Senin, 02 November 2026
10:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Obolos Kharon

Bagikan:

Obolos Kharon adalah istilah kiasan untuk koin yang ditaruh di mulut mayat yang hendak dimakamkan.

Kebiasaan ini terutama dilakukan oleh bangsa Yunani dan Romawi kuno. Kebiasaan serupa juga ditemukan di daerah Timur Dekat, dan juga di Eropa Barat, terutama di daerah-daerah yang dihuni oleh suku Kelt dari budaya Romawi-Britania, Romawi-Hispania, dan Romawi-Galia, serta oleh suku-suku Jerman pada masa Zaman Kuno Akhir dan masa kristen awal, dengan contoh-contoh yang berlimpah sampai abad 20. Sastra Yunani dan Latin yang berasal dari abad ke-5 SM sampai abas ke-2 M, menyebutkan mengenai obolos Kharon dan kadang juga lelucon tentang koin tersebut sebagai uang suap untuk pendayung yang mengantarkan roh menyeberangi sungai yang memisahkan dunia kematian dari dunia manusia.

Arkeologi menunjukkan bahwa mitos mengenai obolos Kharon merefleksikan kebiasaan nyata, namun peletakan koin itu juga tidak meluas dan tidak pada terbatas pada satu koin di mulut jenazah.[1][2] Dalam banyak pemakaman, lempengan logam bertulisan atau eksonumia merupakan pengganti koin, atau salib berlapis emas pada masa Kristen awal. Kemunculan koin atau timbuanan koin dalam pemakaman pada kapal khas suku-suku Jerman mengindikasikan adanya konsep yang analog.

Cataatn kaki

  1. ↑ Gregory Grabka, “Christian Viaticum: A Study of Its Cultural Background,” Traditio 9 (1953), 1–43, khususnya hlm. 8
  2. ↑ Susan T. Stevens, “Charon’s Obol and Other Coins in Ancient Funerary Practice,” Phoenix 45 (1991) 215–229.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan