Rabu, 30 September 2026
18:56 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Dave McRae

akademisi asal Australia

Bagikan:

Dave McRae adalah seorang akademisi Australia yang mendalami bidang konflik, politik, demokrasi dan hak asasi manusia. Dia adalah seorang profesor di Universitas Melbourne dan juga di Universitas Nasional Australia. Dia adalah penulis dari buku "A Few Poorly Organized Men: Interreligious Violence in Poso, Indonesia" yang dirilis pada tahun 2013.[1]

Karier

Dave McRae telah melakukan penelitian di Indonesia selama hampir satu dekade. Dari tahun 2011 hingga bulan Januari 2014 dia adalah salah satu peneliti dalam Program Asia Timur di Institut Lowy, dengan bidang spesialisasi Indonesia dan Asia Tenggara. Sebagai pemimpin penelitian dalam Konflik Bank Dunia dan Kelompok Pengembangan di Indonesia antara tahun 2008 dan 2010, dia memimpin program penelitian pada campur tangan untuk menghentikan konflik dan menjelaskan dampaknya.[2]

Pada tahun 2004 hingga 2006, dia bekerja untuk kantor cabang Jakarta untuk International Crisis Group, dengan melakukan penelitian dan menuliskan laporan pada sebagian besar daerah konflik di Indonesia. Dia saat ini adalah dosen undangan di Departemen Politik dan Perubahan Sosial di Sekolah Internasional, Politik dan Ilmu Strategis di Universitas Nasional Australia.[2][3]

Pendidikan

Dia menulis disertasi Ph.D.-nya di Universitas Nasional Australia dalam bidang kekerasan antar-agama pasca pemeritahan otoriter Orde Baru di Indonesia, menjelaskan mengapa intensitas kekerasan dalam perang saudara daat terjadi secara tiba-tiba di daerah yang sebelumnya dikenal damai.

Publikasi

Referensi

  1. ↑ "Dr. Dave McRae on Election Watch". Election Watch. Diakses tanggal 27 November 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 "Dave McRae on Lowy Institute". Lowy Institute. Diakses tanggal 27 November 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Indonesia Mini Update: Dave McRae, Indonesia Political Climate". Lowy Interpreter. Diakses tanggal 27 November 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Sumber

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan