Selasa, 22 September 2026
16:34 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

OnlyFans

media sosial dan platform distribusi konten asal Britania Raya

Layanan langganan konten internet asal Britania RayaTemplat:SHORTDESC:Layanan langganan konten internet asal Britania Raya
OnlyFans
250px-OnlyFans_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
JenisSwasta
IndustrI
GenreVideo sesuai permintaan
Didirikan2016(10 tahun lalu) (2016) di London, Inggris
PendiriTim Stokely
Kantor pusat
London
,
Inggris
Wilayah yang dilayani
Global
Tokoh kunci
Keily Blair (CEO)
LayananOFTV
PendapatanUS$ 1,30 miliar (2023[1])
PemilikHarta peninggalan Leonid Radvinsky
Jumlah karyawan
~1.000[2] (2022)
IndukFenix International Limited

OnlyFans adalah sebuah layanan langganan berbayar konten Internet yang berbasis di London, Inggris.[3] Layanan ini dikenal luas karena popularitasnya di kalangan pembuat konten pornografi,[3][4] tetapi platform ini juga menampung pembuat konten lain, termasuk atlet, musisi, dan komedian.[5][6][7]

Konten di platform ini dibuat oleh pengguna (user-generated) dan dimonetisasi melalui langganan bulanan, tip, dan bayar-per-tayang. Pembuat konten dibayar 80% dari biaya tersebut dan menghasilkan rata-rata tahunan sebesar $1.300. Pada tahun 2021, perusahaan meluncurkan platform penstriman gratis yang aman untuk lingkungan kerja (SFW), bernama OFTV. OnlyFans melonjak popularitasnya selama pandemi COVID-19. Hingga2024[update], situs ini memiliki lebih dari empat juta pembuat konten terdaftar dan 370 juta pengguna terdaftar.[8]

Pada bulan Agustus 2021, sebuah kampanye untuk menyelidiki perusahaan tersebut dimulai di Kongres Amerika Serikat, dan dilaporkan bahwa mulai Oktober 2021 dan seterusnya, platform ini tidak akan lagi mengizinkan materi yang bermuatan seksual eksplisit,[4] karena tekanan dari bank-bank yang digunakan OnlyFans untuk pembayaran pengguna. Keputusan ini dibatalkan enam hari kemudian karena adanya reaksi keras dari pengguna dan pembuat konten.[9][10][11]

Latar belakang

OnlyFans adalah sebuah jaringan media sosial dan layanan video sesuai permintaan berbasis langganan asal Britania Raya.[3] Platform ini bertindak sebagai layanan hos video, yang memungkinkan para pembuat konten untuk mengunggah video dan mengumpulkan pelanggan untuk konten mereka.[12] Dengan demikian, platform ini merupakan bagian dari ekonomi kreator.[13] Pelanggan membayar pembuat konten melalui cicilan bulanan, tip satu kali, atau via bayar-per-tayang. Perusahaan mengambil bagian sebesar 20% dari biaya-biaya tersebut.[12][14]

OnlyFans utamanya digunakan oleh para pembuat konten pornografi,[3][4][15] baik amatir maupun profesional, namun platform ini juga memiliki pasar dengan pembuat konten lain—termasuk koki, pelatih kebugaran, dan musisi.[5] Sebuah studi tahun 2022 yang diterbitkan dalam Archives of Sexual Behavior menemukan bahwa "pengguna OnlyFans didominasi oleh pria berkulit putih, berstatus menikah, yang mengidentifikasi diri sebagai heteroseksual, biseksual, atau panseksual."[16] Studi tersebut menemukan bahwa sikap seksual pengguna OnlyFans tidak berbeda secara signifikan dari populasi umum.

Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 1.000 orang, dengan 80% di antaranya berfokus pada moderasi konten dan dukungan pelanggan.[17][2] Perusahaan mencatat pendapatan tahun 2021 sebesar US$ 932 juta.[18] Perusahaan ini dipimpin oleh pejabat eksekutif tertinggi (CEO) Keily Blair dan dimiliki oleh Fenix International Limited,[19][20] yang kepemilikan mayoritasnya dipegang oleh Leonid Radvinsky hingga wafatnya pada bulan Maret 2026. Pada bulan Januari 2026, Radvinsky mencoba menjual 60% saham perusahaan seharga $8 miliar, namun tidak menemukan pembeli.[21] Ia sedang dalam pembicaraan dengan Architect Capital untuk kesepakatan yang menilai perusahaan sebesar $3,5 billion ketika ia meninggal dunia.[21] Pada bulan Mei 2026, diumumkan bahwa perusahaan induk OnlyFans telah menjual 16% saham bisnis tersebut kepada Architect Capital senilai $535 juta.[22]

Sejarah

Tokoh kunci

Pada bulan November 2016, Tim Stokely mendirikan OnlyFans sebagai platform bagi para penampil untuk "memonetisasi konten dan interaksi mereka secara langsung".[14] Modal awal startup Stokely berasal dari pinjaman ayahnya, Guy Stokely, sebesar £10.000. Ia sebelumnya pernah mendirikan situs web GlamGirls dan Customs4U.[23][24] Saudara laki-laki Tim, Thomas Stokely, menjadi direktur operasional perusahaan dan ayah mereka menduduki posisi sebagai kepala keuangan.[23][24]

Pada awalnya, OnlyFans melarang konten eksplisit di platformnya dan berupaya menarik minat para musisi serta influencer.[25] Menjelang tahun 2017, OnlyFans mencabut larangan pornografi tersebut.[25] Dua tahun kemudian, pengusaha Leonid Radvinsky, pemilik MyFreeCams,[26] mengakuisisi 75% kepemilikan Fenix International Limited, perusahaan penyedia OnlyFans, dan menjadi salah satu direkturnya.[27][14] The Independent menulis bahwa setelah akuisisi ini, OnlyFans "mendapatkan reputasi dalam budaya populer sebagai sarang pornografi".[28] Pada bulan Desember 2021, Tim Stokely mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan diri sebagai CEO dan Amrapali Gan akan menggantikannya.[29] Pada bulan Juli 2023, pengacara Keily Blair ditunjuk sebagai CEO.[20]

Pertumbuhan tahun 2020-an

Pekerja seks amatir dan profesional mendorong pertumbuhan awal OnlyFans, sebuah proses yang semakin dipercepat oleh pandemi COVID-19 dan resesi yang ditimbulkannya.[30] Antara Maret dan April 2020, basis pengguna dan pembuat konten tumbuh sebesar 75%.[31] Situs ini berkembang pesat setelah disebut oleh Beyoncé dalam versi remiks dari lagu Megan Thee Stallion yang berjudul "Savage", yang dirilis pada bulan April 2020.[32] Lalu lintas (traffic) naik 15% dan Tim Stokely menyatakan sekitar 200.000 pengguna baru dan 6.0008.000 pembuat konten baru mendaftar setiap harinya.[19][31] Selebritas termasuk Cardi B, Rebecca Minkoff, dan Tyler Posey, serta perusahaan media seperti Munchies bergabung dengan platform ini pada tahun 2020, yang semakin mendongkrak minat terhadap situs tersebut.[31][33] Pada bulan Desember 2020, OnlyFans telah memiliki 85 million pengguna dan lebih dari satu juta pembuat konten, menghasilkan penjualan lebih dari US$ 2 miliar pada tahun tersebut.[34]

Sky News melaporkan pada tahun 2020 bahwa OnlyFans belum membayar pajak pertambahan nilai selama tiga tahun dan terancam sanksi berat dari otoritas pajak; platform ini mulai memungut pajak pertambahan nilai pada bulan Juli 2020 setelah melakukan "diskusi" dengan HM Revenue and Customs.[35] Pada bulan Maret 2021, basis pengguna OnlyFans menembus angka 120 juta dan para pembuat konten secara kolektif memperoleh pendapatan sebesar $3 miliar.[31] OnlyFans menyatakan bahwa mereka membayar lebih dari $200 juta per bulan kepada para pembuat konten.[34][36] Pada tahun 2021, pendapatannya berkisar di angka $900 juta, melonjak dari $350 juta pada tahun 2020, dengan valuasi pasar perusahaan mencapai $1 miliar.[37] Radvinsky menerima rezeki nomplok berupa dividen sebesar $500 juta dalam periode sekitar dua tahun dari 2021 hingga 2022.[18][38] Pada bulan April 2021, majalah Time memasukkan OnlyFans ke dalam daftar Time 100 Perusahaan Paling Berpengaruh.[39] Selain itu, pada tahun 2021, Fast Company menobatkan OnlyFans sebagai salah satu dari 10 perusahaan media sosial paling inovatif.[40] Financial Times juga menyebut OnlyFans sebagai salah satu perusahaan dengan pertumbuhan tercepat di Eropa pada tahun 2022 dan 2023.[41]

HinggaMei 2023[update], OnlyFans telah memiliki 3 juta pembuat konten terdaftar dan 220 juta konsumen terdaftar.[42][43] Pada tahun 2023, para pembuat konten menghasilkan rata-rata hampir $1.300 per tahun.[44] Pada tahun 2024, OnlyFans membukukan pendapatan sebesar $1,3 miliar untuk tahun yang berakhir hingga 30 November 2023, meningkat 20% dibandingkan tahun sebelumnya. OnlyFans juga membayar $150 juta untuk pajak korporasi Inggris pada tahun 2023.[45] Pada tahun 2025, Reuters melaporkan bahwa Fenix International sedang dalam pembicaraan untuk menjual perusahaan tersebut kepada kelompok investor yang berbasis di Los Angeles yang dipimpin oleh Forest Road Company dengan nilai valuasi sekitar $8 miliar.[46] Pada bulan Oktober 2025, OnlyFans mengumumkan bahwa mereka telah membayarkan $25 miliar kepada para pembuat konten sejak tahun 2016.[47]

Pada tanggal 23 Maret 2026, OnlyFans mengumumkan bahwa Radvinsky telah meninggal dunia karena kanker pada usia 43 tahun.[48][49] Saham mayoritasnya telah ditempatkan dalam sebuah perwalian (trust) sejak tahun 2024. Sebelumnya pada tahun 2026, sempat dilaporkan adanya kemungkinan penjualan saham mayoritas kepada sebuah perusahaan investasi.[50] Pada tanggal 8 Mei 2026, perusahaan induk OnlyFans mengumumkan bahwa mereka telah menjual 16% saham bisnis tersebut kepada Architect Capital senilai $535 juta. Kesepakatan tersebut menilai valuasi bisnis sebesar $3,15 miliar. OnlyFans menyatakan bahwa investasi ini akan memungkinkan mereka untuk "meningkatkan layanan yang ditawarkan kepada para pembuat konten dan penggemar, menyederhanakan proses keuangan, dan melayani ekonomi kreator dengan lebih baik, sembari tetap mempertahankan kebijakan konten yang inklusif serta keberhasilan operasionalnya saat ini".[22]

Pembatasan terhadap pembuat konten pornografi

Tak lama setelah meningkatnya kampanye menentang OnlyFans akibat kekhawatiran terkait materi pelecehan seksual anak, pada tanggal 19 Agustus 2021, perusahaan mengumumkan bahwa mulai 1 Oktober 2021 pihaknya tidak akan lagi mengizinkan konten seksual eksplisit.[51] Perusahaan menerapkan pembaruan tersebut melalui Kebijakan Ketentuan Layanan yang baru.[11] Meskipun demikian, pihak perusahaan mengonfirmasi masih akan tetap mengizinkan ketelanjangan dalam beberapa kasus tertentu.[52] Alasan perubahan haluan ini awalnya dilaporkan karena adanya tekanan dari perusahaan kartu kredit, termasuk Mastercard. Namun, CEO Tim Stokely kemudian memberi tahu Financial Times bahwa keputusan tersebut diambil karena dicabutnya dukungan dari bank-bank seperti BNY Mellon dan JPMorgan Chase, dan menegaskan bahwa Mastercard "tidak memengaruhi keputusan tersebut sama sekali".[11][53][54] Stokely membeberkan bahwa BNY Mellon telah "menandai dan menolak" setiap transaksi dari perusahaan, dan bahwa Metro Bank telah menarik dukungannya secara mendadak pada tahun 2019.[54]

Keputusan tersebut menuai reaksi keras yang luas dari para pembuat konten maupun konsumen OnlyFans. Enam hari kemudian, OnlyFans menyatakan membatalkan keputusan tersebut dan mengumumkan bahwa konten dewasa akan tetap diizinkan di situs tersebut tanpa batas waktu, dengan alasan bahwa mereka telah "mendapatkan jaminan yang diperlukan" untuk melakukannya.[9][10][55][56][57][58] Situs web Fansly langsung melonjak popularitasnya sebagai alternatif pengganti OnlyFans bagi para pekerja seks setelah pengumuman larangan tersebut. Fansly mulai beroperasi pada bulan November 2020, dan MEL Magazine menyebut desain serta fungsionalitasnya "hampir identik" dengan OnlyFans.[59]

Pada bulan Agustus 2022, serangkaian gugatan hukum diajukan di AS yang menuduh bahwa OnlyFans telah menyuap karyawan Meta untuk memasukkan akun Instagram para pembuat konten OnlyFans—yang juga menjual konten mereka di situs web pesaing OnlyFans—ke dalam daftar hitam teroris. Menurut gugatan tersebut, para penampil dewasa termasuk Alana Evans mengalami penurunan lalu lintas kunjungan yang drastis pada akun Instagram mereka setelah ditandai secara keliru sebagai akun yang terkait dengan teror. Praktik ini secara efektif melakukan pencekalan tersembunyi (shadow ban) terhadap mereka dan menurunkan kemampuan mereka untuk mempromosikan konten di situs web saingan. OnlyFans membantah mengetahui aktivitas semacam itu.[60][61] Para penggugat akhirnya mencabut tuduhan penyuapan tersebut pada bulan Juli 2023 dan kasus ini dihentikan pada bulan Agustus 2023, di mana pengadilan menyatakan bahwa mereka tidak memiliki yurisdiksi atas OnlyFans yang berbasis di Inggris.[62] Pada bulan September 2024, Hakim William Alsup memutuskan bahwa para penampil tersebut gagal membuktikan bahwa Meta telah mengganggu kontrak mereka atau melanggar hukum persaingan tidak sehat.[63]

Para pembuat konten dari Rusia dan Belarus melaporkan bahwa mereka tidak dapat menarik dana mereka atau diblokir dari platform sebagai bagian dari sanksi ekonomi menyusul Invasi Rusia ke Ukraina 2022. OnlyFans menyatakan bahwa hal ini terjadi karena "pembatasan keuangan global ... membatasi metode pembayaran ke akun Kreator yang tertaut dengan Rusia dan Belarus". Pihak perusahaan kemudian menyatakan telah memulihkan fungsionalitas penuh akun-akun tersebut.[64][65] Namun pada tanggal 21 April 2022, OnlyFans memutuskan untuk "menangguhkan sementara" akun para pembuat konten asal Rusia.[66]

Pengobrol dan bot percakapan

Pada tahun 2024, beberapa artikel investigasi secara independen mengungkap bahwa banyak pembuat konten mengandalkan orang lain, yang disebut sebagai pengobrol (chatters), untuk meniru identitas mereka saat membalas pesan dari pelanggan, meskipun profil OnlyFans mereka menjanjikan interaksi langsung secara personal.[67] Satu artikel dari Reuters melaporkan bahwa banyak pembuat konten yang juga menggunakan bot percakapan (chatbot) untuk tujuan yang sama.[67] Padahal, ketentuan layanan OnlyFans secara eksplisit melarang penggunaan bot percakapan dan membebankan tanggung jawab hukum atas setiap transaksi dengan pelanggan kepada pembuat konten tersebut.[68] Dua gugatan kelompok (class-action) federal di AS telah diajukan terhadap perusahaan, serta terhadap agensi-agensi yang mempekerjakan para pengobrol tersebut, dengan tuduhan bahwa praktik-praktik ini telah menipu konsumen.[67][69]

Visa Amerika Serikat

Sebuah laporan bulan Januari 2026 dari Financial Times menemukan bahwa para model OnlyFans dan influencer media sosial lainnya mencakup lebih dari separuh dari seluruh pemohon Visa O-1, menurut data dari para pengacara imigrasi.[70]

Keselamatan dan keamanan

Materi pelecehan seksual anak

Sebagai bagian dari proses verifikasi usia dan identitas, calon pembuat konten harus memberikan lebih dari sembilan informasi dan dokumen pengenal pribadi sebelum mereka dapat mengunggah konten di OnlyFans. Ini termasuk nama lengkap, tanggal lahir, informasi rekening bank, alamat, alamat email, tanda pengenal pemerintah yang valid, swafoto biasa, swafoto sambil memegang kartu identitas berfoto, dan nama akun media sosial. Tergantung pada negaranya, penggemar mungkin harus memberikan berbagai informasi pengenal pribadi, konfirmasi, detail pembayaran, dan dokumen untuk melihat konten media di OnlyFans.[71] Pada tahun 2021, BBC News melaporkan bahwa sistem tersebut dapat diakali. Kepolisian Inggris mengkritik OnlyFans karena tidak berbuat cukup banyak untuk melindungi anak-anak.[72] Sebaliknya, regulator pemerintah negara tersebut, Ofcom, memuji situs ini pada tahun 2022 atas penggunaan alat verifikasi pihak ketiga.[73]

Sebuah dokumenter BBC Three tahun 2020 menuduh bahwa sepertiga dari profil Twitter secara global yang mengiklankan 'nudes4sale' (atau sejenisnya) adalah milik orang di bawah umur (hukum), yang banyak di antaranya menggunakan OnlyFans untuk membagikan konten mereka.[74][75] Setelah melakukan investigasi, BBC melaporkan pada bulan Mei 2021 bahwa OnlyFans "gagal mencegah pengguna di bawah umur untuk menjual dan muncul dalam video eksplisit". Ini termasuk laporan dari Kepolisian Inggris, sekolah-sekolah, dan Childline.[72] National Center for Missing & Exploited Children melaporkan kurang dari 100 contoh kasus materi pelecehan seksual anak di OnlyFans per tahun, sementara perusahaan-perusahaan milik MindGeek menyumbang sekitar 13.000 kasus, Twitter 65.000 kasus, dan Facebook 20 juta kasus.[76][51]

Pada tanggal 10 Agustus 2021, Anggota DPR AS Ann Wagner mengumumkan koalisi bipartisan yang mendesak Departemen Kehakiman untuk menyelidiki OnlyFans atas eksploitasi anak, mengutip peningkatan laporan dari penegak hukum dan organisasi keselamatan anak bahwa anak di bawah umur dijual di OnlyFans, serta contoh kasus perdagangan seks dan kekerasan berbasis gambar.[76][77] Lebih dari 100 anggota Kongres menandatangani petisi tersebut.[76] Kelompok penekan Kristen Exodus Cry dan National Center on Sexual Exploitation, yang didirikan sebagai organisasi Katolik, disebut-sebut sebagai pihak yang memengaruhi kampanye menentang situs web tersebut.[51][78][79]

Belakangan pada bulan itu, OnlyFans merilis laporan transparansi pertamanya tentang program kepatuhan keselamatannya. OnlyFans menyatakan bahwa mereka menggunakan pengklasifikasi pembelajaran mesin untuk menemukan materi pelecehan seksual anak (CSAM) dan kode unik (hash) untuk melacak konten CSAM, lalu meneruskan informasi tersebut ke National Center for Missing & Exploited Children (NCMEC). Namun pada bulan Juli 2021, platform ini hanya meneruskan satu kode hash dan detail dari 14 akun, dari 15 akun yang ditangguhkan karena CSAM, kepada NCMEC. Gizmodo dan The Verge menyebut angka-angka dalam laporan tersebut tidak jelas, dengan mengatakan bahwa data itu terbatas pada bulan Juli 2021 dan menggabungkan permintaan data dari penegak hukum serta dari saluran bantuan amal.[80][81]

Pada tahun 2022, OnlyFans memberikan $500.000 kepada Child Rescue Coalition untuk proyek yang bertujuan menyelidiki perilaku daring orang dewasa yang mengancam anak-anak secara seksual.[82] Pada tahun 2023, platform ini bermitra dengan StopNCII.org, sebuah alat daring yang menggunakan sistem fungsi hash untuk mencegah penyebaran pornografi balas dendam dan berbagi gambar nonkonsensual lainnya.[83] Reuters mendokumentasikan 30 keluhan dari catatan pengadilan dan kepolisian antara Desember 2019 dan Juni 2024 yang melibatkan lebih dari 200 video dan gambar ekskplisit anak-anak, termasuk orang dewasa yang melakukan seks oral dengan balita.[84] Beberapa video anak di bawah umur tersebut diduga telah berada di OnlyFans selama lebih dari satu tahun.[84] Menanggapi hal itu, Internet Watch Foundation (IWF) menyebut platform ini sebagai "pemimpin industri dalam keselamatan daring", sementara National Center for Missing & Exploited Children (NCMEC) memuji partisipasinya dalam inisiatif sukarela untuk mendeteksi dan menghapus konten kasar.[84]

Keamanan data

Pada bulan Februari 2020, BuzzFeed News melaporkan bahwa hingga empat terabyte konten OnlyFans yang diretas menjadi viral di media sosial. Konten tersebut diduga berasal dari ratusan akun dan disebarkan di penyimpanan awan Mega dan Google Drive. OnlyFans membantah bahwa telah terjadi pelanggaran data. Daly Barnett, seorang teknolog dari Electronic Frontier Foundation, memberi tahu BuzzFeed News, "Platform-platform ini secara rutin memiliki postur keamanan yang buruk dan respons insiden yang tercela."[85] Abrams, Lawrence (5 April 2021). "Adult content from hundreds of OnlyFans creators leaked online". BleepingComputer. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Maret 2022. Diakses tanggal 3 Maret 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pada bulan Agustus 2020, Forensic News melaporkan bahwa beberapa akun pembuat konten telah dihapus tanpa peringatan, menyebabkan mereka tidak dapat menarik saldo mereka.[86] Usaha bisnis Radvinsky sebelumnya juga sempat ditandai oleh bank karena indikasi pencucian uang.[87][88]

Perdagangan manusia

Sebuah rumah yang dijuluki "Rumah OnlyFans" di Bellevue, Washington digerebek pada bulan Juni 2026 di mana para perempuan dipaksa tampil untuk siaran langsung OnlyFans. Eksploitasi untuk tujuan pembuatan video OnlyFans tersebut tersebar di lima properti. Pihak OnlyFans berkomentar bahwa mereka memiliki "proses penerimaan yang kuat" untuk memastikan peserta berusia 18 tahun ke atas.[89][90] Tersangka Nikita Tyukalo merekrut para perempuan tersebut dan mengambil alih kendali atas akun OnlyFans mereka dengan cara mengunci akses mereka.[91][92] Tyukalo menghadapi sejumlah dakwaan atas pencucian uang dan perdagangan manusia.[93]

Konten nonpornografi

Pada bulan Maret 2021, perusahaan meluncurkan dana kreatif (creative fund) untuk memberikan hibah masing-masing sebesar £20.000 kepada empat musisi pendatang baru di Britania Raya, yang dipilih oleh Stokely dan Stefflon Don.[94] Belakangan pada tahun yang sama, OnlyFans melakukan peluncuran terbatas (soft launch) untuk OFTV, sebuah aplikasi dan situs penstriman yang berisi kumpulan konten yang aman untuk lingkungan kerja (SFW).[31] Floyd Mayweather Jr., DJ Khaled bersama Fat Joe, serta Terrell Owens termasuk di antara para pembuat konten baru yang bergabung pada tahun tersebut.[37][95][96]

Inisiatif kedua, pada tahun 2022, adalah program OFTV bernama Creative Fund: Fashion Edition, sebuah acara realitas busana yang menampilkan desainer Rebecca Minkoff. Acara ini dinilai oleh Law Roach, Sir John, dan Maeve Reilly; pemenang utama menerima $50.000, sedangkan pemenang kedua dan ketiga masing-masing mendapatkan $25.000.[97][2] Program Comedy Edition sebanyak empat bagian di Inggris dan Irlandia ditayangkan pada tahun 2023 dengan dana hadiah yang serupa. Acara tersebut dinilai oleh London Hughes, Jamali Maddix, dan Mae Martin; Jack Guinness bertindak sebagai pembawa acara dan Sofie Hagen turut tampil.[98]

Pada tahun 2022, OFTV merilis Model Farmers, sebuah acara televisi realitas yang dipandu oleh Becky Houze. Acara ini menampilkan para selebritas yang bekerja di sebuah peternakan di Inggris.[99] Masih pada tahun 2022, OnlyFans menandatangani kontrak kesepakatan dengan keluarga Sims, yang membintangi acara televisi realitas Inggris The Only Way Is Essex, serta Whitney Cummings untuk membintangi acara-acara OFTV yang dirilis pada tahun 2023. Cummings juga membuat akun di situs utama OnlyFans.[100][101]

Pembuat konten individu

Sebuah tren di OnlyFans memperlihatkan para pembuat konten memberikan akses gratis ke konten seksual sebagai imbalan atas bukti donasi amal, yang dimulai oleh Kaylen Ward yang berhasil mengumpulkan kontribusi sebesar US$1 juta untuk amal selama musim kebakaran hutan liar di Australia pada bulan Januari 2020.[102][103] Bella Thorne memecahkan rekor pendapatan OnlyFans saat ia bergabung dengan platform tersebut pada bulan Agustus 2020, menghasilkan US$ 2 juta dalam waktu seminggu, termasuk US$ 1 juta dalam waktu 24 jam pertama.[104] Thorne menjanjikan foto tanpa busana kepada para pelanggan, tetapi ia justru hanya memberikan foto-foto mengenakan pakaian dalam (lingerie), yang memicu pengajuan pengembalian dana dana massal (chargeback). Setelah rentetan kasus tolak bayar tersebut, OnlyFans membatasi jumlah tarif maksimal yang bisa dipasang oleh pembuat konten serta memperlambat waktu pencairan dana mereka, meskipun pihak perusahaan menyatakan bahwa kebijakan ini tidak berhubungan dengan kasus Thorne dan merupakan bagian dari "proses pengembangan".[105][106] Para aktivis pekerja seks menyebut Thorne sebagai "turis" di industri kerja seks dan menyalahkannya atas perubahan kebijakan tersebut, dengan alasan bahwa hal itu membuat mereka kehilangan sebagian pendapatan.[107][108] Rekor Thorne kemudian dipecahkan pada bulan April 2021 oleh Bhad Bhabie, yang meraup US$ 1 juta hanya dalam waktu enam jam.[109] Hal ini memicu kritik terhadap para pelanggan Bhabie, mengingat akun OnlyFans miliknya diluncurkan sesaat setelah ia menginjak usia 18 tahun.[110]

Pada bulan Mei 2022, Carmen Electra bergabung dengan situs ini, memulai debut akunnya dengan foto-foto dari perayaan ulang tahunnya yang ke-50.[111] Di tahun yang sama, calon anggota kongres Pennsylvania Alexandra Hunt bergabung dengan platform ini dan mengumumkan bahwa kampanyenya berhasil mengumpulkan sekitar $100.000 dalam waktu satu bulan.[112] Pada bulan September 2022, penstrim Twitch Amouranth memberi tahu Business Insider bahwa ia menghasilkan $1,5 juta setiap bulan dari situs tersebut dan telah meraup pendapatan kotor lebih dari $27 juta sejak bergabung pada tahun 2020.[113] Pada tanggal 9 Desember 2022, YouTuber Markiplier meluncurkan halaman akun OnlyFans miliknya dan lonjakan lalu lintas yang masuk menyebabkan situs tersebut mengalami gangguan operasional (crash).[114][115][116]

Pembatasan dan pemblokiran

Pada bulan Desember 2024, Tiongkok memblokir akses ke situs web tersebut.[117]

Lihat pula

  • Patreon  platform penggalangan dana
  • Pornhub  situs web berbagi video pornografi

Referensi

  1. "Fenix International Limited: Annual Report and Consolidated Financial Statements for the Year Ended 30 November 2023" (PDF). 5 September 2024. hlm. 17, 50. Company registration number 10354575. Diakses tanggal 9 Agustus 2025 via Gov.uk.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 Bruner, Raisa (31 Juli 2022). "OnlyFans CEO Ami Gan Wants to Dispel Misconceptions About the Company". Time. New York. Diakses tanggal 22 Mei 2023.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 Dickson, E. J. (18 Mei 2020). "Sex Workers Built OnlyFans. Now They Say They're Getting Kicked Off". Rolling Stone. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 April 2021. Diakses tanggal 15 Mei 2021.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 "OnlyFans to ban sexually explicit content". BBC News. 20 Agustus 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Agustus 2021. Diakses tanggal 20 Agustus 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 Pryce, Jonathan (5 Mei 2019). "Porn app OnlyFans and platform JustFor.Fans stars share personal stories, paid sexual content creation, and the online adult entertainment marketplace". Esquire Singapore. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Juni 2020. Diakses tanggal 22 Mei 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. "Australian tennis star Nick Kyrgios joins OnlyFans to create new athlete content". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). Associated Press. 7 Desember 2023. ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 15 April 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Spangler, Todd (23 Oktober 2023). "Whitney Cummings to Release Her First Stand-Up Comedy Special for OnlyFans' SFW Free Streaming Service". Variety (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 15 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Berg, Madeline (22 Agustus 2025). "6 OnlyFans stats that show how massive the platform has become". Business Insider. Diakses tanggal 12 Oktober 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. 1 2 Browne, Ryan (25 Agustus 2021). "OnlyFans says it will no longer ban porn in stunning U-turn after user backlash" (dalam bahasa Inggris). CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Oktober 2021. Diakses tanggal 25 Agustus 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. 1 2 Baker, Sinéad; Akhtar, Allana (25 Agustus 2021). "OnlyFans no longer plans to ban porn, saying in abrupt U-turn that it wants to be a 'home for all creators'". Business Insider (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Agustus 2021. Diakses tanggal 25 Agustus 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. 1 2 3 Fung, Brian (20 Agustus 2021). "Why did OnlyFans ban sexually explicit content? It says it's the credit card companies". CNN Business (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Agustus 2021. Diakses tanggal 9 Agustus 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. 1 2 Jankowicz, Mia (14 Maret 2020). "We spoke to a woman earning more than $100,000 a year selling explicit content on OnlyFans — this is exactly how she makes her money". Business Insider. Diakses tanggal 22 Mei 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. Bruner, Raisa (1 Desember 2021). "How 'Subscribe to Me' Became the Future of Work". Time. New York. Diakses tanggal 24 Oktober 2023.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. 1 2 3 Bernstein, Jacob (9 Februari 2019). "How OnlyFans Changed Sex Work Forever". The New York Times. Diakses tanggal 22 Mei 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. Hall, Jake (19 Januari 2018). "OnlyFans is the site where porn is more intimate than ever". Dazed. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 Maret 2020. Diakses tanggal 4 Maret 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. Litam, Stacey Diane Arañez; Speciale, Megan; Balkin, Richard S. (2022). "Sexual Attitudes and Characteristics of OnlyFans Users". Archives of Sexual Behavior (dalam bahasa Inggris). 51 (6): 3093–3103. doi:10.1007/s10508-022-02329-0. ISSN 1573-2800. PMC 9330933. PMID 35900676.
  17. Browne, Ryan (7 Juni 2022). "OnlyFans says it's not seeing a Netflix-like slowdown in subscribers despite rising inflation". CNBC. Diakses tanggal 22 Mei 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. 1 2 Seal, Thomas (2 September 2022). "OnlyFans Owner Gets Over $500 Million in Dividends in Two Years". Bloomberg News. Diakses tanggal 22 Mei 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. 1 2 Zitser, Joshua (24 Desember 2020). "'Being made homeless is a perpetual fear': What it's like to risk everything just for posting on OnlyFans". The Independent. Diakses tanggal 5 Mei 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. 1 2 Spangler, Todd (18 Juli 2023). "OnlyFans Names Keily Blair New CEO". Variety. Diakses tanggal 21 Juli 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. 1 2 Schechner, Sam (2026-03-23). "OnlyFans Owner Leo Radvinsky Dies at 43". Wall Street Journal.
  22. 1 2 Spangler, Todd (2026-05-08). "OnlyFans Valued at $3.15 Billion in Deal to Sell Minority Stake to Architect Capital". Variety (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-05-20.
  23. 1 2 Patricia Nilsson (30 April 2021). "OnlyFans blurs boundaries as lockdown demand drives success". Financial Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Mei 2021. Diakses tanggal 19 Januari 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. 1 2 Thomas Brewster; David Dawkins. "The Shady, Secret History Of OnlyFans' Billionaire Owner". Forbes. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Juli 2021. Diakses tanggal 19 Januari 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  25. 1 2 Marshall, Andrew R.C.; Wang, Echo; Furneaux, Rosa; Szep, Jason; So, Linda (28 Desember 2024). "How OnlyFans turned into a global empire bent on redefining porn". Reuters. Diakses tanggal 19 Januari 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. Radvinsky, Leonid. "About". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 Juni 2021. Diakses tanggal 19 Januari 2025. A first-generation immigrant from Ukraine, technology was imprinted on Leo at an early age{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. "Fenix International Limited – Filing history". Companies House. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 Juni 2020. Diakses tanggal 23 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. Joshua Zitser (24 Desember 2020). "'Being made homeless is a perpetual fear': What it's like to risk everything just for posting on OnlyFans". The Independent. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Mei 2021. Diakses tanggal 19 Januari 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  29. "OnlyFans founder is making way for firm's marketing chief". BBC News. 21 Desember 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Desember 2021. Diakses tanggal 19 Januari 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. Martinez Dy, Angela; Jayawarna, Dilani (Agustus 2020). "Bios, mythoi and women entrepreneurs: A Wynterian analysis of the intersectional impacts of the COVID-19 pandemic on self-employed women and women-owned businesses". International Small Business Journal. 38 (5): 391–403. doi:10.1177/0266242620939935. ISSN 0266-2426. Diakses tanggal 22 Mei 2023.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  31. 1 2 3 4 5 Ifeanyi, K.C. (26 Maret 2021). "The NSFW future of OnlyFans, where celebs, influencers, and sex workers post side by side". Fast Company. Diakses tanggal 22 Mei 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  32. Goldfine, Jael (29 April 2020). "Today Is About Beyoncé". Paper. Diakses tanggal 25 Mei 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  33. Henderson, Cydney (20 Agustus 2020). "Bella Thorne made $2 million on OnlyFans under a week? What to know about the site". USA Today. Diakses tanggal 22 Mei 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  34. 1 2 Shaw, Lucas (5 Desember 2020). "OnlyFans Is a Billion-Dollar Media Giant Hiding in Plain Sight". Bloomberg News. Diakses tanggal 22 Mei 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  35. Martin, Alexander (6 Juli 2020). "OnlyFans could be hit with bill for more than three years' worth of unpaid taxes". Sky News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Juli 2020. Diakses tanggal 16 Juli 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  36. Steadman, Otillia (14 Mei 2020). "Everyone Is Making Porn At Home Now. Will The Porn Industry Survive?". BuzzFeed News (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Maret 2021. Diakses tanggal 2 April 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  37. 1 2 Tan, Gillian; Shaw, Lucas (16 Juni 2021). "OnlyFans Seeks New Funding at Valuation Above $1 Billion". Bloomberg News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 Oktober 2021. Diakses tanggal 28 Juli 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  38. "OnlyFans' owner nets $500mn windfall as platform for sex workers booms". Financial Times. 1 September 2022. Diakses tanggal 19 Januari 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  39. Bruner, Raisa (27 April 2021). "OnlyFans: Boosting the creator economy". Time. New York. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 Oktober 2021. Diakses tanggal 27 April 2021.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  40. "The 10 most innovative social media companies of 2021". Fast Company. 9 Maret 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 November 2021. Diakses tanggal 7 April 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  41. Kilby, Nathalie (1 Maret 2023). "FT 1000: the seventh annual ranking of Europe's fastest-growing companies". Financial Times. Diakses tanggal 15 Juni 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  42. Mann, Jyotti (13 Mei 2023). "OnlyFans now has more than 3 million content creators and is a 'global business', says the CEO". Business Insider. Diakses tanggal 24 Mei 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  43. "OnlyFans owner makes $500m after spike in users". BBC News. 1 September 2022. Diakses tanggal 1 Agustus 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  44. Spangler, Todd (6 September 2024). "OnlyFans Payments Surged to Record $6.6 Billion in 2023, up 19%". Variety (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 14 September 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  45. Milmo, Dany (6 September 2024). "OnlyFans owner paid £359m dividend as company's revenues grow 20% in a year". The Guardian. ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 19 Januari 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  46. Wang, Echo Wang; So, Linda; Vinn, Milana (22 Mei 2025). "Exclusive: OnlyFans owner in talks to sell to investor group at about $8 billion value, sources say". Reuters. Diakses tanggal 9 Agustus 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  47. "OnlyFans CEO Says the Platform Has Paid $25 Billion to Cr..." Complex (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-14.
  48. Risen, Clay (2026-03-25). "Leonid Radvinsky, 43, Dies; Built the Adult-Entertainment Giant OnlyFans". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2026-03-28.
  49. "OnlyFans owner Leonid Radvinsky dies at 43". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2026-03-23. Diakses tanggal 2026-03-28.
  50. "Secretive billionaire owner of OnlyFans dies at 43". Reuters. CTV News. 23 Maret 2026. Diakses tanggal 23 Maret 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  51. 1 2 3 Evans, Alana; Stern, Marlow (20 Agustus 2021). "The Real Reasons Why OnlyFans Is Banning Porn". The Daily Beast. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Maret 2022. Diakses tanggal 23 Agustus 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  52. "OnlyFans bans 'sexually explicit conduct,' but nudity is still okay". Engadget. 19 Agustus 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Agustus 2021. Diakses tanggal 21 Agustus 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  53. Lyons, Kim (19 Agustus 2021). "OnlyFans to prohibit sexually explicit content beginning in October". The Verge. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Agustus 2021. Diakses tanggal 21 Agustus 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  54. 1 2 "OnlyFans founder blames banks for ban on porn". Financial Times. 24 Agustus 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Agustus 2021. Diakses tanggal 25 Agustus 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  55. Lawler, Richard (25 Agustus 2021). "OnlyFans says never mind, it actually won't ban porn on October 1st". The Verge. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Agustus 2021. Diakses tanggal 25 Agustus 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  56. "OnlyFans now says it won't ban explicit content on Oct. 1". KMGH (dalam bahasa Inggris). 25 Agustus 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Agustus 2021. Diakses tanggal 25 Agustus 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  57. "OnlyFans reverses controversial porn ban". Financial Times. 25 Agustus 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Agustus 2021. Diakses tanggal 25 Agustus 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  58. Saric, Ivana (25 Agustus 2021). "OnlyFans suspends plan to ban "sexually explicit" content". Axios (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Agustus 2021. Diakses tanggal 25 Agustus 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  59. Taylor, Magdalene (3 Oktober 2021). "Fansly is the NSFW Site Angling to Be the Next OnlyFans". Mel Magazine. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Maret 2022. Diakses tanggal 3 Maret 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  60. Southern, Keiran (11 Agustus 2022). "Sex website 'bribed Meta to thwart rivals'". The Times. London. Diakses tanggal 11 Agustus 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  61. Belanger, Ashley (12 Agustus 2022). "Lawsuits: OnlyFans bribed Instagram to put creators on 'terrorist blacklist'". Ars Technica. Diakses tanggal 12 Agustus 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  62. Poritz, Isaiah (1 Agustus 2023). "OnlyFans Wins Dismissal in Instagram Traffic Conspiracy Case". Bloomberg Law. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Agustus 2023. Diakses tanggal 9 Agustus 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  63. Poritz, Isaiah (24 September 2024). "Meta Beats Lawsuit Claiming it Blacklisted OnlyFans Competitors". Bloomberg Law. Diakses tanggal 26 Maret 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  64. Dickson, Ej (27 Februari 2022). "'Without it I Can't Pay Rent': Russian OnlyFans Models Can't Get Paid Amid Sanctions, Invasion". Rolling Stone. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 Februari 2022. Diakses tanggal 28 Februari 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  65. Nadeau, Barbie (27 Februari 2022). "Russia's Blameless OnlyFans Stars Say They've Been Banned After Putin's Invasion of Ukraine". The Daily Beast. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 Februari 2022. Diakses tanggal 28 Februari 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  66. Sato, Mia (21 April 2022). "OnlyFans has "temporarily paused" Russian creators' accounts". The Verge (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 22 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  67. 1 2 3
  68. Marshall, Andrew R.C.; Szep, Jason; So, Linda (30 Juli 2024). "AI bots talk dirty so OnlyFans stars don't have to". Reuters. Diakses tanggal 31 Juli 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  69. Hodgson, Ian (Januari 3, 2025). "Influencers and OnlyFans models dominate US 'extraordinary' artist visas". Financial Times. Diakses tanggal 2026-01-06.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  70. "In defence of OnlyFans". UnHerd (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 11 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  71. 1 2 Titheradge, Noel; Croxford, Rianna (27 Mei 2021). "The children selling explicit videos on OnlyFans". BBC News. Diakses tanggal 22 Mei 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  72. Montebello, Leah (20 Oktober 2022). "Kudos for OnlyFans: Watchdog says smaller video platforms need to do more to protect kids". City A.M. Diakses tanggal 15 Juni 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  73. Morgan, Jessica (7 April 2020). "#Nudes4Sale Uncovers The Shocking Truth About Selling Nudes Online". Refinery29. Diakses tanggal 9 Agustus 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  74. De Gallier, Thea (7 April 2020). "The hidden danger of selling nudes online" (dalam bahasa Inggris (Britania)). BBC Three. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 April 2020. Diakses tanggal 9 Agustus 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  75. 1 2 3 Cole, Samantha (12 Agustus 2021). "The Congresswoman Behind FOSTA Is Coming for OnlyFans". Vice. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Agustus 2021. Diakses tanggal 23 Agustus 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  76. "Congresswoman Ann Wagner Leads Bipartisan Coalition Calling For DOJ To Investigate OnlyFans For Child Exploitation" (press release). 10 Agustus 2021. Diarsipkan dari asli tanggal 19 Agustus 2021 via Wagner.house.gov.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  77. Veljanovski, Lydia (20 Agustus 2021). "Why Visa and Mastercard are being blamed for OnlyFans banning content". Newsweek. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Agustus 2021. Diakses tanggal 23 Agustus 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  78. Brown, Hayes (20 Agustus 2021). "Cash, credit, and clout: Why OnlyFans is ditching porn". MSNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Agustus 2021. Diakses tanggal 23 Agustus 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  79. Cameron, Dell (19 Agustus 2021). "OnlyFans Reveals How Often Police Demand User Data (Sort Of)". Gizmodo.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  80. Hollister, Sean (19 Agustus 2021). "OnlyFans inexplicable ban on porn might be explained by this BBC investigation". The Verge. Diakses tanggal 9 Mei 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  81. Hymas, Charles (11 Oktober 2022). "Cyber experts will help police identify child sex abuse victims online". The Daily Telegraph. Diakses tanggal 17 November 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  82. Sellman, Mark (8 Maret 2023). "Nude images used to fight revenge porn on OnlyFans". The Times. London. Diakses tanggal 30 Mei 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  83. 1 2 3 So, Linda; Marshall, Andrew R.C.; Szep, Jason (2 Juli 2024). "OnlyFans vows it's a safe space. Predators are exploiting kids there". Reuters. Diakses tanggal 3 Juli 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  84. Broderick, Ryan; Steadman, Otillia (27 Februari 2022). "Terabytes Of Stolen Adult Content From OnlyFans Have Leaked". BuzzFeed News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Maret 2022. Diakses tanggal 3 Maret 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  85. Stedman, Scott; Pierce, Sophie (13 Agustus 2020). "OnlyFans Faces Allegations of Fraud, Theft". Forensic News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 April 2021. Diakses tanggal 2 April 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  86. Robertson, Adi (27 Agustus 2021). "The Payments Mess That Almost Scared OnlyFans Away From Sex Work". The Verge. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Maret 2022. Diakses tanggal 10 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  87. Stedman, Scott; Parnas, Aaron (3 Maret 2021). "Banks Flagged OnlyFans Owner and His Businesses for Potential Money Laundering, Underage Activity". Forensic News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 April 2021. Diakses tanggal 2 April 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  88. Wixey, Will (2026-06-08). "21-year-old charged with human trafficking at Bellevue, WA 'OnlyFans house'". FOX 13 Seattle (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-06-09.
  89. "Bellevue trafficking charges: Teens forced into OnlyFans content mill". The Seattle Times (dalam bahasa American English). 2026-06-08. Diakses tanggal 2026-06-09.
  90. Thomas, Eric (2026-06-09). "Suspect connected to "OnlyFans House" in Bellevue charged with human trafficking, money laundering". KIRO 7 News Seattle (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-09.
  91. Chavez, Bridget (Juni 7, 2026). "Inside Bellevue's alleged OnlyFans House: neighbors saw the parties. Police say they uncovered much more".{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  92. "OnlyFans trafficking suspect appears in court". King 5. Juni 10, 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  93. Griffin, Andrew (16 Maret 2021). "OnlyFans launches £80,000 prize fund for emerging musicians as it seeks to change its tune". The Independent (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 22 Mei 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  94. Song, Sandra (20 Januari 2021). "DJ Khaled, Fat Joe Have a Joint OnlyFans Account". Paper. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 Oktober 2021. Diakses tanggal 22 April 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  95. Young, Jabari (3 September 2021). "Former NFL star Terrell Owens joins OnlyFans". CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 Oktober 2021. Diakses tanggal 14 September 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  96. Patterson, Charmaine (5 Maret 2022). "OnlyFans Announces Fund for Aspiring Fashion Creators and Taps Top Celeb Stylists to Help". People. Diakses tanggal 3 Agustus 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  97. Spangler, Todd (27 September 2022). "OnlyFans Launches $100,000 Comedy Competition for Its Non-Porn Streaming Service". Variety. Diakses tanggal 17 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  98. Rodger, James (4 Juli 2022). "BBC Countryfile farmer OnlyFans star gets her own TV show". Birmingham Mail. Diakses tanggal 3 Agustus 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  99. Spangler, Todd (19 Juli 2022). "OnlyFans Signs 'Only Way Is Essex' Stars Chloe Sims, Demi & Frankie to Content Deal". Variety. Diakses tanggal 17 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  100. Spangler, Todd (3 November 2022). "Whitney Cummings Joins OnlyFans — but for Subscriber-Only 'Dirty Jokes,' Not Nude Pics (EXCLUSIVE)". Variety. Diakses tanggal 17 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  101. Nguyen, Terry (8 Januari 2020). "Nude photos raised over $1 million for the Australia fires". Vox. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 April 2020. Diakses tanggal 9 Januari 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  102. Bromwich, Jonah Engel (7 Januari 2020). "Donate $10 to Australia, Get a Nude Photo". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 Maret 2020. Diakses tanggal 9 Januari 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  103. Spangler, Todd (26 Agustus 2020). "Bella Thorne Breaks OnlyFans Record, Earning Over $1 Million in First 24 Hours". Variety. Diarsipkan dari asli tanggal 26 Agustus 2020. Diakses tanggal 22 Mei 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  104. Noor, Poppy (31 Agustus 2020). "A Thorne in the site: the Bella Thorne and OnlyFans controversy explained". The Guardian. Diakses tanggal 22 Mei 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  105. Carman, Ashley (1 September 2020). "OnlyFans confirms new caps on tips and pay-per-view content, but says the changes are unrelated to Bella Thorne". The Verge. Diakses tanggal 22 Mei 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  106. Clark-Flory, Tracy (1 September 2020). "Sex Workers Are Furious About Bella Thorne's Self-Serving OnlyFans 'Tourism'". Jezebel (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 25 Mei 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  107. Russon, Mary-Ann (1 September 2020). "Bella Thorne, OnlyFans and the battle over monetising content". BBC News. Diakses tanggal 22 Mei 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  108. Mamo, Heran (2 April 2021). "Cash Her Online: Bhad Bhabie Breaks OnlyFans Record, Earning $1M in 6 Hours". Billboard. Diakses tanggal 22 Mei 2023.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  109. Song, Sandra (3 April 2021). "Bhad Bhabie Broke OnlyFans Record By Making $1 Million in 6 Hours". Paper. Diakses tanggal 22 Mei 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  110. France, Lisa (19 Mei 2022). "Carmen Electra joins OnlyFans to take control of her image". CNN.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  111. Dolan, Rebecca (28 Juni 2022). "Introducing the GQ Heroes speaker line up for 2022". GQ. Diakses tanggal 3 Agustus 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  112. Perelli, Amanda; Weiss, Geoff (1 September 2022). "How OnlyFans star Amouranth grew her earnings to about $1.5 million per month — and her advice for creators". Business Insider. Insider Inc. Diakses tanggal 12 Agustus 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  113. Hakim, Luqman (9 Desember 2022). "OnlyFans Website Crashes After Markiplier Launches Account". IGN. Diakses tanggal 10 Desember 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  114. Taylor, Mollie (9 Desember 2022). "Markiplier finally released his OnlyFans and broke the whole damn site". PC Gamer. Diakses tanggal 10 Desember 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  115. "YouTube's Himbo-in-Chief Markiplier just crashed OnlyFans with his golden gamer cheeks". Queerty. 9 Desember 2022. Diakses tanggal 10 Desember 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  116. Liu, Juliana (13 Desember 2024). "OnlyFans is no longer accessible in China". CNN. Diakses tanggal 28 Desember 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan