 militants were dead and many more arrested."
Sumber
- International Crisis Group (3 Februari 2004). "Indonesia Backgrounder: Jihad in Central Sulawesi". Diakses tanggal 29 April 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - International Crisis Group (13 Oktober 2005). "Weakening Indonesia's Mujahidin Networks: Lessons from Maluku and Poso". Diakses tanggal 29 April 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - International Crisis Group (24 Januari 2007). "Jihadism in Indonesia: Poso on the Edge". Diakses tanggal 29 April 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - International Crisis Group (22 Januari 2008). "Indonesia: Tackling Radicalism in Poso". Diakses tanggal 29 April 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Jones, Sidney (5 Desember 2011). "Indonesian Terrorism in a Global Context". International Crisis Group. Diakses tanggal 29 April 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Jones, Sidney (2015). "Yudhoyono's Legacy on Internal Security: Achievements and Missed Opportunities". Dalam Aspinall, Edward; Mietzner, Marcus; Tomsa, Dirk (ed.). The Yudhoyono Presidency: Indonesia's Decade of Stability and Stagnation. Indonesia Update Series. Institute of Southeast Asian Studies. hlm. 136–154. ISBN 978-981-4620-72-7.
- Karnavian, Tito (2008). Indonesian Top Secret: Membongkar Konflik Poso. Gramedia Pustaka Utama. ISBN 978-9-79223-763-4.
- Karnavian, Tito (5 September 2014). Explaining Islamist Insurgencies: The Case of Al-Jamaah Al-Islamiyyah and the Radicalisation of the Poso Conflict, 2000-2007. Imperial College Press Insurgency and Terrorism Series. Imperial College Press. ISBN 978-1-78326-485-8.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Mappiase, Sulaiman (2023). "Deradicalizing Salafis in Amanah: A Story of a Traditionalist Muslim Leader in Poso". Islamic Studies Review. 2 (1) (dipublikasikan 2023-07-10): 72–95. doi:10.56529/isr.v2i1.128.
- Solahudin (2013). The Roots of Terrorism in Indonesia: From Darul Islam to Jema’ah Islamiyah. Diterjemahkan oleh McRae, Dave. Cornell University Press. ISBN 978-0-8014-7938-0.